Sep 17, 2026
Nasional

Tapteng — Tito Karnavian Redam Perselisihan Politik Demi Penanganan Bencana

Di tengah kepulan lumpur sisa bencana alam dan ketegangan politik yang memuncak di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian

Tapteng — Tito Karnavian Redam Perselisihan Politik Demi Penanganan Bencana

Di tengah kepulan lumpur sisa bencana alam dan ketegangan politik yang memuncak di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian secara langsung turun tangan guna menengahi konflik internal yang mengancam stabilitas pemerintahan daerah. Langkah tegas mantan Kapolri ini diambil menyusul menguatnya wacana pemakzulan terhadap Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, oleh jajaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat. Tito menegaskan bahwa kepentingan keselamatan rakyat dan penanganan bencana darurat harus ditempatkan jauh di atas segala bentuk perselisihan politik sektoral.

Kunjungan kerja Mendagri ke bumi Sahata Saoloan tersebut tidak hanya membawa misi peninjauan posko pengungsian, melainkan juga agenda mediasi krusial bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Dalam pertemuan tertutup yang dihadiri oleh jajaran eksekutif dan legislatif Tapteng, Tito menyampaikan pesan menohok agar dinamika politik lokal diparkirkan sementara waktu demi memprioritaskan pemulihan kehidupan warga yang terdampak bencana alam.

Eskalasi Konflik Politik di Tengah Situasi Darurat

Konflik antara legislatif dan eksekutif di Tapanuli Tengah telah mencapai titik didih dalam beberapa pekan terakhir. Wacana penggunaan hak menyatakan pendapat yang mengarah pada pemakzulan Bupati Masinton Pasaribu bergulir kencang di gedung DPRD. Namun, momen manuver politik ini dinilai sangat tidak tepat lantaran sebagian wilayah Tapanuli Tengah sedang berjuang menghadapi dampak bencana banjir bandang dan tanah longsor yang merusak fasilitas umum serta pemukiman warga.

Menurut analisis kementerian, konflik perselisihan tata kelola pemerintahan yang berlarut-larut berpotensi besar melumpuhkan alokasi anggaran darurat dan distribusi bantuan logistik. "Sangat tidak etis dan tidak bijaksana apabila energi para pemimpin daerah dihabiskan untuk saling menjatuhkan di saat masyarakat membutuhkan uluran tangan pemerintah," ujar Tito di hadapan awak media seusai memimpin rapat konsolidasi di Pandan.

Hasil Mediasi dan Arahan Tegas Mendagri

Dalam pemaparan hasil mediasi, Tito Karnavian membeberkan sejumlah kesepakatan penting yang berhasil dicapai untuk menjamin roda pemerintahan tetap berjalan optimal. Mendagri menginstruksikan seluruh elemen Forkopimda, DPRD, dan jajaran Pemkab Tapteng untuk menghentikan sementara polemik pemakzulan dan memfokuskan 100 persen sumber daya daerah pada tanggap darurat bencana.

"Perbedaan pandangan politik adalah hal yang wajar dalam demokrasi, namun keselamatan warga adalah hukum tertinggi. Saya minta seluruh pihak di Tapteng menahan diri. Hentikan dulu wacana pemakzulan, fokus selamatkan rakyat dan pulihkan infrastruktur yang rusak akibat bencana," tegas Mendagri Tito Karnavian.

Guna memetakan prioritas kerja pasca-mediasi, berikut adalah perbandingan alokasi fokus yang ditekankan oleh Kementerian Dalam Negeri kepada Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah:

Aspek Penanganan Prioritas Utama (Darurat Bencana) Status Agenda Politik (Pemakzulan)
Fokus Kerja Eksekutif Distribusi bantuan, perbaikan jalan, sanitasi pengungsi Ditunda hingga kondisi kemanusiaan stabil
Fokus Kerja Legislatif Pengawasan penyaluran bansos dan pengesahan anggaran darurat Penghentian sementara wacana pemakzulan
Stabilitas Pemerintahan Konsolidasi penuh Forkopimda Tapteng Evaluasi berkala oleh Kemendagri

Menjaga Stabilitas dan Keamanan Daerah

Langkah turun gunung Mendagri ini disambut positif oleh berbagai kalangan masyarakat Tapteng yang mengkhawatirkan terjadinya stagnasi pelayanan publik. Dalam mediasi tersebut, Kemendagri juga menjamin akan membuka ruang dialog evaluasi kinerja pemerintahan secara obyektif dan sesuai koridor hukum setelah penetapan masa tanggap darurat bencana selesai dinyatakan berakhir.

Sebagai langkah konkret, Kemendagri menurunkan tim asistensi khusus untuk mendampingi Pemkab Tapteng dalam percepatan penyerapan anggaran penanggulangan bencana. Langkah ini diharapkan mampu meredam syak wasangka politik sekaligus memastikan bahwa pelayanan publik tidak lumpuh akibat konflik antar-pejabat daerah. Stabilitas politik Tapteng kini menjadi pertaruhan penting bagi efektivitas penanganan bencana di Sumatra Utara.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS tasya-kamila

Social Media Editor. Mengelola distribusi breaking news lintas platform.

Comments (0)

User