Observatorium Sinar-X Chandra milik Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) kembali menorehkan pencapaian besar dalam bidang astrofisika. Melalui penelusuran data arsip observasi mendalam, para astronom berhasil mengidentifikasi kelas baru objek antariksa misterius yang belum pernah terpetakan sebelumnya. Penemuan luar biasa ini diyakini mampu menjadi kunci pembuka untuk menjawab dua teka-teki kosmik besar yang telah membingungkan ilmuwan selama puluhan tahun.
Objek-objek anyar tersebut diklasifikasikan sebagai hypersoft X-ray sources. Karakteristik perilakunya terbilang sangat tidak lazim jika dibandingkan dengan objek pemancar radiasi energi tinggi pada umumnya, sehingga memicu antusiasme besar di kalangan periset kosmologi internasional.
Karakteristik Unik Sumber Sinar-X Hypersoft
Berdasarkan laporan penelitian yang dipublikasikan secara resmi dalam jurnal ilmiah bergengsi Nature Astronomy, tim ilmuwan berhasil mendeteksi sebanyak 84 objek misterius yang tersebar di enam galaksi tetangga. Dari enam galaksi tersebut, dua di antaranya merupakan galaksi spiral ternama, yaitu Galaksi Andromeda (M31) dan Galaksi Pinwheel (M101), sedangkan empat lainnya merupakan galaksi elips.
Keunikan utama dari objek-objek kosmik ini terletak pada profil pancaran energinya yang kontradiktif:
- Sinar-X Energi Sangat Rendah: Objek ini memancarkan radiasi sinar-X dengan tingkat energi termal yang sangat halus (hypersoft), sehingga tak terdeteksi pada spektrum sinar-X energi tinggi.
- Radiasi Ultraviolet Intens: Di saat pancaran sinar-X terdeteksi sangat lemah, objek ini justru melepaskan radiasi ultraviolet (UV) berintensitas luar biasa tinggi.
- Ketiadaan Tanda Optik Konvensional: Sumber radiasi ini sulit diidentifikasi hanya dengan teleskop optik biasa tanpa bantuan sensor sinar-X beresolusi tinggi milik Chandra.
"Analisis terhadap arsip Chandra memperlihatkan adanya populasi sistem bintang ganda yang selama ini luput dari pengamatan konvensional, membuka babak baru dalam memahami proses transfer massa antarobjek padat di alam semesta," tulis tim peneliti dalam publikasi ilmiah mereka.
Interaksi Ekstrem Sistem Bintang Biner
Para astronom memperkirakan bahwa sumber energi dari puluhan objek misterius ini berasal dari sistem bintang biner interaktif. Dalam skenario ini, sebuah objek kompak berkepadatan ekstrem—seperti lubang hitam (black hole), bintang neutron, atau katai putih (white dwarf)—sedang aktif menyedot dan melahap material plasma dari bintang pasangannya.
Ketika material gas tersedot menuju gravitasi objek kompak tersebut, materi akan berputar membentuk piringan akresi dan memanas hingga suhu jutaan derajat. Gesekan dan pemanasan ekstrem inilah yang memicu pelepasan semburan sinar-X dan radiasi ultraviolet berkekuatan tinggi sesaat sebelum material terhisap sepenuhnya.
Implikasi bagi Pemahaman Evolusi Kosmik
Temuan 84 objek hypersoft ini memiliki implikasi ilmiah yang sangat masif. Para peneliti menduga masih ada populasi raksasa dari sistem biner serupa yang belum terpetakan di berbagai penjuru alam semesta. Keberadaan sistem ini dinilai mampu menerangkan teka-teki mengenai asal-usul radiasi ultraviolet misterius yang tersebar di medium antarbintang pada galaksi-galaksi purba, sekaligus menyempurnakan model simulasi pembentukan dan evolusi galaksi di era modern.
Comments (0)