Sungai Seine Paris Kembali Jadi Tempat Berenang
Paris menghidupkan kembali tradisi berenang di Sungai Seine setelah puluhan tahun dilarang akibat pencemaran. Pada musim panas 2026, pemerintah kota membuka tiga titik renang resmi di sepanjang sunga
Paris menghidupkan kembali tradisi berenang di Sungai Seine setelah puluhan tahun dilarang akibat pencemaran. Pada musim panas 2026, pemerintah kota membuka tiga titik renang resmi di sepanjang sungai ikonik itu. Warga setempat dan wisatawan dari berbagai negara langsung menyerbu lokasi tersebut, menikmati sensasi berendam di aliran air yang menjadi saksi sejarah peradaban Prancis.
Ketiga area renang itu berlokasi di sekitar Taman Rives de Seine, dekat Île Saint-Louis, dan di kawasan Port de la Conférence, tidak jauh dari Menara Eiffel. Setiap titik dilengkapi dengan ponton, tangga akses, ruang ganti terapung, serta zona aman yang dipagari jaring. Pengawas bersertifikat berjaga sepanjang hari untuk memastikan keamanan para perenang. Fasilitas ini merupakan bagian dari proyek besar warisan Olimpiade Paris 2024 yang sempat tertunda, namun kini terwujud berkat percepatan program pembersihan sungai.
"Ini seperti mimpi yang jadi kenyataan. Saya sudah tinggal di Paris selama 40 tahun dan tidak pernah membayangkan bisa berenang di Seine. Airnya jernih, pemandangannya luar biasa," ujar Marie Leblanc, warga Marais yang menjadi salah satu pengunjung pertama di titik Île Saint-Louis.
Transformasi kualitas air Seine tidak terjadi dalam sekejap. Selama lebih dari satu dekade, otoritas kota menggelontorkan dana sekitar €1,5 miliar untuk membangun sistem pengolahan air hujan, memperbaiki jaringan pipa kuno, serta memasang teknologi penyaringan mutakhir di hulu sungai. Hasilnya, bakteri Escherichia coli dan enterococci yang sebelumnya melebihi ambang batas aman kini berhasil ditekan secara signifikan. Data pemantauan musim panas 2026 menunjukkan bahwa kualitas air di ketiga titik renang memenuhi standar Eropa.
Pembukaan ini juga mendukung agenda Wali Kota Paris untuk mengubah wajah perkotaan dan memperkuat ketahanan iklim. Sungai yang dulunya menjadi simbol polusi industri kini bertransformasi menjadi ruang publik hidup yang menghubungkan warga dengan alam di tengah pusat kota. Selain berenang, warga juga bisa menikmati kegiatan susur sungai, yoga di atas perahu, hingga pasar terapung yang digelar setiap akhir pekan.
"Kami ingin Seine menjadi milik semua orang, bukan sekadar jalur wisata perahu atau latar foto. Ini adalah langkah besar menuju kota yang lebih layak huni," kata Kepala Dinas Lingkungan Paris dalam konferensi pers peresmian.
Meski antusiasme tinggi, para pengelola tetap memberlakukan pembatasan ketat. Jumlah perenang per sesi dibatasi untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan, sementara sensor kualitas air dipantau secara real-time dan hasilnya ditampilkan di layar digital di setiap lokasi. Apabila parameter menunjukkan penurunan setelah hujan lebat, area renang langsung ditutup sementara.
Keberhasilan Paris membuka kembali akses renang di Seine menuai pujian dari berbagai kalangan, termasuk organisasi lingkungan internasional. Proyek ini dianggap sebagai model bagi kota-kota besar lain yang ingin merevitalisasi sungai mereka. Dua kota di Belanda dan Denmark bahkan sudah mengirim tim untuk mempelajari metode yang diterapkan Paris dalam pengelolaan air sungai perkotaan.
Dengan dibukanya tiga titik renang ini, Sungai Seine bukan hanya menjadi urat nadi sejarah dan kebudayaan, tetapi juga lambang masa depan kota yang lebih hijau dan inklusif. Warga Paris dan dunia kini punya alasan baru untuk jatuh cinta pada kota cahaya dari sudut yang belum pernah dijelajahi sebelumnya. Demikian laporan dari Beritatercepat.com.
Comments (0)