Serangan Balasan Iran Lumpuhkan Tiga Pangkalan Militer AS di Teluk

DUBAI, MENIT LALU — Iran baru saja melancarkan serangan rudal masif yang menghancurkan tiga pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk, mengubah lanskap keamanan regional dalam sekejap. Sera...

Jul 13, 2026 - 06:20
0 0

DUBAI, MENIT LALU — Iran baru saja melancarkan serangan rudal masif yang menghancurkan tiga pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk, mengubah lanskap keamanan regional dalam sekejap.

Serangan yang dimulai pukul 03.00 waktu setempat menargetkan pangkalan AS di Kuwait, Qatar, dan Bahrain secara simultan. Sistem pertahanan udara Patriot milik AS dilaporkan gagal mencegat seluruh proyektil yang masuk.

Kronologi Serangan

Menurut sumber militer, gelombang pertama rudal balistik presisi tinggi menghantam Pangkalan Ali Al Salem di Kuwait pada pukul 03.02. Hanya berselang 3 menit, Pangkalan Al Udeid di Qatar dan Pangkalan Sheikh Isa di Bahrain turut dihujani rudal.

  • 03.00: Radar AS mendeteksi peluncuran rudal dari Iran selatan.
  • 03.02: Pangkalan Ali Al Salem di Kuwait terkena 6 rudal.
  • 03.05: Pangkalan Al Udeid di Qatar dihantam 4 rudal.
  • 03.08: Pangkalan Sheikh Isa di Bahrain dilanda 5 rudal.
  • 03.15: Ketiga pangkalan melaporkan kerusakan struktural berat.

Kegagalan Patriot

Sistem rudal Patriot milik AS yang dirancang untuk mendeteksi dan menghancurkan proyektil musuh gagal beroperasi optimal. Sumber intelijen anonim mengkonfirmasi bahwa radar Patriot tidak mampu membedakan rudal jelajah rendah yang diluncurkan bersamaan dengan disrupsi elektronik skala penuh.

Seorang pejabat militer AS yang enggan disebut namanya mengakui bahwa pertahanan mereka telah dijinakkan terlebih dahulu.

Klaim Iran

Korps Garda Revolusi Iran langsung mengklaim bertanggung jawab atas serangan ini. Mereka menyebut operasi bertajuk Badai Pembalasan sebagai jawaban langsung atas kebiadaban AS yang menewaskan puluhan warga sipil dalam serangan udara di perbatasan Irak pekan lalu.

Korban dan Evakuasi

Belum ada angka resmi korban jiwa. Saksi mata di sekitar Pangkalan Al Udeid melaporkan mobil ambulans berhamburan dan helikopter evakuasi medis meraung-raung. Asap hitam tebal membubung dari landasan pacu utama yang hancur.

Seorang saksi berkebangsaan Qatar menggambarkan ledakan sangat dahsyat hingga tanah bergetar seperti gempa.

Respons AS dan Sekutu

Pentagon menyatakan tengah mengaktifkan protokol darurat. Kapal induk USS Eisenhower yang berpatroli di Teluk Persia dilaporkan meningkatkan status siaga ke level tertinggi. Sekutu-sekutu NATO di kawasan juga memperketat perimeter pertahanan.

Dampak Regional

Pasar minyak dunia langsung bereaksi. Harga minyak mentah Brent melonjak 8% dalam hitungan menit setelah kabar serangan tersiar. Maskapai internasional membatalkan penerbangan ke kawasan Teluk.

Perkembangan Selanjutnya

Belum diketahui apakah AS akan membalas serangan ini. Namun, para analis militer memperingatkan potensi eskalasi besar-besaran. Situasi ini dinilai bisa menjadi titik awal perang terbuka di Timur Tengah.

UPDATE: Laporan terbaru menyebutkan bahwa seluruh personel non-esensial sedang dievakuasi dari kedutaan-kedutaan AS di negara-negara tetangga. Situasi masih berkembang.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fitri-handayani

Reporter Breaking News. Siap siaga 24/7 untuk peristiwa besar.

Comments (0)

User