Sinergi Pemda dan PKK Jadi Kunci Percepatan Program Prioritas di Akar Rumput
JAKARTA — Kolaborasi solid antara pemerintah daerah dan Tim Penggerak PKK langsung didorong penuh oleh Tri Tito Karnavian. Ketua Umum TP PKK itu baru saja menegaskan bahwa tanpa sinergi, program pri...
JAKARTA — Kolaborasi solid antara pemerintah daerah dan Tim Penggerak PKK langsung didorong penuh oleh Tri Tito Karnavian. Ketua Umum TP PKK itu baru saja menegaskan bahwa tanpa sinergi, program prioritas mustahil tuntas hingga ke level keluarga.
Sinergi Wajib di Seluruh Lini
Dalam arahan terbaru yang disampaikan kepada jajaran PKK se-Indonesia, Tri Tito meminta seluruh kader untuk tidak bergerak sendiri. Pemda harus menjadi mitra utama yang membuka akses data, anggaran, serta infrastruktur pendampingan. Ia menyebut momentum ini krusial agar target nasional di bidang kesehatan, pendidikan, dan ekonomi benar-benar menyentuh masyarakat paling bawah.
"Kita tidak bisa hanya mengandalkan semangat relawan. Perlu sistem yang terintegrasi dari provinsi sampai dasa wisma," ujar Tri Tito. Penegasan ini disampaikan saat membuka rapat koordinasi percepatan program di Jakarta, Sabtu (12/7/2026).
Fakta Kunci Kolaborasi
- 10 program prioritas nasional menjadi fokus percepatan, termasuk penurunan stunting dan pemberdayaan ekonomi keluarga.
- 34 provinsi diminta segera menyelaraskan rencana kerja PKK dengan APBD tahun berjalan.
- 1,2 juta kader PKK di seluruh Indonesia akan dilibatkan dalam pendataan dan pemantauan langsung ke rumah tangga.
- Tiga pilar utama sinergi: pendampingan gizi balita, pelatihan UMKM rumahan, dan literasi digital bagi ibu rumah tangga.
Program Prioritas yang Dipercepat
Tri Tito menyoroti angka stunting yang masih tinggi di beberapa wilayah. Ia meminta Pemda menyediakan data by name by address agar kader PKK tidak lagi menebak sasaran. Target penurunan stunting hingga 12 persen pada akhir tahun hanya bisa tercapai jika tiap desa bergerak serempak.
Selain gizi, program pendidikan anak usia dini (PAUD) dan taman bacaan masyarakat juga akan diperbanyak di pelosok. Pemda diinstruksikan mengalokasikan dana desa untuk pengadaan buku serta alat peraga sederhana. "Bunda PAUD harus ada di setiap kecamatan. Itu harga mati," tegasnya.
Pemda Diminta Buka Data dan Anggaran
Kepala daerah yang hadir dalam rapat koordinasi mendapatkan arahan langsung untuk mempercepat pencairan dana pendukung. Data keluarga prasejahtera wajib dibagikan kepada PKK paling lambat dua pekan ke depan. Langkah ini diharapkan memangkas birokrasi dan menghindari tumpang tindih bantuan.
"PKK adalah kepanjangan tangan Pemda di lapangan. Kalau Pemda tidak memberikan amunisi, bagaimana kami bisa menembak tepat sasaran?" tantang Tri Tito di hadapan puluhan bupati dan wali kota.
Respon dan Langkah Selanjutnya
Sejumlah daerah langsung merespons dengan membentuk tim terpadu. Pemprov Jawa Tengah, misalnya, mengonfirmasi telah menyiapkan sistem dashboard digital yang terhubung dengan kader hingga tingkat RT. Sumatera Barat dan Nusa Tenggara Timur juga menyatakan komitmennya mengintegrasikan anggaran posyandu dan PKK dalam satu komando.
Monitoring ketat akan dilakukan setiap bulan melalui aplikasi khusus yang saat ini tengah diuji coba. Tri Tito memastikan tidak akan segan memberikan teguran bagi daerah yang lambat bergerak. "Ini bukan sekadar rapat rutin. Ini darurat percepatan. Saya minta semua turun ke lapangan minggu depan," pungkasnya.
Baca juga:
Comments (0)