Thomas Tuchel Puji Performa Harry Kane di Piala Dunia 2026
DOHA — Pelatih tim nasional Inggris, Thomas Tuchel, melontarkan pujian setinggi langit kepada kapten Harry Kane setelah kemenangan dramatis 2-1 atas Brasil
DOHA — Pelatih tim nasional Inggris, Thomas Tuchel, melontarkan pujian setinggi langit kepada kapten Harry Kane setelah kemenangan dramatis 2-1 atas Brasil di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Dalam konferensi pers di Stadion Lusail, Minggu malam (12/7/2026), Tuchel menyebut Kane sebagai “mesin gol paling konsisten yang pernah saya latih”. Penampilan Kane yang mencetak dua gol krusial—termasuk tendangan penalti pada menit ke-83—mengukuhkan statusnya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Three Lions dengan 76 gol.
Kronologi Kemenangan Inggris
Laga penuh tensi tinggi itu berlangsung dalam tempo cepat. Berikut rangkaian peristiwa penting yang mewarnai jalannya pertandingan:
- Menit 12: Brasil unggul lewat sundulan Gabriel Jesus memanfaatkan umpan silang Vinícius Júnior. Skor 0-1.
- Menit 41: Harry Kane menyamakan kedudukan melalui eksekusi penalti setelah pelanggaran terhadap Bukayo Saka di kotak terlarang.
- Menit 68: Peluang emas Declan Rice membentur tiang gawang, memicu tekanan Inggris yang semakin intens.
- Menit 83: Kane mencetak gol kemenangan via skema serangan balik cepat; ia menerima umpan terobosan Jude Bellingham dan melepaskan tembakan mendatar ke pojok kiri gawang.
- Peluit akhir: Inggris mengamankan tiket perempat final untuk ketujuh kalinya secara beruntun di Piala Dunia.
Pujian Tuchel: “Kane adalah Standar Emas”
Di ruang konferensi pers yang dipenuhi puluhan jurnalis internasional, Tuchel tak kuasa menyembunyikan kekagumannya. Sang pelatih asal Jerman itu membeberkan alasan di balik keputusannya tetap mempertahankan Kane sebagai ujung tombak meski sang striker sempat dibayangi cedera ringan jelang turnamen.
“Harry bukan sekadar pencetak gol. Ia adalah pemimpin di lapangan, penyeimbang ritme, dan contoh profesionalisme. Ketika banyak penyerang kehilangan ketajaman di usia 32, dia justru menunjukkan grafik yang terus menanjak. Dia adalah standar emas sepak bola modern,” kata Tuchel dengan mimik serius.
Data statistik Opta mendukung klaim Tuchel. Kane menorehkan 9 tembakan tepat sasaran dari 12 percobaan sepanjang turnamen, dengan rasio konversi mencapai 33 persen—jauh di atas rata-rata striker top lainnya. Ia juga tercatat menempuh jarak 10,8 kilometer per laga, membuktikan mobilitasnya yang tidak berkurang.
Kane Sang Pemecah Rekor
Dengan dua gol tambahan, Kane kini mengkoleksi 13 gol di Piala Dunia sepanjang kariernya, menyamai rekor Miroslav Klose sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa turnamen ini. Jika Inggris melaju setidaknya ke semifinal, peluang Kane mengukir rekor mutlak terbuka lebar. Tuchel bahkan secara khusus menyoroti ketenangan mental sang striker dalam mengeksekusi penalti di momen-momen kritis.
“Tekanan di pertandingan sistem gugur seperti ini bisa menghancurkan pemain mana pun. Tapi Harry selalu mampu mengubah tekanan menjadi energi. Mentalitasnya adalah aset terbesar tim ini,” lanjut Tuchel.
Reporter KLY Sports, Hery Kurniawan, yang berada di lokasi melaporkan bahwa skuad Inggris kini dalam kepercayaan diri tinggi menjelang laga perempat final melawan Kroasia. Dukungan dari bangku cadangan seperti Marcus Rashford dan Cole Palmer juga menjadi senjata tambahan yang membuat Tuchel optimis.
Respons Tenang Kane
Di sesi wawancara terpisah, Kane menanggapi pujian Tuchel dengan rendah hati. Ia menekankan bahwa pencapaian individu tak berarti tanpa trofi kolektif. “Saya hanya ingin membantu tim melangkah sejauh mungkin. Rekor itu bonus, tapi fokus kami sekarang adalah Kroasia,” ujar Kane singkat.
[SOCIAL_TWEET]: Thomas Tuchel menyebut Harry Kane sebagai 'standar emas' setelah brace ke gawang Brasil. #ThreeLions melaju ke perempat final! Akankah Kane pecahkan rekor Klose selamanya? #PialaDunia2026 #HarryKane[SOCIAL_TG]: ⚽️🔴 Tuchel: "Kane adalah standar emas sepak bola modern." Inggris lolos perempat final Piala Dunia 2026! 🏴🔥
Comments (0)