Teriakan Minta Tolong Pekerja Asing Sebelum Tewas di Gorong-gorong Cipayung

BARU SAJA – Sebuah kecelakaan kerja maut merenggut tiga nyawa di gorong-gorong kawasan Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur. Detik-detik tragis terungkap: salah satu korban yang merupakan pekerja war...

Jul 12, 2026 - 03:14
0 0
Teriakan Minta Tolong Pekerja Asing Sebelum Tewas di Gorong-gorong Cipayung

BARU SAJA – Sebuah kecelakaan kerja maut merenggut tiga nyawa di gorong-gorong kawasan Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur. Detik-detik tragis terungkap: salah satu korban yang merupakan pekerja warga negara asing (WNA) sempat berteriak histeris meminta pertolongan sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir di lokasi.

Insiden memilukan itu terjadi pada Jumat (11/7/2026) pagi dan langsung memicu respons darurat dari tim penyelamat. Hingga berita ini diturunkan, identitas para korban masih dalam proses konfirmasi, namun saksi mata dan petugas di lapangan memastikan bahwa satu di antara tiga pekerja tersebut adalah WNA yang diduga berasal dari Asia Selatan.

Kronologi dan Upaya Penyelamatan

Menurut informasi yang dihimpun di lokasi, para pekerja tengah melakukan aktivitas perbaikan atau pembersihan di dalam gorong-gorong beton berdiameter sempit yang dialiri air. Tiba-tiba, teriakan panik terdengar dari dalam lubang. Seorang saksi yang berada di sekitar proyek mengaku mendengar suara keras meminta tolong dalam bahasa campuran. “Dia teriak berkali-kali, suaranya melemah, lalu hening,” ujar saksi yang enggan disebutkan namanya.

  • Lokasi kejadian: Gorong-gorong di Jalan Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur.
  • Waktu: Jumat, 11 Juli 2026, sekitar pukul 09.30 WIB.
  • Jumlah korban tewas: 3 orang, termasuk 1 WNA.
  • Penyebab kematian: Diduga kuat akibat keracunan gas beracun dan kekurangan oksigen.

Tim SAR gabungan yang tiba di lokasi langsung melakukan evakuasi. Prosesnya berlangsung dramatis karena akses gorong-gorong yang sangat terbatas. Petugas harus menggunakan alat pemecah beton ringan dan alat bantu pernapasan. “Kami terkendala ruang gerak sempit dan konsentrasi gas yang belum terukur,” kata seorang komandan regu pemadam kebakaran di lokasi.

Korban WNA Sempat Kirim Pesan Suara

Detail baru yang mengejutkan muncul dari ponsel milik korban WNA. Dari hasil olah tempat kejadian perkara, polisi mendapati ponsel tersebut masih merekam pesan suara pendek berisi teriakan minta tolong dan suara batuk parah. Pesan itu dikirimkan ke kontak rekannya sesama pekerja beberapa menit sebelum korban kehilangan kesadaran. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa para pekerja tidak langsung meninggal, melainkan sempat berjuang meminta bantuan selama beberapa menit dalam kondisi udara yang semakin menipis.

Kepolisian Resort Jakarta Timur kini tengah memeriksa pihak kontraktor dan pengawas proyek. Dugaan kelalaian prosedur keselamatan kerja mulai mencuat karena tidak adanya alat pendeteksi gas dan ventilator portable di area kerja. “Ini ranah investigasi. Kami akan panggil penanggung jawab proyek untuk dimintai keterangan,” tegas Kapolres Jaktim.

Warga sekitar Bambu Apus mengaku proyek gorong-gorong itu sudah berlangsung selama dua pekan terakhir. Mereka kerap melihat pekerja keluar-masuk lubang tanpa perlengkapan keselamatan memadai. “Kadang mereka cuma pakai masker kain biasa, tidak ada tabung oksigen,” tutur seorang pedagang yang warungnya tak jauh dari bibir gorong-gorong.

Kedutaan besar negara asal korban WNA telah dihubungi untuk proses identifikasi lanjutan dan pemulangan jenazah. Sementara itu, dua korban lainnya adalah warga lokal yang tinggal di sekitar Jakarta Timur. Seluruh jenazah sudah dievakuasi ke RSUD Kramat Jati untuk autopsi.

Peringatan Darurat Prosedur K3

Tragedi ini memicu reaksi cepat Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DKI Jakarta. Pihaknya berencana menggelar inspeksi mendadak di seluruh proyek gorong-gorong dan utilitas bawah tanah yang melibatkan pekerja di ruang terbatas. “Kejadian ini adalah tamparan keras bagi pengabaian standar K3. Izin proyek bisa kita bekukan jika terbukti ada pelanggaran berat,” kata Kepala Dinas.

Pengamat keselamatan kerja dari Universitas Indonesia mendorong penggunaan sensor gas otomatis dan prosedur lockout-tagout sebelum pekerja memasuki confined space. “Teriakan korban seharusnya tidak perlu terjadi jika prosedur dasar dijalankan,” katanya.

Hingga malam ini, garis polisi masih melintang di mulut gorong-gorong maut itu. Petugas terus mengumpulkan barang bukti dan memeriksa saksi. Sementara keluarga korban sudah mulai berdatangan ke posko darurat yang didirikan di dekat lokasi. Tangis histeris pecah saat petugas menyampaikan kabar duka tersebut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User