BANJARMASIN — Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) meningkatkan intensitas pencarian korban kapal KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di perairan Kalimantan. Untuk memaksimalkan peluang evakuasi para korban yang diduga masih terjebak di dalam badan kapal, Basarnas secara resmi menyiapkan operasi salvage (penyelamatan dan pengangkatan kapal) dengan menggandeng tim ahli internasional asal Hong Kong dan Amerika Serikat, berkolaborasi dengan pakar maritim dalam negeri.
Langkah kolaboratif lintas negara ini diambil mengingat kompleksitas medan bawah laut dan risiko teknis yang sangat tinggi di lokasi karamnya kapal pengangkut tersebut. Kehadiran para konsultan dan tenaga ahli salvage berpengalaman diharapkan mampu membuka akses visual dan fisik ke kompartemen kapal yang berada di kedalaman laut.
"Kami membuka semua opsi terbaik demi menemukan seluruh korban. Keterlibatan tim ahli dari Hong Kong, Amerika Serikat, serta tenaga ahli nasional merupakan wujud komitmen kami untuk menjalankan operasi SAR secara komprehensif, terukur, dan mengutamakan keselamatan tim penyelam," tegas perwakilan Basarnas dalam keterangannya di Banjarmasin.
Kronologi dan Perkembangan Operasi SAR
Operasi pencarian terhadap KM Virgo Transport 8 telah memasuki fase krusial dengan serangkaian tindakan terencana sebagai berikut:
- Fase Awal — Pemindaian Permukaan dan Udara: Tim SAR gabungan mengerahkan armada kapal patroli dan helikopter untuk menyisir radius puluhan mil laut di sekitar titik koordinat terakhir kapal melaporkan kontak darurat.
- Fase Pemetaan Bawah Air: Penggunaan perangkat sonar canggih dan Remotely Operated Vehicle (ROV) mendeteksi anomali logam di dasar laut yang terkonfirmasi sebagai kerangka KM Virgo Transport 8.
- Fase Penyelaman dan Kendala Teknis: Tim penyelam Basarnas sempat diturunkan ke titik bangkai kapal, namun terhambat oleh arus bawah laut yang deras serta tingkat visibilitas mendekati nol akibat endapan lumpur pekat.
- Fase Operasi Salvage Gabungan: Kedatangan konsultan ahli dari Hong Kong dan AS bersama tim teknis Indonesia untuk menyusun rencana pengangkatan struktur kapal atau penetrasi aman ke dalam lambung kapal.
Fokus Utama Operasi Salvage Internasional
Keterlibatan pakar multinasional dalam operasi ini mencakup sejumlah tugas strategis berstandar maritim global, di antaranya:
- Analisis Stabilitas Bangkai Kapal: Menghitung tekanan hidrostatik dan risiko pergeseran kapal sebelum tim penyelam masuk ke ruang akomodasi.
- Penerapan Teknologi Pemotongan dan Pengapungan Bawah Air: Merancang skema dekompresi serta metode pengapungan terkontrol (*controlled refloating*) jika evakuasi korban memerlukan stabilisasi posisi kapal.
- Mitigasi Bahaya Lingkungan: Mengantisipasi potensi kebocoran bahan bakar minyak (BBM) yang dapat mencemari ekosistem maritim di sekitar perairan Kalimantan Selatan.
Basarnas memastikan koordinasi terpadu bersama instansi maritim, TNI AL, Polairud, serta otoritas pelabuhan setempat terus berjalan intensif. Keluarga korban di posko darurat juga terus menerima laporan perkembangan secara berkala terkait setiap tahapan operasi yang sedang berjalan.
Comments (0)