Sudaryono Sapu Bersih BGN: 261 Dipecat, 9 ASN Judol Terancam

JAKARTA — Hembusan angin perubahan langsung menerpa Badan Gizi Nasional (BGN). Baru tiga hari sejak dilantik, Kepala BGN Sudaryono membuktikan janjinya untuk membersihkan internal lembaga. Sebanyak ...

Jul 28, 2026 - 08:23
0 0
Sudaryono Sapu Bersih BGN: 261 Dipecat, 9 ASN Judol Terancam

JAKARTA — Hembusan angin perubahan langsung menerpa Badan Gizi Nasional (BGN). Baru tiga hari sejak dilantik, Kepala BGN Sudaryono membuktikan janjinya untuk membersihkan internal lembaga. Sebanyak 261 pegawai non-ASN dan tenaga ahli resmi diberhentikan serentak, Senin (27/7/2026).

Langkah ini diumumkan langsung oleh Sudaryono dalam konferensi pers di kantornya. Ia menegaskan, pemberhentian ini merupakan bagian dari penertiban besar-besaran yang akan terus berlanjut. “Kami mencoba bersih-bersih,” tegasnya, mengisyaratkan bahwa ini hanyalah gelombang pertama.

Pemecatan Massal 261 Pegawai

Dari total 261 pegawai yang dipecat, 224 di antaranya adalah pegawai non-ASN, sementara 37 lainnya merupakan tenaga ahli. Keputusan ini diambil setelah melalui proses evaluasi internal yang dilakukan secara cepat namun menyeluruh. Sudaryono merinci, mayoritas kasus yang menyasar para pegawai ini berkaitan dengan pelanggaran disiplin berat.

“Pelanggaran tidak disiplin menjadi alasan paling dominan,” kata Sudaryono. Ia menolak merinci lebih jauh bentuk pelanggarannya, namun memastikan bahwa tim inspektorat telah mengantongi bukti yang cukup untuk masing-masing individu. Pemberhentian ini berlaku efektif per hari pengumuman, tanpa ada masa toleransi.

Langkah ini merupakan realisasi dari instruksi Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan tata kelola BGN bersih dan profesional. Program-program vital seperti penyediaan gizi nasional tidak boleh dinodai oleh oknum yang melalaikan tanggung jawab.

Sembilan ASN Terancam Dipecat karena Judol dan Korupsi

Tidak berhenti di situ, Sudaryono juga mengultimatum para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) yang bermasalah. Saat ini, BGN sedang memproses pemecatan terhadap sembilan orang ASN dan P3K yang terbukti melakukan pelanggaran disiplin berat.

“Temuan sembilan orang ini sedang kami proses. Besar kemungkinan yang bersangkutan akan dipecat,” ujar Sudaryono dengan nada tegas. Pelanggaran yang menjerat mereka jauh lebih serius dari sekadar ketidakdisiplinan. Dua jenis pelanggaran utama mencuat: keterlibatan dalam judi online (judol) dan praktik penyalahgunaan dana yang oleh Sudaryono disebut sebagai ‘ngentit duit’.

Sanksi berat ini dimaksudkan untuk menimbulkan efek jera. Sudaryono ingin memastikan bahwa setiap rupiah yang dialokasikan untuk program gizi benar-benar sampai ke masyarakat, bukan malah mengalir ke kantong pribadi atau digunakan untuk aktivitas ilegal. “Kami tidak akan menoleransi permainan judi online di lingkungan BGN, apalagi sampai mengganggu keuangan negara,” ucapnya.

Target Mingguan: Reformasi Total Tanpa Henti

Di bawah komando Sudaryono, BGN menerapkan sistem pengawasan dan evaluasi mingguan. Setiap unit kerja akan diperiksa secara berkala, dan sanksi akan langsung menanti bagi mereka yang kedapatan melanggar. Targetnya, dalam waktu singkat seluruh lini organisasi sudah beroperasi dengan standar integritas tinggi.

“Kami ingin semua pegawai paham bahwa tidak ada tempat bagi pelanggar di BGN,” tegas Sudaryono. Reformasi internal ini berjalan paralel dengan penutupan dapur-dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bermasalah. Beberapa dapur yang terbukti tidak memenuhi standar higienitas dan kualitas makanan telah ditutup atau diberi peringatan keras.

Dengan gerakan bersih-bersih ini, BGN di bawah kendali Sudaryono ingin mematahkan stigma birokrasi lamban dan korup. Masyarakat menanti apakah gebrakan ini akan berhasil membalikkan citra lembaga yang kini menjadi ujung tombak pemenuhan gizi nasional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User