Aug 25, 2026
breaking

Puslabfor Gerebek Lagi Klinik, Bongkar Fakta Baru Kematian Sutrimo

JAKARTA — Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri kembali menggerebek klinik kecantikan di kawasan elit Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, siang ini. Aksi mendadak ini untuk mengamanka...

Puslabfor Gerebek Lagi Klinik, Bongkar Fakta Baru Kematian Sutrimo

JAKARTA — Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri kembali menggerebek klinik kecantikan di kawasan elit Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, siang ini. Aksi mendadak ini untuk mengamankan bukti baru terkait kematian tragis seorang pria bernama Sutrimo.

Langkah Darurat Pasca-Olah TKP Pertama

Kehadiran tim forensik ini merupakan yang kedua kalinya dalam sepekan. Sebelumnya, penyidik dari Polres Metro Jakarta Selatan bersama Puslabfor telah melakukan olah TKP awal dan mengamankan sejumlah barang bukti. Namun, berdasarkan keterangan resmi, ada indikasi kejanggalan yang belum terpecahkan sehingga memerlukan verifikasi ulang.

  • Lokasi target: Klinik kecantikan eksklusif di bilangan Kebayoran Baru.
  • Korban: Pria dewasa bernama Sutrimo, ditemukan tewas dengan tanda-tanda tidak wajar.
  • Fokus saat ini: Mengumpulkan sampel zat kimia, memeriksa rekaman CCTV secara rinci, dan menyita dokumen rekam medis.
  • Tindakan tambahan: Penyegelan seluruh ruang perawatan lantai dua untuk mencegah kontaminasi bukti.

Sumber di lapangan mengindikasikan bahwa keputusan untuk kembali ke TKP muncul setelah hasil uji awal dari sampel yang diambil pada penyelidikan pertama menunjukkan anomali tertentu. "Kami tidak ingin ada celah sekecil apa pun. Jika ada kelalaian atau unsur pidana, harus terbukti," ujar Kasat Reskrim Polres Jaksel yang menolak disebutkan identitasnya.

Kronologi Penyelidikan di Hari Kedua

Saksi mata melaporkan, tim yang terdiri dari sepuluh personel dengan pakaian hazmat langsung masuk ke lantai dua klinik. Mereka membawa perlengkapan laboratorium mobile, alat pendeteksi residu kimia, dan kamera forensik tiga dimensi. Selama tiga jam, para ahli terlihat mengambil sampel cairan dari botol-botol perawatan yang tersegel rapat, sekaligus mengukur sudut dan jarak di sekitar lokasi korban terakhir terlihat. Komputer utama klinik juga turut disita untuk pemeriksaan data pasien.

Menurut sumber internal, Puslabfor menduga kematian Sutrimo bukan sekadar kecelakaan medis biasa. "Tim sedang mengidentifikasi apakah ada unsur zat terlarang yang disalahgunakan dalam prosedur terakhir. Pola lebam di tubuh korban juga tidak lazim untuk reaksi pasca-tindakan biasa," ujar seorang penyidik yang enggan disebutkan namanya. Pihak kepolisian juga tengah meminta keterangan dari lima klien lain yang menjalani perawatan pada hari yang sama.

Respons Manajemen Klinik

Pihak manajemen klinik langsung mengeluarkan pernyataan singkat. Mereka mengaku kooperatif penuh dan menyerahkan seluruh rekam medis serta daftar tindakan kepada kepolisian. Klinik pun tutup sementara hingga proses penyelidikan selesai. Direktur klinik yang dihubungi secara terpisah menyatakan terkejut dengan insiden ini. "Kami selalu mengikuti protokol medis yang ketat. Kematian Pak Sutrimo adalah duka mendalam bagi kami," ucapnya dengan nada bergetar.

Langkah Selanjutnya

Kepala Puslabfor menegaskan, hasil uji laboratorium akan keluar dalam 48 jam ke depan. "Kami berkomitmen mengungkap fakta seterang-terangnya. Jika terbukti ada pelanggaran, pelaku akan diseret ke pengadilan tanpa ampun," tegasnya dalam konferensi pers virtual. Sementara itu, keluarga Sutrimo yang berada di Jawa Tengah telah meluncurkan permintaan agar kasus ini diusut tuntas. Kuasa hukum keluarga mengancam akan membawa gugatan perdata jika temuan polisi tidak memuaskan.

Dampak pada Industri Kecantikan

Kasus ini menjadi sorotan tajam bagi regulator. Dinas Kesehatan DKI Jakarta dikabarkan akan melakukan inspeksi mendadak ke puluhan klinik kecantikan di ibu kota dalam minggu ini. "Kami tidak akan mentolerir praktik abal-abal yang membahayakan nyawa konsumen," ujar Kepala Dinas. Publik pun ramai-ramai mengimbau agar masyarakat lebih cermat memilih tempat perawatan.

Hingga berita ini diturunkan, garis polisi masih membentang kencang di pintu klinik. Warga sekitar diminta tidak mendekat dan tetap tenang. Perkembangan baru dijanjikan segera begitu hasil uji forensik rampung.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS admin

Comments (0)

User