Puslabfor Kembali Sisir Klinik Kecantikan, Cari Bukti Baru Kematian Sutrimo
JAKARTA – Tim Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri kembali mendatangi sebuah klinik kecantikan di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (hari ini). Kedatangan mereka adalah untuk m...
JAKARTA – Tim Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri kembali mendatangi sebuah klinik kecantikan di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (hari ini). Kedatangan mereka adalah untuk melanjutkan proses olah tempat kejadian perkara (TKP) dalam kasus kematian misterius seorang pria bernama Sutrimo.
Sekitar pukul 09.00 WIB, belasan personel berseragam lengkap dengan alat pelindung diri masuk ke dalam gedung klinik yang telah dipasangi garis polisi. Mereka membawa berbagai peralatan forensik, mulai dari kamera khusus hingga cairan pendeteksi jejak darah. Petugas terlihat serius menyisir setiap sudut ruangan.
"Kami kembali ke sini untuk mengumpulkan sampel tambahan. Ada beberapa aspek yang perlu pendalaman lebih lanjut," ujar seorang penyidik yang enggan disebutkan namanya di lokasi.
Kronologi Penemuan Sutrimo
Sutrimo, seorang pria berusia 45 tahun, ditemukan tak bernyawa di dalam salah satu ruang perawatan klinik pada Selasa pekan lalu. Hingga kini, polisi belum secara resmi mengumumkan penyebab kematiannya. Namun, sumber internal menyebutkan adanya dugaan malapraktik atau prosedur yang tidak sesuai standar.
Pasca kejadian, seluruh aktivitas klinik dihentikan sementara. Sejumlah saksi, termasuk dokter dan perawat, telah dimintai keterangan oleh penyidik Polres Metro Jakarta Selatan. Klinik tersebut diketahui menawarkan berbagai layanan estetika dan bedah plastik.
Olah TKP Tahap Kedua
Ini merupakan kunjungan kedua Puslabfor ke lokasi. Pada olah TKP awal yang dilakukan sehari setelah penemuan mayat, tim telah mengamankan beberapa barang bukti seperti alat medis, dokumen rekam medis, dan sampel cairan. Namun, rupanya dibutuhkan pengumpulan data yang lebih teliti.
"Setiap TKP punya kompleksitasnya sendiri. Kami tidak bisa buru-buru," tambah sumber tersebut. Pantauan di lapangan, petugas tampak mengambil sidik jari laten dari pegangan pintu dan meneliti kemungkinan adanya zat kimia berbahaya di udara.
Fakta Kunci
- Kronologi: Sutrimo meninggal di klinik kecantikan Kebayoran Baru pada pekan lalu.
- Tim yang Dikerahkan: Puslabfor Mabes Polri bersama Satreskrim Polres Jaksel.
- Aktivitas Hari Ini: Pengambilan sampel tambahan, analisis jejak, dan dokumentasi ulang TKP.
- Barang Bukti Sementara: Alat suntik, obat-obatan, dan CCTV diamankan.
- Status Klinik: Disegel polisi hingga penyelidikan tuntas.
Kasus ini kini menjadi perhatian publik setelah beredar kabar bahwa korban sempat mengeluhkan rasa sakit usai menjalani prosedur. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait untuk melapor ke kantor polisi terdekat.
Puslabfor akan membawa seluruh sampel yang dihimpun ke laboratorium di Markas Besar Polri. Hasil analisis diharapkan dapat mengungkap ada atau tidaknya pidana di balik kematian Sutrimo.
Comments (0)