Respons Aspirasi Warga, Satgas PRR Perkuat Struktur Jembatan Enang-enang
Beritatercepat.com – Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera bergerak cepat menanggapi aspirasi warga dengan memastikan penguatan struktural Jemba
Beritatercepat.com – Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera bergerak cepat menanggapi aspirasi warga dengan memastikan penguatan struktural Jembatan Enang-Enang di Kampung Aru Cincin, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh. Keputusan ini merupakan tindak lanjut dari laporan media kami mengenai kondisi jembatan dan inisiatif warga yang sebelumnya bergotong royong memperbaiki akses vital tersebut secara swadaya.
Jembatan Enang-Enang menjadi urat nadi penghubung utama bagi masyarakat setempat. Setiap hari, jembatan ini dilalui oleh pelajar, pedagang hasil bumi, dan warga yang hendak mengakses layanan dasar. Sejak bencana menerjang dan merusak struktur jembatan, aktivitas warga sempat terhambat. Namun, semangat kebersamaan mendorong mereka untuk turun tangan. Dengan peralatan sederhana dan material seadanya, warga memperbaiki bagian jembatan yang kritis agar tetap bisa digunakan untuk menopang kegiatan ekonomi, pendidikan, dan mobilitas harian.
Mendengar laporan dari lapangan, Satgas PRR yang dipimpin oleh Muhammad Tito Karnavian segera merespons. Dalam keterangannya, Tito menegaskan bahwa pemerintah telah menyepakati tiga langkah utama untuk menangani kawasan tersebut secara komprehensif. “Kami mendengar langsung aspirasi warga Kampung Aru Cincin. Ini adalah wujud kehadiran negara untuk memastikan infrastruktur yang aman, layak, dan tahan lama,” ujarnya, merujuk pada perbincangan dengan perwakilan masyarakat yang disampaikan melalui media kami.
“Kami mendengar langsung aspirasi warga Kampung Aru Cincin. Ini adalah wujud kehadiran negara untuk memastikan infrastruktur yang aman, layak, dan tahan lama.”
— Muhammad Tito Karnavian, Ketua Satgas PRR
Adapun tiga langkah yang dimaksud meliputi perkuatan fisik jembatan dengan material dan teknik konstruksi yang memenuhi standar ketahanan, penyediaan akses darurat sementara selama pengerjaan agar mobilitas warga tidak terputus, serta pelibatan masyarakat dalam pengawasan proyek guna menjamin transparansi dan kualitas hasil. Langkah ketiga ini sekaligus menjadi ruang bagi warga untuk melanjutkan semangat gotong royong yang telah mereka tunjukkan.
Penduduk Kampung Aru Cincin menyambut antusias kabar tersebut. Salah seorang tokoh masyarakat setempat yang dihubungi secara terpisah mengungkapkan rasa syukurnya. “Kami sangat berterima kasih karena aspirasi kami didengar. Selama ini kami berjuang sendiri, sekarang pemerintah hadir untuk memberi solusi permanen. Harapan kami jembatan ini bisa segera selesai agar anak-anak bisa sekolah dengan aman dan hasil pertanian kami bisa dijual ke pasar tanpa kendala,” tuturnya.
Dengan dipastikannya perkuatan Jembatan Enang-Enang, Satgas PRR menunjukkan bahwa upaya rehabilitasi pascabencana tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga responsif terhadap kebutuhan dan suara akar rumput. Pekerjaan dijadwalkan segera dimulai setelah seluruh perencanaan teknis dan koordinasi dengan pemerintah daerah rampung. Media kami akan terus memantau perkembangan penanganan jembatan ini dan komitmen Satgas PRR dalam memulihkan konektivitas di wilayah Aceh yang terdampak bencana.
Comments (0)