GROBOGAN – Bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tanggirejo di Kabupaten Grobogan yang nyaris ambruk akibat serangan rayap kini memasuki tahap revitalisasi. Proyek ini dimulai setelah inspeksi mendadak oleh tim ahli bangunan pada Maret lalu menemukan hampir seluruh struktur kayu di tiga ruang kelas utama telah lapuk dimakan rayap. Pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengucurkan anggaran melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan untuk menyelamatkan kegiatan belajar-mengajar di sekolah tersebut.
Kondisi Memprihatinkan Sebelum Revitalisasi
Sebelum proyek revitalisasi dimulai, sejumlah ruang kelas di SDN Tanggirejo mengalami kerusakan parah. Atap bocor, dinding retak, dan rangka kayu lapuk akibat rayap membuat siswa terpaksa belajar dalam kondisi tidak aman. Kepala SDN Tanggirejo, Suryanto, mengungkapkan bahwa ancaman robohnya bangunan sempat membuat aktivitas belajar diliburkan selama satu pekan pada awal bulan lalu.
"Kami sangat khawatir. Rayap sudah menggerogoti hampir semua tiang penyangga. Kalau hujan deras, air masuk dan menggenangi lantai. Anak-anak tidak bisa konsentrasi," ujar Suryanto saat ditemui di lokasi, Kamis (10/7).
Program Revitalisasi Satuan Pendidikan
Program Revitalisasi Satuan Pendidikan merupakan inisiatif Kemendikbudristek yang menyasar sekolah-sekolah dengan kondisi bangunan rusak berat. Tahun ini, SDN Tanggirejo menjadi salah satu dari ratusan sekolah penerima manfaat. Anggaran yang dialokasikan mencapai Rp1,2 miliar untuk perbaikan total tiga ruang kelas, perpustakaan, dan sanitasi.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan, Andi Susanto, mengatakan proses revitalisasi ditargetkan selesai dalam waktu tiga bulan. "Kami berkoordinasi penuh dengan pihak kontraktor dan komite sekolah agar pengerjaan tidak mengganggu jadwal ujian akhir semester. Siswa sementara dipindahkan ke balai desa terdekat," jelasnya.
Tanggapan dan Harapan Warga
Orangtua siswa dan warga sekitar menyambut positif langkah cepat pemerintah. Nurhayati, salah satu wali murid, berharap setelah revitalisasi anak-anak bisa belajar dengan nyaman dan aman. "Selama ini saya cemas setiap kali anak saya pulang dengan seragam basah karena atap bocor. Terima kasih pemerintah sudah peduli," katanya.
Revitalisasi tidak hanya fokus pada perbaikan struktur, tetapi juga menyertakan instalasi anti-rayap untuk mencegah kerusakan serupa di masa mendatang. Material kayu akan diganti dengan baja ringan, dan fondasi diperkuat.
Langkah Antisipasi Serangan Rayap
Untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang, Dinas Pendidikan Grobogan bekerja sama dengan ahli pengendalian hama. Seluruh struktur kayu yang tersisa akan diinjeksi dengan cairan anti-rayap berstandar nasional. Selain itu, drainase di sekitar gedung diperbaiki untuk mengurangi kelembapan yang menjadi pemicu berkembangnya koloni rayap. "Kami menggunakan teknologi baiting system yang ramah lingkungan, sehingga aman bagi siswa," jelas pakar pengendalian hama, Budi Hartono.
Dengan selesainya proyek ini, SDN Tanggirejo diharapkan mampu menampung kembali 120 siswa yang kini menuntut ilmu secara terpisah. Pemerintah daerah juga berencana mengajukan tambahan ruang baru untuk mengakomodasi peningkatan jumlah pendaftar tahun depan.
Comments (0)