Sawah Terancam Kering, Pemprov Banten Kerahkan Ratusan Pompa Air

BARU SAJA — Pemerintah Provinsi Banten langsung mengerahkan ratusan pompa air berkapasitas tinggi untuk menyelamatkan ribuan hektar sawah yang terancam mengering akibat fenomena El Nino ekstrem. Lan...

Jul 13, 2026 - 10:24
0 0
Sawah Terancam Kering, Pemprov Banten Kerahkan Ratusan Pompa Air

BARU SAJA — Pemerintah Provinsi Banten langsung mengerahkan ratusan pompa air berkapasitas tinggi untuk menyelamatkan ribuan hektar sawah yang terancam mengering akibat fenomena El Nino ekstrem. Langkah darurat ini diambil setelah sejumlah daerah sentra pertanian melaporkan penurunan debit air drastis.

Keputusan ini diambil dalam rapat darurat yang dipimpin Penjabat Gubernur Banten, hanya beberapa jam setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperbarui peringatan kekeringan untuk wilayah barat Pulau Jawa. El Nino diprediksi mencapai puncaknya pada Agustus-September 2023, memicu musim kemarau lebih panjang dan kering dari biasanya.

Armada Pompa Disiagakan 24 Jam

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Banten, Agus Tauchid, dikonfirmasi bahwa total 350 unit pompa air berkapasitas 6 inci dan 8 inci telah disebar ke empat kabupaten prioritas. Pompa-pompa ini akan menyedot air dari sungai-sungai utama seperti Ciujung, Cidurian, dan Cisadane untuk dialirkan ke jaringan irigasi tersier yang mulai mengering.

  • Total pompa: 350 unit, 200 unit tambahan siaga.
  • Lokasi prioritas: Kabupaten Serang, Pandeglang, Lebak, dan Tangerang.
  • Luas sawah terancam: 12.500 hektar, 3.200 hektar di antaranya kritis.
  • Durasi operasi: 24 jam nonstop dengan sistem bergilir.

"Ini adalah upaya maksimal. Kami sudah memetakan titik-titik rawan dan memasang pompa di 87 titik strategis. Prioritas kami menyelamatkan tanaman padi yang sedang memasuki fase generatif," tegas Agus dalam konferensi pers yang digelar satu jam lalu.

Petani Diminta Atur Pola Tanam

Pemprov Banten juga mewajibkan seluruh kelompok tani untuk menyesuaikan jadwal tanam. Area yang diprediksi tidak mendapat pasokan air dalam dua pekan ke depan diinstruksikan untuk tidak melakukan penyemaian baru. Langkah drastis ini untuk mencegah kerugian lebih besar karena tanaman padi yang baru ditanam sangat rentan mati kekeringan.

Sebelumnya, beberapa wilayah di Kabupaten Lebak dan Pandeglang sudah melaporkan sawah retak-retak. Seorang petani di Kecamatan Cibaliung, Ade Suherman (45), mengatakan bahwa musim kemarau kali ini terasa lebih panas dibanding tahun-tahun sebelumnya. "Sumur bor kami mulai kering. Kalau tidak ada bantuan pompa, bisa gagal panen," katanya saat ditemui di ladang.

Koordinasi Lintas Instansi Diperkuat

Penjabat Gubernur Banten, Al Muktabar, telah mengeluarkan surat edaran darurat yang memerintahkan seluruh camat dan kepala desa untuk aktif melaporkan perkembangan kondisi air di wilayahnya. Posko penanggulangan kekeringan didirikan di tiap kabupaten, terhubung langsung dengan ruang kendali BPBD dan Dinas PUPR.

"Kami tidak berpangku tangan. Setiap jam kami terima laporan lapangan. Jika ada pompa rusak atau kekurangan bahan bakar, tim langsung bergerak," ujar Muktabar.

Cadangan Air dan Rekayasa Cuaca

Selain pompa, Pemprov Banten juga menyiapkan embung-embung bergerak serta truk tangki air untuk menyuplai daerah yang sama sekali tidak memiliki akses sungai. Sebanyak 45 truk tangki air bersih disiagakan, terutama untuk wilayah pesisir selatan yang sumber air tanahnya mulai payau akibat intrusi air laut.

Tidak hanya itu, koordinasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta TNI AU juga dilakukan untuk memungkinkan rekayasa cuaca hujan buatan. Rencana modifikasi cuaca ini menunggu ketersediaan awan yang memadai di langit Banten.

UPDATE pukul 15.00: Tim teknis Dinas Pertanian baru saja menyelesaikan pemasangan 20 unit pompa baru di Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, yang merupakan sentra penghasil beras terbesar di Banten. Petani setempat langsung mengoperasikan pompa tersebut dan air mulai mengalir ke saluran irigasi yang sempat kosong selama sepekan.

Pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian juga telah menyatakan akan mengirim bantuan 150 unit pompa tambahan jika kondisi memburuk. Menteri Pertanian dijadwalkan meninjau langsung lokasi terdampak pada awal pekan depan.

Situasi ini mengingatkan pada kekeringan parah tahun 2019 saat Banten kehilangan hampir 5.000 hektar panen. Dengan antisipasi dini yang lebih masif, Pemprov optimis angka kerugian bisa ditekan signifikan.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fitri-handayani

Reporter Breaking News. Siap siaga 24/7 untuk peristiwa besar.

Comments (0)

User