Sep 17, 2026
Hukum

SELAT SUNDA — Dua Kapal TNI AL Kembali Perkuat Pencarian Korban Hilang

Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap lima jurnalis dan tiga kru kapal yang dilaporkan hilang di perairan Selat Sunda memasuki fase krusial. Mem

SELAT SUNDA — Dua Kapal TNI AL Kembali Perkuat Pencarian Korban Hilang

Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap lima jurnalis dan tiga kru kapal yang dilaporkan hilang di perairan Selat Sunda memasuki fase krusial. Memasuki hari keenam operasi gabungan, armada pencarian sempat mengalami rotasi teknis di mana kapal perang KRI Leuser dan kapal patroli KAL Pohawang ditarik sementara ke pangkalan untuk pengisian logistik dan konsolidasi sebelum kembali diterjunkan penuh.

Tim SAR gabungan yang dikoordinasikan Basarnas bersama unsur TNI Angkatan Laut, Polairud, dan relawan maritim terus memetakan pergerakan arus laut yang dinamis guna memperluas sektor penyisiran dari titik koordinat terakhir kapal nahas tersebut dilaporkan hilang kontak.

Kronologi dan Evaluasi Operasi Hari Keenam

Pada penyisiran hari keenam, fokus operasi tetap diarahkan pada sektor perairan barat Selat Sunda hingga mendekati gugusan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Kendati KRI Leuser dan KAL Pohawang absen sementara dari garis depan, sejumlah perahu cepat (RIB) dan kapal patroli tipe medium tetap mengarungi perairan dengan metode parallel track search.

"Rotasi alutsista laut merupakan prosedur standar dalam operasi kemanusiaan jangka panjang. Kapal membutuhkan pengisian bahan bakar, perbekalan air bersih, serta pemeliharaan mesin agar siap bermanuver maksimal saat penyisiran dilanjutkan," tegas perwakilan komando operasi laut di posko SAR terpadu.

Berikut adalah catatan kronologis tahapan operasi pencarian delapan korban di Selat Sunda hingga saat ini:

  1. Hari ke-1 sampai ke-2: Deteksi sinyal darurat dan penyisiran awal di sekitar titik koordinat kapal dilaporkan hilang kontak; penemuan sejumlah serpihan pelampung.
  2. Hari ke-3 sampai ke-4: Perluasan radius pencarian hingga radius 25 mil laut (nautical miles) dengan melibatkan armada KRI Leuser dan KAL Pohawang.
  3. Hari ke-5: Hambatan cuaca ekstrem berupa gelombang tinggi mencapai 2,5 meter dan arus bawah laut yang kuat menggeser fokus area ke arah selatan.
  4. Hari ke-6: Konsolidasi pangkalan dan pemeliharaan teknis KRI Leuser serta KAL Pohawang; penyisiran permukaan tetap digencarkan oleh unit patroli cepat Basarnas.
  5. Rencana Hari ke-7: Pengerahan kembali armada utama secara simultan untuk menyisir zona anomali dasar laut dan perairan dangkal.

Strategi Pengerahan Armada Penuh Besok Hari

Mulai esok hari, KRI Leuser yang memiliki kemampuan derek serta logistik angkut berat bersama KAL Pohawang yang lincah bermanuver di perairan dangkal dipastikan kembali membelah ombak Selat Sunda. Kesiapan dua kapal ini sangat diharapkan mempercepat penemuan para jurnalis dan kru yang belum diketahui keberadaannya.

Selain pengerahan alutsista permukaan laut, tim koordinasi juga menyiagakan elemen pengintaian udara jika kondisi jarak pandang (visibility) memungkinkan. Keluarga korban yang menunggu di posko induk Pelabuhan Merak terus mendapatkan pembaruan informasi berkala dari otoritas terkait terkait perkembangan operasi pencarian.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS fitri-handayani

Reporter Breaking News. Siap siaga 24/7 untuk peristiwa besar.

Comments (0)

User