Sep 18, 2026
Hukum

TANGERANG — Menteri Ekraf Sebut Industri Aplikasi Mesin Utama Ekonomi Digital

Dengung antusiasme memenuhi ruang konvensi ICE BSD, Tangerang, ketika para pengembang peranti lunak, pelaku industri kreatif, dan pemangku kepentingan tekn

TANGERANG — Menteri Ekraf Sebut Industri Aplikasi Mesin Utama Ekonomi Digital

Dengung antusiasme memenuhi ruang konvensi ICE BSD, Tangerang, ketika para pengembang peranti lunak, pelaku industri kreatif, dan pemangku kepentingan teknologi berkumpul dalam gelaran puncak Indonesia Application Summit (InApps) 2026 pada Senin, 14 September 2026. Di hadapan ratusan pegiat ekonomi digital, Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya menegaskan posisi krusial industri aplikasi yang kini tidak lagi sebatas peranti teknis, melainkan telah bertransformasi menjadi fondasi utama dalam menggerakkan roda ekonomi nasional.

Perkembangan pesat ekosistem digital telah mengubah pola hidup masyarakat urban hingga pelosok daerah secara fundamental. Penggunaan aplikasi pintar kini merambah ke seluruh aspek aktivitas harian, mulai dari proses pembelajaran interaktif, transaksi finansial nirsentuh, hingga sarana hiburan dan penggerak Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Aplikasi Sebagai Pilar Kehidupan dan Transaksi Modern

Dalam pidato pembukanya, Teuku Riefky menyoroti bagaimana ketergantungan publik terhadap peranti lunak berbasis aplikasi telah mencapai titik eksponensial. Aplikasi tidak lagi dinilai sekadar sebagai alat bantu, melainkan sudah menjadi media utama bagi jutaan orang untuk menggantungkan mata pencaharian dan mengembangkan potensi ekonomi secara mandiri.

"Kita bekerja melalui aplikasi, belajar melalui aplikasi, bertransaksi dan menikmati hiburan. Bahkan, membangun usaha melalui aplikasi. Karena itu, ketika kita berbicara mengenai industri aplikasi, sesungguhnya kita sedang berbicara mengenai masa depan ekonomi digital Indonesia," ujar Teuku Riefky Harsya.

Pernyataan ini menggarisbawahi transformasi peran aplikasi dari sekadar media komunikasi interaktif menjadi penggerak utama nilai tambah ekonomi nasional. Penetrasi gawai pintar yang masif dan ketersediaan konektivitas internet yang semakin merata menjadikan produk peranti lunak lokal sebagai komoditas yang sangat strategis.

Mesin Pertumbuhan Baru di Bawah Arahan Presiden Prabowo

Kementerian Ekonomi Kreatif saat ini memikul mandat besar dalam menerjemahkan visi strategis pemerintah. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, sektor ekonomi kreatif secara resmi ditempatkan sebagai salah satu mesin baru pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kebijakan strategis ini mengarahkan agar penciptaan lapangan kerja berorientasi pada teknologi berdaya saing tinggi dan ekosistem digital yang berkelanjutan.

Berikut adalah fokus strategis penguatan ekosistem aplikasi nasional yang dipaparkan dalam forum InApps 2026:

Fokus Strategis Target Utama Dampak Ekonomi
Penguatan Peranti Lunak Lokal Kemandirian teknologi nasional Efisiensi biaya operasional UMKM & Startup
Adopsi Kecerdasan Buatan (AI) Peningkatan produktivitas developer Penyerapan tenaga kerja terampil baru
Tata Kelola & Etika Digital Keamanan data & perlindungan konsumen Kepercayaan investor global dan domestik

Peluang Artificial Intelligence dan Tantangan Tata Kelola

Salah satu sorotan utama dalam gelaran InApps 2026 adalah ledakan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Menanggapi tren global ini, Teuku Riefky mengingatkan bahwa akselerasi teknologi AI yang begitu cepat harus dibarengi dengan kesiapan regulasi serta komitmen moral dari para pengembang aplikasi.

Kemajuan kecerdasan buatan dinilai membuka ruang inovasi yang tak terbatas bagi kreator lokal. Kendati demikian, efisiensi yang ditawarkan oleh kecerdasan buatan tidak boleh mengabaikan prinsip keamanan data serta norma sosial yang berlaku di Indonesia.

Pemerintah berkomitmen untuk memfasilitasi para pelaku industri melalui kerangka kebijakan yang adaptif namun tetap protektif. Teuku Riefky menekankan bahwa penerapan etika dan tata kelola yang baik merupakan syarat mutlak agar akselerasi kecerdasan buatan mampu melahirkan ekosistem digital yang aman, transparan, dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Dengan integrasi yang tepat antara inovasi peranti lunak, pemanfaatan AI yang bertanggung jawab, serta dukungan penuh dari pemerintah, industri aplikasi diyakini siap menjadi tulang punggung utama Indonesia dalam menghadapi era kompetisi ekonomi global yang makin ketat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS tasya-kamila

Social Media Editor. Mengelola distribusi breaking news lintas platform.

Comments (0)

User