Sep 19, 2026
Nasional

Tren Kuliner Salt Bread Kian Menjamur di Berbagai Kota Indonesia

Antrean panjang di sejumlah gerai roti artisan kini menjadi pemandangan lumrah di berbagai pusat perbelanjaan dan kawasan kuliner ibu kota. Fenomena ini di

Tren Kuliner Salt Bread Kian Menjamur di Berbagai Kota Indonesia

Antrean panjang di sejumlah gerai roti artisan kini menjadi pemandangan lumrah di berbagai pusat perbelanjaan dan kawasan kuliner ibu kota. Fenomena ini dipicu oleh kepopuleran salt bread atau roti garam, kudapan bertekstur unik yang semula viral di media sosial namun terbukti terus mempertahankan daya tariknya hingga saat ini.

Kudapan yang tampak sederhana ini berhasil merebut hati pencinta kuliner di tanah air berkat perpaduan rasa gurih mentega premium, kelembutan adonan di bagian dalam, serta taburan kristal garam laut yang memberikan kejutan rasa pada setiap gigitan.

Jejak Perjalanan dari Jepang Menuju Panggung Kuliner Asia

Meski kini sangat populer di Indonesia dan Korea Selatan, sejarah salt bread berakar dari Negeri Sakura. Roti ini pertama kali diciptakan di Prefektur Ehime, Jepang, dengan nama shio pan. Sang pembuat roti merancangnya sebagai solusi camilan musim panas agar konsumen tetap mendapatkan asupan sodium saat cuaca terik tanpa mengorbankan kenikmatan tekstur roti.

Popularitasnya kemudian melonjak pesat saat bakeri di Korea Selatan mengadaptasi resep tersebut menjadi sogum-ppang. Dari Negeri Ginseng inilah tren tersebut menyebar ke penjuru Asia Tenggara melalui gelombang budaya pop, hingga akhirnya diadopsi secara masif oleh para pelaku usaha kuliner di Indonesia.

"Salt bread membuktikan bahwa tren kuliner tidak selalu harus berlebihan. Kuncinya terletak pada teknik pemanggangan dan kualitas mentega cair yang membentuk lapisan bawah renyah alami," ujar pengamat industri kuliner dan praktisi bakeri modern.

Rahasia Kelezatan di Balik Bentuk yang Sederhana

Bagi orang awam, tampilan salt bread mungkin menyerupai bulan sabit atau roti gulung biasa. Namun, proses pembuatannya memerlukan presisi tinggi untuk menghasilkan kontras tekstur yang sempurna. Beberapa elemen penting yang membuat roti ini begitu istimewa meliputi:

  • Inti Mentega Lumer: Batangan mentega dingin digulung di tengah adonan sebelum difermentasi dan dipanggang. Saat terkena panas oven, mentega meleleh dan meresap ke rongga roti.
  • Dasar Roti yang Renyah: Lelehan mentega yang mengalir ke loyang secara efektif menggoreng bagian dasar roti hingga berwarna keemasan dan bertekstur garing.
  • Sentuhan Garam Laut: Taburan flaky sea salt di atas permukaan roti memberikan dimensi rasa gurih yang mengimbangi rasa manis alami dari tepung terigu.

Adaptasi Rasa Lokal dan Peluang Usaha Baru

Di Indonesia, kreativitas para pembuat roti membawa salt bread ke tingkat berikutnya. Selain varian klasik, kini bermunculan inovasi rasa baru seperti varian truffle, keju leleh, bawang putih, hingga isian manis seperti cokelat dan selai kacang merah. Kehadiran variasi ini memastikan konsumen tidak cepat merasa jenuh.

Melihat antusiasme pasar yang stabil, salt bread diprediksi tidak hanya menjadi tren sesaat melainkan telah bertransformasi menjadi salah satu produk roti pokok dalam menu bakeri modern di Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS pandu-rangga

Reporter Bencana. Spesialisasi mitigasi bencana dan tanggap darurat.

Comments (0)

User