Suasana haru dan duka mendalam menyelimuti Kelurahan Wailiti, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Isak tangis Maria Sukarti Yam pecah tak terbendung saat meratapi gugurnya sang putra tercinta, Alfonsius Albinus Mehan. Pria yang sehari-hari mengabdikan dirinya sebagai dokter hewan di Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya tersebut menjadi korban keganasan penembakan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di tanah Papua.
Sanak keluarga dan warga setempat terus berdatangan ke rumah duka untuk memberikan penghormatan serta menyampaikan belasungkawa. Ibunda almarhum berulang kali memanggil nama putra kesayangannya dengan suara parau, tak menyangka bahwa pengabdian tulus sang anak di pulau pedalaman harus berakhir tragis akibat aksi kekerasan bersenjata.
Pengabdian Tulus Dokter Muda di Pedalaman Papua
Alfonsius Albinus Mehan dikenal oleh lingkaran keluarga dan koleganya sebagai sosok pemuda yang berdedikasi tinggi, bersahaja, serta memiliki kepedulian sosial yang amat besar. Selepas menyelesaikan gelar kedokteran hewan, ia memilih terjun langsung melayani masyarakat di pedalaman Papua untuk membantu penanganan kesehatan ternak dan pencegahan penyakit zoonosis.
"Dia selalu berpesan kepada kami di rumah agar tidak perlu cemas. Tugasnya murni untuk pelayanan kemanusiaan dan membantu para peternak lokal di Jayawijaya. Kami keluarga sangat terpukul dan tidak menyangka pengabdiannya justru dibalas dengan tindakan seluhur ini," ungkap salah seorang kerabat korban dengan nada penuh duka.
Insiden penembakan ini menambah daftar panjang kasus kekerasan yang menyasar para pekerja sipil dan tenaga pelayanan publik di area konflik Papua. Korban yang seharusnya mendapatkan jaminan keamanan saat menjalankan tugas negara justru gugur di medan bakti.
Tuntutan Keadilan dan Ringkasan Profil Korban
Pihak keluarga korban beserta warga Kabupaten Sikka mendesak aparat TNI-Polri dan pemerintah pusat untuk mengambil langkah tegas. Mereka menuntut pembalasan hukum yang adil dan penangkapan seluruh anggota kelompok yang bertanggung jawab atas penembakan fatal tersebut.
Berikut adalah rincian fakta kunci terkait identitas dan latar belakang insiden yang menimpa almarhum:
| Parameter | Detail Informasi |
|---|---|
| Nama Lengkap Korban | Alfonsius Albinus Mehan |
| Profesi / Unit Kerja | Dokter Hewan Dinas Kesehatan Kab. Jayawijaya |
| Asal Daerah Duka | Kelurahan Wailiti, Kab. Sikka, NTT |
| Pelaku Penyerangan | Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua |
| Waktu Kejadian Duka | 12 September 2026 |
Urgensi Jaminan Keamanan Aparatur Sipil di Zona Merah
Tragedi penembakan ini menyita perhatian publik serta para pengamat kebijakan keamanan. Penempatan tenaga medis, dokter hewan, guru, dan fasilitas layanan dasar di area rawan konflik membutuhkan evaluasi mendalam terkait perlindungan keselamatan. "Negara wajib memberikan standar operasional pengawalan yang ketat bagi setiap pelayan publik yang ditugaskan di wilayah berisiko tinggi," tegas pakar hukum dan keamanan daerah.
Guna mencegah berulangnya tragedi serupa, terdapat beberapa langkah strategis yang direkomendasikan:
- Pengawalan Ketat Aparat Security: Mewajibkan pendampingan personel TNI-Polri dalam setiap kegiatan lapangan tenaga sipil di zona rawan.
- Penegakan Hukum Tanpa Kompromi: Mengusut tuntas dan menindak tegas jaringan KKB yang sering meneror warga sipil dan petugas medis.
- Evaluasi Pemetaan Zona Merah: Memperketat izin mobilitas mandiri bagi pegawai pemerintah di wilayah dengan potensi konflik tinggi.
Proses pemulangan jenazah Alfonsius Albinus Mehan menuju kampung halamannya di Sikka terus difasilitasi oleh pemerintah daerah setempat agar almarhum dapat dimakamkan dengan layak di tanah kelahirannya.
Comments (0)