Rekan Kerja Bunuh Ayah dan Balita, Istri Kritis di Palu
PALU, BARU SAJA — Seorang ayah dan putranya yang masih balita tewas dalam serangan brutal di kediaman mereka di Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu. Sementara itu, sang istri terluka parah ...
PALU, BARU SAJA — Seorang ayah dan putranya yang masih balita tewas dalam serangan brutal di kediaman mereka di Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu. Sementara itu, sang istri terluka parah dan masih berjuang untuk hidup.
Peristiwa berdarah yang mengguncang lingkungan permukiman padat penduduk itu melibatkan seorang pelaku yang diketahui merupakan rekan kerja korban. Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara dan memburu pelaku.
Detik-Detik Mengerikan
Menurut keterangan saksi mata, keributan mulai terdengar dari dalam rumah pada Senin malam sekitar pukul 21.00 WITA. Beberapa tetangga mendengar suara benturan keras dan jeritan seorang perempuan. Tidak lama kemudian, seorang pria berlari keluar dari rumah dalam kondisi tangan berlumuran darah. Warga yang ketakutan sempat berusaha mengejar, tetapi pelaku berhasil kabur ke dalam gelapnya malam.
Setelah situasi dianggap aman, sejumlah warga memberanikan diri masuk ke dalam rumah dan menemukan pemandangan tragis. Jamil, 32 tahun, tergeletak di ruang tamu dengan luka tusuk di bagian dada. Tak jauh darinya, sang buah hati, R yang baru berusia dua tahun, juga tak bernyawa dengan luka serius di leher.
Istri Kritis di RS
Nurhanisa, 30 tahun, ditemukan dalam keadaan kritis dengan sejumlah luka tusuk di perut dan lengan. Ia segera dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah Anutapura Palu untuk mendapatkan perawatan intensif. Hingga pagi tadi, kondisinya belum stabil dan masih menjalani operasi darurat. Dokter menyatakan korban kehilangan banyak darah dan sempat mengalami syok berat.
Sementara itu, anak pertama pasangan tersebut, seorang putri berusia lima tahun, selamat karena tengah menginap di rumah neneknya di lain kota. Kabar itu menjadi satu-satunya penghibur di tengah nestapa yang mendalam.
Pelaku Ditangkap
Kapolres Palu, AKBP Reza Mahendra, membenarkan kejadian ini dan menyebut pihaknya telah mengidentifikasi pelaku. “Pelaku adalah rekan kerja korban. Motif masih dalam penyelidikan, tetapi dugaan sementara mengarah pada dendam pribadi,” ujar Kapolres dalam konferensi pers singkat.
Tidak butuh waktu lama bagi Tim Reserse Mobile untuk melacak keberadaan pelaku. Hanya dalam hitungan jam, pelaku berinisial A (35) ditangkap di sebuah rumah kontrakan di pinggiran kota. Pelaku tidak melakukan perlawanan. Dari tangannya, polisi menyita sebilah pisau dapur yang diduga digunakan dalam aksi pembunuhan sadis ini.
Berdasarkan informasi awal, pelaku dan Jamil bekerja di sebuah proyek konstruksi yang sama. Beberapa rekan kerja menyebut keduanya terlibat perselisihan belum lama ini terkait pembagian upah. Namun, polisi belum mau berspekulasi terlalu jauh dan terus mendalami kemungkinan motif lainnya.
Duka Mendalam
Kejadian ini memicu gelombang duka di lingkungan tempat tinggal korban. Para tetangga menggambarkan Jamil sebagai sosok pekerja keras dan sangat menyayangi keluarganya. Seorang tetangga yang enggan disebut namanya mengaku terkejut karena keluarga itu dikenal harmonis.
“Mereka tidak pernah ada masalah di sini. Suami baik, istrinya juga ramah. Anaknya lucu, baru bisa ngomong lancar,” katanya dengan suara bergetar.
Jenazah Jamil dan putranya telah dibawa ke rumah sakit untuk diautopsi. Sementara itu, pihak keluarga berdatangan untuk mengurus proses pemakaman. Suasana haru begitu terasa di rumah duka. Garis polisi masih terpasang mengelilingi rumah bercat biru yang kini menjadi saksi bisu tragedi mengerikan tersebut.
Polisi berjanji akan mengusut tuntas kasus ini dan memastikan pelaku mendapatkan hukuman setimpal. Hingga kini, tim forensik masih bekerja mengumpulkan bukti-bukti di lokasi kejadian. Kasus ini menjadi pengingat betapa konflik di lingkup pekerjaan bisa meledak menjadi tragedi berdarah yang merenggut nyawa tanpa berdosa.
Comments (0)