Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap lima jurnalis yang dilaporkan hilang di perairan Selat Sunda memasuki hari ketujuh. Tim SAR gabungan kini memperluas jangkauan pencarian dengan membagi area operasi ke dalam tujuh sektor strategis guna memaksimalkan penyisiran di tengah dinamika cuaca dan arus laut yang menantang.
Pencarian skala besar ini melibatkan ratusan personel gabungan dari Basarnas, TNI Angkatan Laut, Polairud Polda Banten dan Lampung, serta relawan nelayan setempat. Fokus operasi diarahkan pada perairan sekitar gugusan pulau dan jalur lintas penyeberangan utama.
Kronologi Perluasan Operasi Hari Ketujuh
Sejak operasi resmi dibuka pada pagi hari pukul 06.00 WIB, tim SAR langsung memetakan ulang koordinat pencarian berdasarkan permodelan pergerakan arus dan angin (SAR drift model). Berikut urutan tahapan operasi pada hari ketujuh:
- Pukul 06.00 WIB: Apel kekuatan personel dan pembagian regu ke dalam tujuh sektor pencarian terpisah di Pelabuhan Merak dan Bakauheni.
- Pukul 07.30 WIB: Pengerahan kapal patroli KN SAR Basarnas dan armada KRI meluncur menuju perairan terbuka Selat Sunda.
- Pukul 09.00 WIB: Helikopter pencari dan unit drone thermal diterbangkan untuk memantau titik-titik anomali dari udara.
- Pukul 13.00 WIB: Evaluasi berkala data citra termal dan laporan visual armada laut di posko kendali operasi.
"Kami memanfaatkan seluruh sumber daya yang ada pada hari ketujuh ini. Penyisiran diperluas menjadi tujuh sektor karena pergerakan arus laut Selat Sunda sangat dinamis dan dapat membawa material hingga puluhan mil laut dari titik perkiraan hilang," ujar Kepala Kantor SAR selaku SAR Mission Coordinator (SMC).
Pemanfaatan Helikopter dan Drone Thermal Aktif
Untuk menembus area yang sulit dijangkau kapal patroli, tim mengandalkan pemantauan udara jarak dekat. Pengerahan helikopter penyelamat dipadukan dengan pengoperasian drone berkamera termal (thermal imaging) yang mampu mendeteksi perbedaan suhu objek di permukaan air, baik pada siang hari maupun saat visibilitas menurun akibat kabut laut.
Strategi pemetaan tujuh sektor mencakup sejumlah area penting:
- Sektor I & II: Area perairan sekitar Pulau Sangiang dan alur penyeberangan kapal cepat.
- Sektor III & IV: Perairan selatan mendekati kompleks Gunung Anak Krakatau hingga Pulau Sebesi.
- Sektor V & VI: Wilayah pesisir barat Banten hingga Tanjung Lesung.
- Sektor VII: Garis pantai timur Lampung Selatan guna mengantisipasi objek yang terbawa arus ke sisi barat.
Evaluasi Masa Tanggap Darurat
Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan, standar masa operasi SAR berlangsung selama tujuh hari. Pihak keluarga korban dan asosiasi jurnalis terus memantau perkembangan di posko utama, berharap kelima awak media dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat.
Comments (0)