Sep 19, 2026
Nasional

Riset UGM: Makanan Favorit Jadi Self-Reward Utama Generasi Z

Di tengah hiruk-pikuk beban kerja yang menumpuk dan tekanan akademis yang kian meningkat, segelintir anak muda kerap melangkahkan kaki ke kedai kopi kekini

Riset UGM: Makanan Favorit Jadi Self-Reward Utama Generasi Z

Di tengah hiruk-pikuk beban kerja yang menumpuk dan tekanan akademis yang kian meningkat, segelintir anak muda kerap melangkahkan kaki ke kedai kopi kekinian atau memesan makanan favorit melalui aplikasi daring di penghujung hari. Bagi Generasi Z, tindakan ini bukan sekadar pemenuhan kebutuhan biologis dasar untuk mengenyangkan perut, melainkan sebuah bentuk apresiasi diri atau self-reward atas perjuangan dan rasa lelah yang telah mereka lalui. Tren gaya hidup dan mekanisme pertahanan mental ini dikonfirmasi oleh studi terbaru yang dilakukan oleh tim peneliti mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada (UGM) di Yogyakarta.

Penelitian tersebut menelaah bagaimana perilaku konsumsi anak muda bergeser dalam beberapa tahun terakhir. Membeli makanan atau minuman favorit kini menempati posisi puncak sebagai sarana paling populer untuk menghargai diri sendiri, menggeser bentuk hadiah diri lainnya seperti membeli barang mewah atau berlibur.

Mengapa Kuliner Menjadi Pilihan Utama?

Berdasarkan hasil studi empiris tim UGM, ada beberapa alasan mendasar mengapa sektor kuliner menjadi pilihan favorit Generasi Z dalam melepaskan penat. Faktor kemudahan akses, harga yang relatif terjangkau, serta efek kepuasan instan (instant gratification) menjadi pendorong utama. Ketika tekanan mental berada pada titik puncak, makanan favorit bertindak sebagai penawar stres cepat tanpa harus mengeluarkan anggaran yang terlalu besar.

Secara kuantitatif, riset ini mencatat bahwa sebanyak 78 persen responden Gen Z memilih makanan atau minuman manis dan gurih sebagai sarana utama self-reward harian maupun mingguan mereka. Perbandingan pilihan self-reward tersebut dapat dilihat dalam tabel analisis berikut:

Jenis Self-Reward Persentase Minat Gen Z Estimasi Biaya per Momen
Kuliner (Makanan/Minuman Favorit) 78% Rp25.000 - Rp100.000
Belanja Produk Fashion/Kosmetik 12% Rp150.000 - Rp500.000
Hiburan (Seni, Bioskop, Konser) 7% Rp100.000 - Rp1.000.000
Plesiran / Staycation 3% Rp500.000+

Dalam wawancara mendalam bersama peneliti UGM, terungkap pula aspek psikologis yang melatarbelakangi pilihan ini.

"Generasi muda saat ini berhadapan dengan tingkat kecemasan yang relatif tinggi akibat dinamika sosial dan dunia kerja. Membeli makanan favorit adalah cara paling rasional dan realistis bagi mereka untuk meraih rasa kendali dan kebahagiaan kecil di tengah ketidakpastian,"
ujar salah satu perwakilan tim peneliti UGM.

Sisi Terang dan Tantangan Finansial

Fenomena ini tentu membawa dampak positif bagi industri kuliner lokal dan UMKM yang terus berkembang pesat. Namun, para ahli mengingatkan bahwa kebiasaan ini menyimpan potensi tantangan, terutama dalam hal pengelolaan keuangan pribadi dan kesehatan jangka panjang.

Pengeluaran kecil yang dilakukan secara terus-menerus atas nama self-reward sering kali tidak disadari dapat menguras tabungan. Dalam dunia keuangan, fenomena pengeluaran mikro yang kumulatif ini kerap disebut sebagai latte factor. Jika tidak dikontrol dengan bijak, niat awal untuk memanjakan diri dapat berubah menjadi beban finansial baru.

"Apresiasi diri merupakan hal yang sangat penting untuk menjaga kesehatan mental, namun pembatasan anggaran yang disiplin tetap harus diprioritaskan agar tidak terjebak dalam perilaku konsumtif yang berlebihan," ungkap pakar perilaku konsumen menyikapi hasil studi tersebut.

Pada akhirnya, kebiasaan Generasi Z yang menjadikan makanan favorit sebagai sarana self-reward mencerminkan bagaimana generasi ini beradaptasi dengan stres modern. Kuncinya terletak pada keseimbangan: menikmati kebahagiaan sederhana lewat sepinggan makanan favorit tanpa mengabaikan stabilitas finansial dan kesehatan fisik di masa depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS irwan-setiawan

Reporter Foto. Visual storyteller dengan 12 tahun pengalaman.

Comments (0)

User