Monday, 24 August 2026 | 15:23 WIB

Tahanan Polres Luwu Utara Dirawat, Dugaan Kekerasan Mencuat

PALOPO, MENIT LALU — Seorang tahanan di lingkungan Polres Luwu Utara segera dilarikan ke rumah sakit setelah ditemukan dalam kondisi memprihatinkan. Dugaan kekerasan oleh oknum petugas langsung menc...

Jul 28, 2026 - 10:29
0 0
Tahanan Polres Luwu Utara Dirawat, Dugaan Kekerasan Mencuat

PALOPO, MENIT LALU — Seorang tahanan di lingkungan Polres Luwu Utara segera dilarikan ke rumah sakit setelah ditemukan dalam kondisi memprihatinkan. Dugaan kekerasan oleh oknum petugas langsung mencuat dan memicu gerak cepat dari unit internal.

  • Tahanan ditemukan dengan luka lebam di sekujur tubuh.
  • Propam langsung menggelar penyelidikan dan memeriksa sejumlah personel.
  • Olah TKP dilakukan di area sel untuk mengumpulkan bukti.
  • Ancaman hukum tegas menanti pelaku penganiayaan.

Kasus ini kali pertama mencuat setelah adanya laporan internal dari sipir jaga yang melihat kondisi tahanan tidak wajar. Laporan itu langsung diteruskan ke pimpinan Polres dan unit Propam. Hingga berita ini diturunkan, garis polisi telah dipasang di sekitar sel guna menjaga kemungkinan bukti yang belum terungkap.

Peristiwa di Balik Jeruji

Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa tahanan berinisial A (27) itu mendekam dalam sel sendirian ketika insiden terjadi. Seorang sipir yang melakukan pengecekan rutin dikabarkan mendapati korban tergeletak lemah. Wajah dan bagian tubuh lainnya menunjukkan tanda-tanda bekas pukulan. Kejadian ini pun langsung dilaporkan ke piket komando. Tanpa menunggu lama, korban dievakuasi ke Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Daerah setempat. Pihak medis menyatakan kondisi tahanan stabil namun masih membutuhkan observasi ketat.

Propam Ambil Alih Penuh

Kepala Seksi Profesi dan Pengamanan Polres Luwu Utara membenarkan bahwa pihaknya tengah mendalami dugaan pidana dan pelanggaran etik. Sejumlah personel yang bertugas pada jam kejadian telah dimintai keterangan. Rekaman CCTV di sekitar sel juga tengah dianalisis untuk merekonstruksi peristiwa. 'Kami tidak akan melindungi siapa pun yang terbukti melanggar aturan,' tegas seorang perwira Propam. Penyelidikan ini merupakan wujud komitmen Polri untuk bersikap transparan dan akuntabel terhadap setiap aduan dari dalam maupun luar institusi.

Kapolres Luwu Utara melalui siaran pers singkat menyatakan bahwa pihaknya menyerahkan sepenuhnya proses investigasi kepada Propam. Ia juga memastikan bahwa pelayanan kesehatan bagi tahanan tersebut menjadi prioritas.

Sanksi Tegas Menanti

Jika terbukti, oknum yang terlibat tidak hanya akan menghadapi proses pidana atas penganiayaan, tetapi juga akan dijerat dengan sanksi kode etik kepolisian. Pemberhentian tidak dengan hormat menjadi konsekuensi paling berat. Pihak keluarga korban pun disebut telah dihubungi dan akan mendapatkan pendampingan. Kasus ini menjadi ujian bagi institusi di Luwu Utara untuk membuktikan bahwa tidak ada tempat bagi pelaku kekerasan di dalam barisan penegak hukum.

Publik dan organisasi masyarakat sipil di Sulawesi Selatan ikut menyoroti dugaan aksi kekerasan ini. Desakan agar proses disiplin dan pidana berjalan tanpa pandang bulu terus mengalir dari berbagai kalangan. Kasus ini menjadi momentum penting bagi Polri untuk menegaskan sikap nol toleransi terhadap perilaku menyimpang internal.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User