Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda kawasan Pulau Kalimantan dan memicu kabut asap pekat. Di Pontianak, Kalimantan Barat, upaya pembuatan hujan buatan melalui Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) sejauh ini belum mampu mengurai kepungan asap secara signifikan. Sementara itu, di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN), Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) telah memobilisasi helikopter pemadam untuk melakukan pengeboman air (water bombing) guna mengamankan kawasan inti pemerintahan dari ancaman lidah api.
Operasi TMC di Pontianak Belum Optimal Menghalau Kabut Asap
Upaya mitigasi bencana di Kalimantan Barat menemui kendala cuaca yang cukup berat. Kendati Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama instansi terkait telah menaburkan 2.400 kilogram garam semai di koordinat potensial, minimnya pertumbuhan awan konvektif membuat hujan buatan gagal turun secara merata di wilayah titik api.
"Ketersediaan awan potensial sangat tipis di langit Pontianak dan sekitarnya. Hal ini menyebabkan persemaian garam belum menghasilkan curah hujan yang signifikan untuk memadamkan karhutla di lahan gambut," ujar pakar iklim dan lingkungan dari Universitas Tanjungpura.
Kondisi ini memperburuk kualitas udara di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya. Berdasarkan indeks standar pencemar udara (ISPU), konsentrasi partikulat PM2.5 sempat menyentuh angka 285 µg/m³, yang masuk dalam kategori Sangat Tidak Sehat. Aktivitas pendidikan dan transportasi udara pun mulai terganggu akibat jarak pandang yang merosot hingga di bawah 1.000 meter.
Prioritas Pengamanan Kawasan Ibu Kota Nusantara
Di sisi lain Pulau Kalimantan, penanganan karhutla di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) dilakukan secara intensif dengan memprioritaskan pencegahan meluasnya api ke area infrastruktur vital. Kronologi penanganan karhutla di kawasan IKN berlangsung sebagai berikut:
- Deteksi Dini Titik Panas: Satuan tugas (Satgas) Karhutla menemukan 128 titik panas yang tersebar di perbatasan Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara.
- Mobilisasi Armada TNI AU: Helikopter pemadam tipe EC-725 Caracal dan Super Puma milik TNI AU dikerahkan langsung menuju lokasi kebakaran lahan gambut dan semak belukar.
- Eksekusi Water Bombing: Operasi udara berhasil menyiramkan lebih dari 45.000 liter air pada area kritikal untuk mematikan bara api bawah permukaan (ground fire).
- Penyekatan Jalur Darat: Tim gabungan TNI, Polri, dan BPBD membangun sekat bakar (firebreak) sepanjang 5 kilometer untuk mengisolasi pergerakan api.
Analisis Perbandingan Penanganan Karhutla Kalimantan
Penanganan karhutla di dua wilayah strategis ini menunjukkan dinamika medan dan pendekatan teknis yang berbeda. Berikut adalah perbandingan fokus dan efektivitas operasi penanggulangan karhutla di Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur:
| Wilayah Operasi | Metode Utama | Tantangan Utama | Status Kualitas Udara / Dampak |
|---|---|---|---|
| Pontianak (Kalbar) | Modifikasi Cuaca (TMC) & Satgas Darat | Lahan gambut dalam & awan konvektif minim | Sangat Tidak Sehat (ISPU 285 PM2.5) |
| IKN Nusantara (Kaltim) | Water Bombing TNI AU & Sekat Bakar | Angin kencang & topografi berbukit | Sedang - Terkendali di perimeter inti |
Langkah Strategis dan Imbauan Bagi Masyarakat
Pemerintah daerah bersama pihak berwenang mengimbau agar masyarakat tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. Upaya pemadaman terus diperkuat melalui evaluasi harian agar dampak asap tidak meluas ke wilayah pemukiman warga maupun kawasan strategis negara.
- Pembatasan Aktivitas Luar Ruangan: Warga diimbau menggunakan masker standar N95 saat beraktivitas di luar rumah guna mengurangi risiko ISPA.
- Penegakan Hukum Tegas: Kepolisian telah mengamankan 3 tersangka pembakar lahan ilegal di wilayah Kalimantan Barat untuk proses hukum lebih lanjut.
- Penambahan Armada Udara: Kementerian LHK dan BNPB merencanakan penambahan 2 unit helikopter tambahan untuk memperkuat pengeboman air di titik rawan.
Pemerintah optimistis koordinasi lintas lembaga antara TNI, Polri, BMKG, dan pemerintah daerah dapat mengendalikan ancaman karhutla secara menyeluruh dalam beberapa hari mendatang.
Comments (0)