Tiga Polisi Arogan di Bundaran HI Dipatsus, Polda Jabar Minta Maaf

KONFIRMASI — Tiga personel Kepolisian Daerah Jawa Barat telah resmi ditempatkan di ruang khusus menyusul insiden perselisihan dengan petugas keamanan di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta. Ke...

Jul 28, 2026 - 00:12
0 0
Tiga Polisi Arogan di Bundaran HI Dipatsus, Polda Jabar Minta Maaf

KONFIRMASI — Tiga personel Kepolisian Daerah Jawa Barat telah resmi ditempatkan di ruang khusus menyusul insiden perselisihan dengan petugas keamanan di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta. Keputusan ini diambil kurang dari 24 jam setelah video keributan tersebut viral di media sosial.

Insiden yang terjadi di salah satu titik paling ikonik Ibu Kota ini melibatkan sebuah Toyota Alphard yang dikemudikan oleh anggota kepolisian. Berdasarkan informasi yang dihimpun, pemicu keributan adalah perselisihan mengenai akses kendaraan di area yang memiliki aturan lalu lintas ketat.

Perdebatan sengit antara pengemudi dan sekuriti terekam jelas dalam video amatir berdurasi singkat. Dalam rekaman tersebut, tampak adu mulut yang melibatkan penumpang kendaraan, yang belakangan diketahui juga merupakan anggota kepolisian.

Tiga Nama, Satu Insiden

Polda Jabar mengonfirmasi ketiga individu yang terlibat adalah Ipda DG, Bripka BS, dan Briptu RPW. Ketiganya bertugas di satuan berbeda di lingkungan Polda Jawa Barat.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, menegaskan bahwa langkah cepat telah diambil oleh Bidang Propam dan Paminal. "Mereka yang berlaku arogan di Bundaran HI kini sudah kami patsuskan. Pemeriksaan berjalan tegas dan terukur," ungkapnya.

Sanksi Menanti

Penempatan khusus atau patsus akan berlangsung selama 21 hari ke depan. Selama periode ini, ketiganya menunggu jadwal sidang kode etik profesi Polri.

Sidang etik tersebut akan menentukan apakah ketiga anggota ini melanggar sumpah dan kode etik kepolisian. Sanksi yang mungkin dijatuhkan mulai dari teguran tertulis, mutasi, hingga pemberhentian tidak dengan hormat jika pelanggaran dinilai berat.

Permohonan Maaf Terbuka

Hendra Rochmawan menyampaikan permohonan maaf resmi mewakili institusi. Ia secara khusus menyasar komunitas satuan pengamanan yang merasa terhina oleh tindakan arogan tersebut.

"Kami mohon maaf kepada rekan-rekan satpam dan seluruh masyarakat. Tindakan arogan ini telah meresahkan," ucap Hendra mewakili Polda Jabar dengan nada menyesal.

Permintaan maaf ini disambut beragam oleh warganet. Sebagian mengapresiasi langkah cepat Polda Jabar, namun tidak sedikit yang meminta agar proses etik berjalan transparan hingga tuntas.

Viral dan Reaksi Publik

Video insiden ini menyebar dengan kecepatan luar biasa. Dalam waktu singkat, rekaman tersebut telah ditonton ratusan ribu kali dan memicu perdebatan tentang etika aparat di ruang publik.

Tagar dukungan terhadap profesi sekuriti sempat mencuat di platform X. Banyak warganet menyuarakan solidaritas kepada petugas keamanan yang dianggap telah menjalankan tugasnya dengan benar namun mendapat perlakuan tidak pantas.

  • Waktu kejadian: Akhir pekan lalu, di Bundaran HI, Jakarta
  • Pihak terlibat: Ipda DG, Bripka BS, Briptu RPW vs sekuriti setempat
  • Kendaraan: Toyota Alphard milik salah satu anggota
  • Status terkini: Patsus 21 hari, menunggu sidang kode etik
  • Langkah institusi: Permohonan maaf publik, proses Propam

Kasus ini menambah daftar panjang insiden yang melibatkan oknum kepolisian dan terekam kamera warga. Publik kini menanti hasil akhir dari proses etik yang dijanjikan berlangsung tegas dan terukur. Transparansi menjadi kata kunci yang terus digaungkan masyarakat dalam mengawal proses ini hingga tuntas.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User