Trump dan Cohen Akhiri Perseteruan Lewat Wawancara Radio
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan mantan pengacara pribadinya, Michael Cohen, dikabarkan telah mengakhiri perseteruan panjang yang berlangsung hamp
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan mantan pengacara pribadinya, Michael Cohen, dikabarkan telah mengakhiri perseteruan panjang yang berlangsung hampir satu dekade. Momen rekonsiliasi itu terungkap dalam wawancara radio eksklusif yang direkam Trump untuk acara milik Cohen di stasiun 77 WABC Radio, New York City. Sebagian wawancara telah tayang pada Kamis, sementara bagian sisanya dijadwalkan mengudara pada Minggu.
Dalam cuplikan yang dirilis ke publik, Trump menyatakan rasa hormatnya kepada Cohen karena telah menarik kembali sebagian pernyataan yang sebelumnya ia lontarkan. Pria yang pernah dijuluki "fixer" Trump itu selama bertahun-tahun menjadi salah satu kritikus paling vokal terhadap mantan bosnya, sebelum akhirnya duduk berhadapan dalam sesi wawancara yang penuh kejutan ini.
Rekonsiliasi yang Tak Terduga di Studio Radio
Hubungan Trump dan Cohen mengalami pasang surut yang ekstrem. Cohen pernah menjadi orang kepercayaan paling dekat Trump, menangani berbagai urusan pribadi dan bisnis selama bertahun-tahun. Namun, hubungan itu hancur berantakan setelah Cohen menjadi sasaran penyelidikan federal pada 2018.
Kini, keduanya tampak mencair. Trump menyebut Cohen telah "menarik kembali" sejumlah pernyataan yang diucapkannya di masa lalu, dan presiden AS itu mengaku menghargai langkah tersebut. Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa babak baru hubungan keduanya tengah dimulai di hadapan publik.
"Mereka Mempersenjatai Pemerintah Terhadap Anda"
Dalam cuplikan yang tayang Kamis, Trump berbicara kepada Cohen dengan nada yang jauh berbeda dari masa perseteruan mereka. Ia menyebut Cohen "dipaksa" untuk bersaksi melawannya dalam persidangan uang tutup mulut (hush money) New York tahun 2024.
"Mereka mempersenjatai pemerintah terhadap Anda dan terhadap orang lain, Michael. Masih banyak orang lain juga, dan itu sebuah aib," kata Trump kepada Cohen dalam cuplikan wawancara tersebut.
Pernyataan itu menegaskan klaim Trump bahwa ia menjadi korban penuntutan politik. Sebelumnya, Trump divonis bersalah atas 34 dakwaan pemalsuan catatan bisnis terkait pembayaran uang tutup mulut kepada aktris dewasa Stormy Daniels. Cohen menjadi saksi kunci penuntut dalam persidangan tersebut.
Latar Perseteruan: Dari Orang Kepercayaan Menjadi Musuh
Michael Cohen bukan nama asing dalam politik Amerika. Selama lebih dari satu dekade, ia menjadi pengacara sekaligus "fixer" Trump yang menangani berbagai persoalan, termasuk menutup cerita-cerita yang dianggap merugikan menjelang Pemilu 2016.
Namun, pada 2018, Cohen mengaku bersalah atas sejumlah dakwaan, termasuk pelanggaran keuangan kampanye, penggelapan pajak, dan berbohong kepada Kongres. Ia kemudian bersaksi di depan Kongres pada 2019 dan melontarkan kritik pedas terhadap Trump. Cohen juga meluncurkan buku kritik serta menjadi saksi utama dalam persidangan hush money yang berujung pada vonis bersalah bagi Trump pada Mei 2024.
Perubahan sikap Cohen belakangan menarik perhatian. Setelah bertahun-tahun menyerang Trump di berbagai platform, ia mulai menunjukkan nada yang lebih lunak — sebuah perubahan yang kini berpuncak pada wawancara langsung dengan mantan bosnya itu.
Kronologi Kejadian
- Sebagian wawancara Trump bersama Cohen tayang di 77 WABC Radio, New York, pada Kamis.
- Trump menyatakan menghormati Cohen karena menarik kembali pernyataan lamanya.
- Trump menyebut Cohen "dipaksa" bersaksi melawannya dalam persidangan hush money 2024.
- Trump menegaskan pemerintah "dipersenjatai" untuk menyerang Cohen dan pihak lain.
- Sisa wawancara dijadwalkan tayang pada Minggu.
Dampak Politik dan Tanda Tanya
Rekonsiliasi ini memicu beragam reaksi. Sebagian pengamat melihatnya sebagai strategi politik Trump menjelang pemilu, sementara yang lain menilainya sebagai langkah Cohen untuk kembali mendekati lingkaran kekuasaan.
Bagi Trump, wawancara ini juga menjadi panggung untuk mengulang narasi yang selama ini ia gaungkan: bahwa tuntutan hukum terhadapnya merupakan bagian dari upaya lawan politik mempersenjatai sistem peradilan. Dengan menyebut Cohen sebagai korban yang sama-sama "dipersenjatai", Trump tampak berusaha merangkul mantan saksi kunci penuntut agar membalikkan narasi persidangan.
Yang jelas, wawancara ini menutup babak permusuhan yang telah berlangsung hampir satu dekade. Publik Amerika kini menanti bagian sisa wawancara yang dijadwalkan tayang pada Minggu untuk melihat sejauh mana kedua tokoh ini benar-benar berdamai.
- Wawancara tayang di acara radio milik Cohen, 77 WABC Radio, New York.
- Trump memuji Cohen karena "menarik kembali" pernyataan masa lalunya.
- Trump menyebut Cohen "dipaksa" bersaksi dalam persidangan hush money 2024.
- Trump mengecam penggunaan kekuasaan pemerintah untuk menyerang lawan politiknya.
Comments (0)