BERITATERCEPAT.COM, LAMPUNG — Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap lima jurnalis dan tiga awak kapal motor Arupadhatu 1 yang dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda resmi diperpanjang selama tiga hari ke depan. Tim SAR gabungan memutuskan untuk memperluas area penyisiran laut dan udara menyusul belum ditemukannya tanda-tanda keberadaan para korban hingga hari ketujuh operasi awal.
Keputusan perpanjangan misi kemanusiaan tersebut diambil setelah adanya evaluasi mendalam bersama jajaran pemerintah daerah dan seluruh unsur potensi SAR yang terlibat. Dengan penambahan waktu ini, operasi terpadu akan terus berlanjut secara intensif hingga Kamis, 17 September 2026.
"Dan hasil rapat koordinasi tadi yang disampaikan Pak Gubernur, kita akan lanjutkan pencarian selama tiga hari ke depan. Seluruh armada dan personel tetap disiagakan penuh untuk menyisir sektor-sektor potensial," ujar perwakilan Tim SAR Gabungan dalam konferensi pers di posko darurat.
Kronologi dan Perkembangan Hilang Kontak
Kapal Arupadhatu 1 yang mengangkut rombongan jurnalis untuk meliput kondisi perairan dan kepulauan terluar dilaporkan hilang kontak setelah menghadapi cuaca ekstrem di koridor penyeberangan Selat Sunda. Berikut adalah rekam jejak insiden hingga keputusan perpanjangan operasi diambil:
- Keberangkatan Awal: Kapal Arupadhatu 1 bertolak dengan membawa total delapan penumpang, terdiri atas lima awak media nasional dan tiga anak buah kapal (ABK).
- Hilang Kontak: Sinyal radio dan pelacak otomatis kapal terputus mendadak saat armada berada di sekitar gugusan pulau kecil di kawasan perairan Selat Sunda bagian barat.
- Operasi Standar 7 Hari: Tim gabungan langsung mengaktifkan operasi pencarian tahap pertama dengan mengerahkan kapal patroli, namun terkendala tingginya gelombang laut.
- Evaluasi & Perpanjangan: Mempertimbangkan petunjuk arus laut dan permohonan keluarga korban, otoritas SAR menyepakati perpanjangan operasi selama 3x24 jam.
Fokus Penyisiran dan Pengerahan Armada Tambahan
Memasuki fase perpanjangan ini, strategi pencarian difokuskan pada pemetaan arah arus permukaan dan hembusan angin yang bergerak ke arah barat daya. Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, Polairud, TNI Angkatan Laut, serta relawan nelayan setempat membagi sektor penyisiran menjadi beberapa zona prioritas.
- Sektor Udara: Helikopter pencari dikerahkan untuk memantau visual perairan dari ketinggian rendah guna mendeteksi serpihan kapal atau pelampung keselamatan.
- Sektor Laut Dalam: Kapal SAR yang dilengkapi teknologi pemindai sonar dasar laut dikerahkan di titik koordinat terakhir transmisi kapal terdeteksi.
- Penyisiran Pesisir: Regu penyelamat darat menyusuri garis pantai pulau-pulau tak berpenghuni di sepanjang koridor Selat Sunda untuk mencari kemungkinan korban terdampar.
Kondisi gelombang laut yang sempat mencapai ketinggian 2,5 hingga 4 meter menjadi tantangan utama bagi regu penyelamat di lapangan. Kendati demikian, seluruh pihak berkomitmen memaksimalkan masa perpanjangan tiga hari ini demi memberikan kepastian nasib bagi seluruh jurnalis dan kru kapal Arupadhatu 1 yang masih hilang.
Comments (0)