Sudaryono Ancam Pecat Kepala SPPG yang Pungut Fee dari Yayasan
JAKARTA — BARU SAJA, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengeluarkan ultimatum keras kepada seluruh Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Siapa pun yang terbukti meminta fee atau im...
JAKARTA — BARU SAJA, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengeluarkan ultimatum keras kepada seluruh Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Siapa pun yang terbukti meminta fee atau imbalan dari yayasan mitra akan langsung dipecat tanpa ampun.
Pernyataan itu disampaikan di hadapan ratusan Kepala SPPG se-Jabodetabek dalam rapat koordinasi mendadak yang digelar Senin pagi ini. Sudaryono menegaskan bahwa praktik pungutan liar dalam bentuk apa pun adalah pengkhianatan terhadap misi besar Program Makan Bergizi Gratis.
Ultimatum Langsung dari Pimpinan
Sudaryono tidak main-main. Ia menyebut bahwa segala bentuk permintaan tambahan penghasilan di luar ketentuan resmi adalah tindak pidana. "Begitu ada laporan masuk dan terbukti, hari itu juga saya tanda tangani surat pemecatan," ujarnya dengan nada tinggi.
Langkah ini diambil setelah beredar informasi adanya oknum Kepala SPPG yang diduga mengondisikan proyek pengadaan bahan baku kepada yayasan tertentu dengan imbalan persentase tertentu. Informasi itu kini sedang ditelusuri oleh tim Inspektorat BGN.
Fakta Kunci
- Sudaryono ancam pecat langsung Kepala SPPG yang pungut fee.
- Permintaan penghasilan tambahan di luar aturan masuk delik pidana.
- Rapat koordinasi mendadak digelar di Jakarta pagi ini.
- Tim Inspektorat BGN sedang menyelidiki laporan yang masuk.
- Program Makan Bergizi Gratis melibatkan ribuan SPPG di seluruh Indonesia.
Nol Toleransi untuk Pungli
Sudaryono menekankan bahwa setiap rupiah anggaran program harus sampai ke piring anak-anak tanpa potongan. "Yayasan mitra adalah tulang punggung operasional, bukan sapi perah," katanya. Ia meminta para Kepala SPPG melaporkan segala bentuk tekanan atau tawaran yang mencurigakan.
Pihak BGN juga membuka kanal pelaporan khusus yang terenkripsi untuk memudahkan pelapor tanpa takut intimidasi. Jalur ini terhubung langsung ke meja Sudaryono.
Pengawasan Diperketat
Sebagai tindak lanjut, BGN akan membentuk satuan tugas pengawas independen di setiap provinsi. Satgas ini bertugas memverifikasi seluruh transaksi antara SPPG dan yayasan mitra. Audit kejutan akan dilakukan secara acak tanpa pemberitahuan.
"Kami tidak akan membiarkan satu sen pun melenceng dari peruntukannya. Ini harga mati," tegas Sudaryono. Ia juga meminta masyarakat aktif mengawasi dan melapor jika menemukan kejanggalan.
Saat ini terdapat lebih dari 5.000 SPPG yang beroperasi di seluruh Indonesia. Setiap unit bertanggung jawab menyediakan puluhan ribu porsi makan bergizi setiap hari. Skala program yang masif ini, kata Sudaryono, membutuhkan integritas baja dari semua pihak.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada komentar resmi dari perwakilan yayasan mitra SPPG. Namun, seorang sumber yang enggan disebut namanya mengaku lega dengan langkah tegas pimpinan BGN tersebut.
Publik kini menunggu hasil investigasi yang dijanjikan paling lambat dua pekan ke depan. Sudaryono memastikan akan mengumumkan temuan secara transparan, termasuk menyebut nama jika memang terbukti ada pelanggaran.
Comments (0)