Sekolah di Menteng Terapkan PJJ Pascabentrok Warga

BREAKING — MENIT LALU Sebuah sekolah dasar di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, langsung menghentikan kegiatan tatap muka dan beralih ke pembelajaran jarak jauh (PJJ) setelah bentrokan antarwarga mele...

Jul 27, 2026 - 23:58
0 0
Sekolah di Menteng Terapkan PJJ Pascabentrok Warga

BREAKING — MENIT LALU Sebuah sekolah dasar di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, langsung menghentikan kegiatan tatap muka dan beralih ke pembelajaran jarak jauh (PJJ) setelah bentrokan antarwarga meletus hanya beberapa ratus meter dari gedung sekolah.

Lokasi Persis dan Kronologi

Bentrokan pecah sekitar pukul 08.30 WIB di Jalan Pegangsaan Barat, tepatnya di depan kompleks permukiman padat penduduk. Dua kelompok warga yang sudah lama berselisih soal tapal batas lahan terlibat aksi saling lempar batu dan kayu. Suara letusan petasan dan asap pembakaran ban bekas menyelimuti jalan utama, memicu kepanikan di sekitar lokasi.

Koramil dan Polsek Menteng meluncurkan 150 personel gabungan ke titik rawan hanya dalam waktu 12 menit setelah laporan pertama masuk. Polisi menutup akses Jalan Pegangsaan Barat dari dua arah dan mengalihkan lalu lintas ke Jalan Cikini Raya.

Sekolah Ambil Langkah Darurat

SDN Menteng 01, yang hanya berjarak 250 meter dari pusat bentrokan, menjadi institusi pertama yang merespons ancaman keamanan. Kepala sekolah, melalui surat edaran yang dikirim ke grup WhatsApp orang tua pukul 09.00 WIB, mengumumkan bahwa seluruh siswa dari kelas 1 hingga 6 wajib belajar dari rumah mulai hari ini hingga situasi dinyatakan kondusif.

"Kami tidak mau ambil risiko. Sekolah tidak bisa menjamin keselamatan anak-anak jika massa tiba-tiba bergerak ke arah sini," ujar Humas Sekolah yang dikonfirmasi tim redaksi.

Guru-guru langsung mengunggah modul digital dan mengaktifkan tautan Google Classroom untuk masing-masing kelas. Bagi siswa yang tidak memiliki gawai, sekolah menyediakan lembar kerja cetak yang bisa diambil orang tua di pos keamanan RW setempat besok pagi.

Respons Dinas Pendidikan dan Polisi

Kepala Suku Dinas Pendidikan Jakarta Pusat Wilayah I mempercepat keluarnya surat imbauan kepada seluruh sekolah di Kecamatan Menteng untuk meningkatkan kewaspadaan. "Sekolah yang radius di bawah 500 meter dari titik konflik kita sarankan untuk fleksibel, boleh hybrid atau full PJJ dulu," tegasnya saat dihubungi via telepon.

Sementara itu, Kapolsek Menteng menyatakan bahwa belum ada korban jiwa dalam bentrokan, namun tiga warga mengalami luka ringan dan sudah dilarikan ke RSCM. Polisi mengamankan dua bilah celurit dan satu senapan angin dari lokasi. Patroli berskala besar digelar tiap dua jam untuk memastikan tidak ada penyusup yang kembali memprovokasi.

Jalan Ditutup, Akses Publik Terganggu

Hingga siang ini, Jalan Pegangsaan Barat masih dipasang police line sepanjang 500 meter. Transjakarta koridor 4D yang biasanya melintas di depan sekolah terpaksa dialihkan ke rute alternatif. Warga sekitar berharap ketegangan segera mereda agar aktivitas belajar dan bekerja kembali normal.

Orang tua murid yang ditemui di pinggir jalan mengaku cemas, tapi setuju dengan keputusan PJJ. "Lebih baik anak di rumah daripada jadi korban salah sasaran," kata seorang ibu yang anaknya duduk di kelas 3.

Pihak sekolah belum menetapkan sampai kapan PJJ akan berlangsung. Mereka menunggu sinyal aman dari Polsek Menteng. Jika besok pagi situasi belum membaik, edaran baru akan segera dikirim kepada seluruh wali murid.

UPDATE: Rapat koordinasi antara Camat, Danramil, dan tokoh masyarakat dijadwalkan sore ini pukul 16.00 WIB di Kantor Camat Menteng untuk mencari solusi damai.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User