Ratusan Ribu Pendaftar Serbu Program Padat Karya Pemprov DKI

Antusiasme Tinggi di Tengah Tekanan Ekonomi Program Padat Karya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menuai respons luar biasa dari masyarakat. Hingga Minggu (21/6/2026), tercatat sekitar 100

Jul 08, 2026 - 19:28
0 0
Ratusan Ribu Pendaftar Serbu Program Padat Karya Pemprov DKI

Antusiasme Tinggi di Tengah Tekanan Ekonomi

Program Padat Karya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menuai respons luar biasa dari masyarakat. Hingga Minggu (21/6/2026), tercatat sekitar 100 ribu pendaftaran masuk untuk 37 jenis pekerjaan yang dibuka pada tahap awal. Angka ini mencerminkan besarnya kebutuhan warga akan penghasilan tambahan di tengah situasi ekonomi global yang kian menekan.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik DKI Jakarta, Marulina Dewi, menyampaikan data tersebut dalam keterangannya. Ia menegaskan, pendaftaran ini masih akan terus bergerak seiring pembukaan kesempatan kerja secara bertahap sepanjang tahun 2026. Secara keseluruhan, Pemprov DKI menyiapkan sekitar 2.843 posisi padat karya yang tersebar di berbagai sektor.

"Kenapa dilakukan ini? Untuk membuat bantalan sosial. Karena memang tekanan ekonomi dunia sekarang makin keras," ujar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Minggu (21/6/2026).

Bantalan Sosial bagi Warga yang Membutuhkan

Program ini dirancang bukan sekadar membuka lapangan kerja temporer, melainkan menjadi jaring pengaman ekonomi bagi warga Jakarta yang paling terdampak. Pramono menyebut, konsep bantalan sosial penting agar masyarakat yang kehilangan pendapatan atau mengalami penurunan daya beli masih memiliki kesempatan untuk bertahan. Pekerjaan yang ditawarkan bersifat padat karya, artinya lebih mengandalkan tenaga manusia, sehingga diharapkan mampu menyerap banyak tenaga kerja dalam waktu singkat.

Dengan kuota yang dibuka secara bertahap, Pemprov DKI ingin memastikan distribusi kesempatan merata dan tepat sasaran. Proses seleksi juga dikawal agar transparan dan tidak menimbulkan kecemburuan sosial. Warga yang terdaftar akan diarahkan sesuai dengan keahlian dan domisili, sehingga dampak ekonominya bisa langsung dirasakan di tingkat komunitas.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi Pemprov DKI dalam menghadapi gejolak ekonomi global yang berdampak pada sektor informal dan pekerja harian di ibu kota. Dengan sekitar 100 ribu pendaftar hanya untuk tahap awal, sinyal darurat ekonomi warga cukup terang. Program padat karya diharapkan tidak hanya menjadi solusi sementara, tetapi juga bisa memicu gerak ekonomi dari bawah—menjaga daya beli dan menekan potensi peningkatan kemiskinan perkotaan. Beritatercepat.com akan terus memantau perkembangan pelaksanaan program ini dan melaporkan dampaknya bagi keseharian warga ibu kota.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
lina-marlina

Fact Checker. Memverifikasi klaim viral secara cepat dan akurat.

Comments (0)

User