SOLO, Beritatercepat.com — Musibah kebakaran kembali melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo yang berlokasi di Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, Jawa Tengah. Kebakaran yang sempat dinyatakan padam tersebut kini dilaporkan kembali menyala dan membesar akibat hembusan angin kencang serta tingginya suhu udara kering di lokasi penumpukan sampah. Imbas dari peristiwa ini, aktivitas operasional pembuangan sampah harian di kawasan TPA terpaksa dialihkan sementara demi menjamin keselamatan para petugas dan efektivitas proses pemadaman.
Berdasarkan pemantauan di lokasi kejadian, kemunculan kembali titik api ini diduga kuat dipicu oleh akumulasi gas metana di bawah tumpukan sampah yang mencapai kedalaman puluhan meter. Meskipun bagian permukaan terlihat telah padam pasca-penanganan sebelumnya, suhu panas di lapisan bawah tetap menyimpan potensi bara api yang sewaktu-waktu dapat berkobar kembali saat terdesak hembusan angin.
Kronologi Munculnya Kembali Titik Api di TPA Putri Cempo
Proses kemunculan kembali kobaran api di TPA Putri Cempo berlangsung relatif cepat dan mengejutkan para petugas lapangan. Berikut adalah kronologi perkembangan situasi di lokasi kejadian:
- Fase Pemadaman Awal: Tim pemadam kebakaran gabungan sebelumnya berhasil memadamkan titik api utama di Blok 2 dan menyisakan tahap pendinginan (cooling down).
- Munculnya Asap Pekat: Pada pagi hari menjelang siang, kepulan asap putih pekat kembali terlihat membumbung tinggi dari sisi timur gunungan sampah TPA.
- Pemicu Angin Kencang: Hembusan angin yang sangat kuat pada siang hari mempercepat penyebaran bara api tersembunyi hingga membakar material plastik kering di permukaan seluas lebih dari 2,5 hektar.
- Tindakan Darurat: Petugas pemadam kebakaran mengerahkan sedikitnya 15 unit armada pemadam dan unit water cannon untuk mengepung titik api agar tidak meluas ke area instalasi penting.
Dampak Operasional dan Pengalihan Alur Pengangkutan Sampah
Terjadinya kebakaran susulan ini membawa dampak langsung terhadap alur distribusi dan pengelolaan sampah harian di Kota Surakarta. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bergerak cepat untuk mengantisipasi terjadinya penumpukan armada truk sampah yang berisiko terjebak di area zona bahaya.
Menurut keterangan pejabat setempat, volume sampah harian Kota Solo yang mencapai 300 hingga 350 ton per hari kini harus dikelola secara ekstra ketat. "Kami memutuskan menghentikan sementara aktivitas bongkar muat di zona terbakar dan mengalihkan seluruh armada ke zona penampungan cadangan di sisi barat TPA yang aman," ujar salah satu pejabat teknis DLH di lokasi kejadian.
Analisis Perbandingan Kondisi TPA Putri Cempo
Guna memahami perbandingan eskalasi dampak sebelum dan sesudah terjadinya kebakaran susulan, berikut adalah data teknis kondisi TPA Putri Cempo:
| Parameter Evaluasi | Kondisi Pasca-Pemadaman Awal | Kondisi Kebakaran Susulan |
|---|---|---|
| Luas Area Terdampak | Sekitar 1,0 hektar | Meluas hingga 2,5 hektar |
| Status Operasional | Pembatasan Jalur Masuk | Pengalihan Total ke Zona Cadangan |
| Jumlah Armada Damkar | 5 unit siaga pendinginan | 15 unit diterjunkan penuh |
| Potensi Bahaya Metana | Tergolong Sedang | Tergolong Sangat Tinggi |
Para ahli lingkungan mengingatkan bahwa penanganan kebakaran di tempat pembuangan akhir tidak cukup hanya dengan menyiramkan air di bagian permukaan. "Gas metana yang terperangkap di dalam tumpukan sampah bertindak seperti bahan bakar fosil bawah tanah. Jika tidak dilakukan pemotongan struktur gunungan sampah dan injeksi air mendalam, api akan terus membara secara tersembunyi," ungkap Prof. Rahmad Hidayat, pakar manajemen lingkungan hidup.
Mitigasi Lingkungan dan Penanganan Dampak Kebakaran
Selain upaya pemadaman fisik, pemerintah daerah bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surakarta juga mulai mengantisipasi dampak sekunder terhadap warga sekitar. Kepulan asap tebal diprediksi berpotensi mengganggu kualitas udara di wilayah permukiman terdekat, khususnya Kelurahan Mojosongo dan sekitarnya.
Sebagai langkah antisipasi risiko kesehatan seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), BPBD telah mendistribusikan ribuan masker medis dan mendirikan posko kesehatan siaga. Langkah pengawasan intensif terus dilakukan oleh petugas gabungan hingga seluruh titik api bawah tanah benar-benar padam secara permanen.
Comments (0)