Sampang — AKBP Hartono Pimpin Upacara Hari Bhayangkara ke-80 di Polres Sampang

SAMPANG — Dentang semangat Bhayangkara menggema kuat di Lapangan Mapolres Sampang, Rabu (1/7/2026), saat AKBP Hartono S.Pd, MM dengan tegap memimpin langsu

Jul 08, 2026 - 05:03
0 0
SAMPANG — Dentang semangat Bhayangkara menggema kuat di Lapangan Mapolres Sampang, Rabu (1/7/2026), saat AKBP Hartono S.Pd, MM dengan tegap memimpin langsung upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Ribuan mata serempak tertuju ke mimbar inspektur, menyimak lantangnya amanat yang dibacakan dari Kapolda Jatim, sebuah momen yang menegaskan kembali komitmen menjaga keamanan dan ketertiban di Bumi Bahari. Upacara yang digelar khidmat ini bukan sekadar seremonial tahunan. Ia menjadi ajang konsolidasi kekuatan lintas sektor yang jarang terjadi: seluruh Kepala OPD Kabupaten Sampang, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta jajaran TNI-Polri bersatu padu dalam satu barisan gagah.

Sinergi Lintas Sektor yang Tak Biasa

Hadirnya para pemangku kepentingan di luar lingkup keamanan publik menjadi sorotan tajam. Para Kepala instansi vital — dari Kepala PLN, Kepala Bulog, hingga Kepala Diskominfo — duduk bersisip di kursi undangan, menunjukkan bahwa keamanan bukan lagi urusan polisi semata. Perwakilan dunia usaha pun tampak lengkap: Pemimpin Cabang Bank Jatim, BRI, dan BNI turut membaur. Di sisi lain, barisan elemen masyarakat sipil juga tak kalah mencolok. Ketua KPU, Ketua Bawaslu, Ketua Senkom, Ketua ORARI, hingga Ketua Koordinator PPL turut ambil bagian, mengguratkan pesan tak langsung: semua pihak adalah penjaga stabilitas. Sementara itu, kesiapan personel gabungan yang mengisi baris-berbaris upacara benar-benar menggetarkan. Komposisinya mencerminkan kolaborasi keamanan tanpa sekat: personel TNI, Polri, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan berjajar rapi, simbol kekuatan yang siap bergerak dalam satu komando.

Pesan Emosional dari Hati Kapolda Jatim

Suasana bertambah khidmat saat AKBP Hartono mulai membacakan amanat tertulis Inspektur Jenderal Polisi Drs. Nanang Aviantoto, M.Si. Kalimat pembuka langsung menghunjam, mengangkat capaian yang terasa personal bagi setiap seragam cokelat yang berdiri di sana.
“Apresiasi ini berangkat dari refleksi perjalanan satu tahun ke belakang yang telah menguji ketangguhan kita sebagai pelindung masyarakat. Dari kerja keras dalam penanganan evakuasi tanggap darurat, pengamanan aksi unjuk rasa, hingga manajemen arus lalu lintas pada Operasi Ketupat Semeru 2026,” ujar Kapolres dengan intonasi tinggi, persis menirukan Kapolda Jatim.
Amanat itu tak hanya mengapresiasi, tapi membakar semangat kolektif. Disebutkan bahwa kerja-kerja sunyi saat evakuasi bencana dan pengamanan unjuk rasa menjadi bukti bahwa Polri hadir dalam setiap tarikan napas warga. Penekanan pada Operasi Ketupat Semeru 2026 memperlihatkan bahwa arus mudik dan balik yang lancar adalah buah dari kolaborasi yang terencana matang. “Kita bukan hanya penjaga, kita adalah pelindung,” tegasnya dalam amanat yang membuat banyak peserta mengangguk dalam diam.

Barisan yang Bicara Banyak

Jika biasanya upacara hanya menampilkan formasi dari satu institusi, kali ini berbeda. Gabungan TNI-Polri, Satpol PP, dan Dishub yang menjadi petugas upacara menggambarkan konsep keamanan yang terintegrasi. Tak ada lagi sekat-sekat ego sektoral. Bagi banyak undangan yang hadir, visual barisan multi-seragam itu adalah jawaban atas harapan penanganan konflik dan bencana yang lebih responsif. “Kami di lapangan sering bergerak sendiri-sendiri, kini kami tunjukkan bahwa kami bisa menyatu dalam aba-aba yang sama,” ujar seorang perwira TNI yang enggan disebutkan namanya. Di penghujung acara, para undangan dari berbagai latar belakang terlihat berbaur dalam sesi ramah tamah yang cair dan penuh tawa. Hari Bhayangkara ke-80 di Sampang bukan sekadar momen tumpah ruah seremonial; ia adalah deklarasi sinergi yang dimulai dari langkah serempak di lapangan upacara dan siap berlanjut dalam menjaga denyut nadi Kabupaten Sampang sepanjang tahun.

Keamanan sejati, sebagaimana pesan yang menggema pagi itu, lahir dari hati yang terpanggil, bukan dari seragam yang dikenakan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User