Sarwendah dan Ruben Onsu Ngotot Perebutkan Hak Asuh Anak

Sidang perdana perceraian Sarwendah dan Ruben Onsu telah rampung digelar di Pengadilan Agama Jakarta Selatan pada Selasa (15/7/2026). Tak hanya mengurus pe

Jul 16, 2026 - 19:00
0 0
Sarwendah dan Ruben Onsu Ngotot Perebutkan Hak Asuh Anak

Sidang perdana perceraian Sarwendah dan Ruben Onsu telah rampung digelar di Pengadilan Agama Jakarta Selatan pada Selasa (15/7/2026). Tak hanya mengurus perceraian, persidangan tersebut juga menjadi ajang sengit perebutan hak asuh atas dua anak mereka, Thalia Putri Onsu dan Thania Putri Onsu. Baik kubu Sarwendah maupun Ruben sama-sama ngotot menginginkan hak asuh penuh.

Awal Mula Konflik Hak Asuh

Rumah tangga Sarwendah dan Ruben Onsu yang telah dibina selama bertahun-tahun harus berakhir di meja hijau. Salah satu poin paling krusial yang menjadi perdebatan adalah nasib kedua anak perempuan mereka. Dalam sidang tertutup yang digelar hari ini, masing-masing pihak menyampaikan argumentasi mengapa mereka layak menjadi wali tunggal.

Kuasa hukum Sarwendah, Minola Sebayang, menegaskan bahwa kliennya memiliki rekam jejak sebagai ibu rumah tangga yang dekat dengan anak-anak. “Ibu Sarwendah selama ini yang paling sering mendampingi Thalia dan Thania dalam kegiatan sehari-hari, mulai dari sekolah hingga kegiatan ekstrakurikuler. Ikatan emosional antara beliau dan anak-anak sangat kuat,” ujar Minola di hadapan media usai sidang.

“Klien kami siap memberikan yang terbaik bagi kedua anak. Hak asuh penuh adalah langkah untuk menjaga stabilitas mental dan fisik mereka di tengah perpisahan orang tua.”
— Minola Sebayang, Kuasa Hukum Sarwendah

Argumen dari Kubu Ruben Onsu

Di sisi lain, Ruben Onsu tidak mau kalah. Kuasa hukum Ruben, Razman Arif Nasution, menyebutkan bahwa Ruben memiliki kapasitas finansial dan kedekatan yang sama besarnya dengan anak-anak. “Pak Ruben adalah figur ayah yang sangat perhatian. Tak jarang beliau yang menjemput anak sekolah, memasak sendiri makanan kesukaan mereka, dan mengajak liburan. Kami yakin pengadilan akan mempertimbangkan fakta bahwa kedua orang tua sama-sama layak, namun kepentingan terbaik anak harus menjadi prioritas,” kata Razman.

“Pak Ruben siap menjadi orang tua tunggal dan akan memastikan anak-anak tidak kehilangan kasih sayang meski rumah tangga ini bubar. Hak asuh bersama pun masih jadi opsi, tapi klien kami menginginkan yang terbaik.”
— Razman Arif Nasution, Kuasa Hukum Ruben Onsu

Pertimbangan Hukum dan Psikologis

Menurut praktisi hukum keluarga, Dr. Supriyadi, S.H., M.H., kasus perebutan hak asuh biasanya akan mempertimbangkan beberapa faktor utama. “Pertama, siapa yang paling dekat secara emosional dengan anak. Kedua, siapa yang memiliki kondisi finansial stabil. Ketiga, apakah ada riwayat kekerasan atau penelantaran. Biasanya hakim juga akan meminta rekomendasi dari psikolog anak,” jelasnya. Dalam kasus Sarwendah dan Ruben, kedua faktor tersebut tampak berimbang, sehingga persidangan diperkirakan akan berlangsung alot.

Pakar psikologi anak dari Universitas Indonesia, Prof. Lita Hadiati, menambahkan bahwa konflik orang tua yang berkepanjangan justru bisa merugikan psikis anak. “Anak-anak butuh kepastian dan stabilitas. Jika kedua orang tua terus berseteru di pengadilan, justru anak yang menjadi korban. Idealnya, mereka mencapai kesepakatan bersama demi kebaikan buah hati,” tuturnya.

Jalannya Sidang Perdana

Sidang perdana yang digelar secara tertutup hanya dihadiri oleh kuasa hukum kedua belah pihak. Kedua orang tua, Sarwendah dan Ruben, tidak hadir secara langsung. Agenda sidang hari ini meliputi mediasi awal dan pembacaan gugatan. Mediator pengadilan telah memberikan waktu kepada kedua pihak untuk merundingkan kemungkinan damai. Namun, hingga sesi mediasi usai, belum ditemukan titik temu terkait hak asuh anak.

Sidang lanjutan dijadwalkan pada pekan depan dengan agenda pembuktian. “Kami akan menghadirkan saksi-saksi dan bukti pendukung bahwa Sarwendah adalah ibu yang paling layak mengasuh anak-anak. Tidak ada kompromi soal hal ini,” tegas Minola. Sementara itu, Razman juga optimis: “Kami memiliki bukti rekaman dan kesaksian tetangga bahwa Ruben sangat aktif dalam pengasuhan. Kami yakin kebenaran akan terungkap.”

Reaksi Publik dan Netizen

Pertarungan hukum antara dua selebritas ini menyedot perhatian publik. Tagar #RebutanHakAsuh dan #SarwendahRuben sempat menjadi trending topic di media sosial. Banyak warganet yang berharap agar keduanya segera berdamai demi anak-anak. Seorang netizen menulis, “Yang penting anak-anak bahagia, jangan sampai mereka jadi korban.” Lainnya menyayangkan sikap ngotot kedua belah pihak yang dianggap tidak dewasa.

Analisis dan Prediksi

Melihat kekuatan hukum yang seimbang, pengamat hukum memperkirakan hakim kemungkinan akan memutuskan hak asuh bersama (joint custody). Namun, jika keduanya terus bersikeras, putusan akhir bisa memakan waktu berbulan-bulan. Skema hak asuh bersama bisa menjadi solusi tengah, di mana anak-anak tinggal bergantian dengan ayah dan ibu dalam jangka waktu tertentu.

Kedua anak, Thalia (10 tahun) dan Thania (7 tahun), saat ini masih tinggal di rumah bersama Sarwendah sementara proses hukum berjalan. Ruben diberi akses kunjungan tanpa pengawasan. Namun, situasi ini dinilai kurang ideal bagi perkembangan anak yang membutuhkan figur kedua orang tua secara utuh.

Sarwendah dan Ruben Onsu sama-sama ngotot untuk memegang hak asuh kedua anak mereka. Pertarungan di pengadilan masih panjang. Publik hanya bisa berharap yang terbaik bagi keluarga kecil ini, terutama demi masa depan Thalia dan Thania.

[SOCIAL_TWEET]: Sarwendah vs Ruben Onsu sama-sama ngotot rebut hak asuh Thalia dan Thania. Sidang perdana sudah rampung, tapi belum ada titik temu. Siapa yang akan menang? #SarwendahRuben #HakAsuhAnak #PerceraianSelebriti [SOCIAL_TG]: 🚨 Sarwendah vs Ruben Onsu: Perebutan hak asuh anak memanas. Sidang perdana selesai, tapi belum damai. Klik untuk baca selengkapnya!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User