RI dan Belarus Resmi Jalin Kemitraan Budaya Strategis, Disaksikan Langsung Presiden Prabowo dan Lukashenko
JAKARTA, Beritatercepat.com — Pemerintah Republik Indonesia dan Republik Belarus resmi menandatangani Memorandum Saling Pengertian (MSP) tentang Kerja Sama di Bidang Kebudayaan, dalam sebuah sere
JAKARTA, Beritatercepat.com — Pemerintah Republik Indonesia dan Republik Belarus resmi menandatangani Memorandum Saling Pengertian (MSP) tentang Kerja Sama di Bidang Kebudayaan, dalam sebuah seremoni kenegaraan yang berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (2/7). Penandatanganan dokumen bersejarah ini disaksikan langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko, menandai babak baru hubungan bilateral kedua negara yang semakin erat.
Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, dan Menteri Luar Negeri Republik Belarus, Maxim Ryzhenkov, bertindak sebagai penandatangan MSP tersebut. Momentum ini mencerminkan komitmen kuat kedua negara untuk memperluas dimensi kerja sama yang tidak hanya berfokus pada ekonomi dan politik, tetapi juga menyentuh akar peradaban melalui kebudayaan, seni, dan warisan kreatif.
“Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia terus memperkuat diplomasi budaya sebagai salah satu pilar hubungan internasional. Kebudayaan merupakan sumber soft power Indonesia yang mampu membangun kepercayaan, mempererat persahabatan, serta membuka ruang kerja sama yang saling menguntungkan dengan berbagai negara. Penandatanganan MSP ini menjadi pondasi penting untuk membangun kemitraan yang berkelanjutan antara Indonesia dan Belarus melalui seni, warisan budaya, dan kreativitas,”
demikian pernyataan Menbud Fadli Zon, seperti dikutip dari laporan resmi yang diterima redaksi media kami, Jumat (3/7).
Kerja sama ini diyakini akan membuka jalan bagi lebih banyak program pertukaran seniman, festival budaya bersama, pameran seni rupa, dan riset kolaboratif di bidang pelestarian warisan budaya. Belarus, yang dikenal dengan kekayaan tradisi teater dan musik klasiknya, dinilai menjadi mitra strategis bagi Indonesia yang tengah mempromosikan keanekaragaman budaya Nusantara di pentas global. Sementara itu, Indonesia menawarkan kekayaan seni tradisi, kriya, dan warisan budaya tak benda yang telah diakui UNESCO, yang dapat memperkaya dialog antarbudaya kedua bangsa.
Lebih jauh, MSP ini juga mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang kebudayaan, termasuk pengembangan industri kreatif yang kini menjadi salah satu sektor unggulan Indonesia. Kedua negara akan saling berbagi praktik terbaik dalam tata kelola museum, digitalisasi arsip budaya, hingga promosi wisata berbasis budaya yang berkelanjutan. Kerja sama ini selaras dengan visi Presiden Prabowo untuk menjadikan diplomasi budaya sebagai ujung tombak hubungan luar negeri Indonesia yang mandiri, aktif, dan inklusif.
Penandatanganan MSP berlangsung dalam suasana hangat dan penuh persahabatan di Istana Merdeka, mencerminkan keakraban yang telah terjalin antara Indonesia dan Belarus dalam beberapa tahun terakhir. Kehadiran kedua kepala negara dalam acara tersebut menjadi sinyal kuat bahwa sektor kebudayaan kini ditempatkan setara dengan sektor-sektor strategis lainnya dalam arsitektur hubungan bilateral. Dengan demikian, kerja sama budaya ini tidak sekadar seremoni diplomatik, melainkan sebuah investasi jangka panjang untuk mempererat hubungan antarmasyarakat (people-to-people connection) kedua negara di tengah dinamika politik global yang terus berubah.
Ke depan, kementerian terkait dari kedua negara akan segera menyusun rencana aksi bersama untuk menerjemahkan poin-poin MSP ke dalam program-program konkret yang dapat dirasakan langsung oleh para pelaku budaya, akademisi, dan masyarakat luas. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan ruang dialog kreatif yang produktif dan menghasilkan karya-karya kolaboratif berskala internasional, sekaligus memperkokoh posisi Indonesia sebagai pusat pertukaran budaya di kawasan.
Comments (0)