PAN Sebut Langkah Kaesang Nyaleg di Kandang Puan Hal Biasa

JAKARTA — Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Saleh Daulay menanggapi dingin rencana Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep yang dikabarkan akan maju sebagai calon anggota legislatif di daerah pe...

Jul 28, 2026 - 06:56
0 0
PAN Sebut Langkah Kaesang Nyaleg di Kandang Puan Hal Biasa

JAKARTA — Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Saleh Daulay menanggapi dingin rencana Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep yang dikabarkan akan maju sebagai calon anggota legislatif di daerah pemilihan basis Ketua DPR Puan Maharani. Ia menegaskan, dalam kontestasi demokrasi, manuver semacam itu merupakan hal yang lumrah dan tidak perlu dibesar-besarkan.

Sikap Resmi PAN

Saleh menyampaikan bahwa setiap warga negara memiliki hak politik yang dijamin konstitusi. Tidak ada larangan bagi Kaesang—putra bungsu Presiden Joko Widodo—untuk bertarung di dapil mana pun, termasuk wilayah yang selama ini dikenal sebagai lumbung suara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

“Ini normal-normal saja. Kompetisi politik itu wajar, dan tidak boleh ada pihak yang merasa terganggu hanya karena ada figur baru masuk ke suatu dapil,” ujarnya saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (12/6/2024).

Peta Baru Pileg 2029

Rencana Kaesang mencalonkan diri di Pileg 2029 langsung menyita perhatian karena dapil yang diincar adalah wilayah pemilihan Puan Maharani. Dapil tersebut, yang mencakup sejumlah kabupaten/kota di Jawa Tengah, merupakan basis tradisional PDIP dengan mesin partai yang sangat solid.

Namun, PAN melihat dinamika ini justru akan memperkuat demokrasi. Saleh menambahkan bahwa kehadiran Kaesang sebagai pendatang baru akan memunculkan alternatif bagi pemilih dan memicu adu gagasan yang sehat.

“Tak perlu ada kekhawatiran. Biarkan rakyat yang menilai dan memilih. Semakin banyak pilihan, semakin baik bagi demokrasi kita,” tegasnya.

Langkah Kaesang ini sekaligus menandai fase baru karier politiknya setelah memimpin PSI. Meskipun belum ada konfirmasi resmi dari PSI, kabar tersebut telah memicu diskusi luas di kalangan elite politik dan pengamat.

Tantangan di Kandang Banteng

Meski dianggap normal, sejumlah analis menyebut Kaesang akan menghadapi tantangan berat. Selain harus membangun basis massa di wilayah yang tidak familiar, ia juga harus berhadapan dengan struktur partai yang sudah mengakar puluhan tahun. Namun, faktor nama besar Jokowi dan citranya sebagai figur muda progresif dinilai menjadi daya tarik elektoral yang tidak bisa diabaikan.

Sikap dingin PAN ini juga dibaca sebagai sinyal bahwa partai berlambang matahari itu tidak ingin terlalu jauh masuk dalam friksi internal koalisi. Dengan menyebutnya sebagai “hak politik yang normal”, PAN menjaga jarak sekaligus membuka ruang untuk semua kemungkinan di peta politik 2029 yang masih sangat cair.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User