JAKARTA — Kementerian Keuangan Republik Indonesia resmi memasuki babak kepemimpinan baru setelah dilaksanakannya prosesi serah terima jabatan (sertijab) Menteri Keuangan di Gedung Djuanda I, Kompleks Kemenkeu, Jakarta. Purbaya Yudhi Sadewa, yang menjabat sebagai Menteri Keuangan periode 2025–2026, secara formal menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan bendahara negara kepada Suahasil Nazara.
Dalam momen yang berlangsung khidmat tersebut, Purbaya menyampaikan pidato perpisahan singkat namun sarat makna di hadapan jajaran pejabat eselon I, pegawai kementerian, serta para pemangku kepentingan sektor keuangan nasional.
Momen Khidmat Upacara Serah Terima Jabatan di Gedung Djuanda
Prosesi pergantian kepemimpinan ini menandai kelanjutan konsistensi pengelolaan fiskal nasional di tengah dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian. Suasana haru bercampur optimisme mewarnai aula utama saat kedua tokoh ekonomi tersebut menandatangani naskah berita acara serah terima jabatan.
Purbaya menggarisbawahi pentingnya menjaga kesinambungan kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai instrumen utama pelindung daya beli masyarakat dan pendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Kronologi dan Rangkaian Acara Pisah Sambut
Acara serah terima jabatan berlangsung terstruktur dengan sejumlah tahapan penting sebagai berikut:
- Pembacaan Keputusan Presiden: Mengawali seremoni dengan pembacaan surat keputusan pengangkatan pejabat baru dan pemberhentian dengan hormat pejabat sebelumnya.
- Penandatanganan Berita Acara: Penyerahan dokumen memori jabatan dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara sebagai simbol peralihan wewenang.
- Penyampaian Salam Perpisahan: Purbaya menyampaikan pidato pelepasan serta ucapan terima kasih kepada seluruh insan perbendaharaan negara.
- Sambutan Menkeu Baru: Suahasil memaparkan arahan strategis dan fokus kementerian ke depan.
- Pemberian Ucapan Selamat: Penutupan dengan ramah tamah bersama jajaran pimpinan dan staf Kemenkeu.
Pesan Singkat dan Refleksi Purbaya untuk Jajaran Kemenkeu
Dalam sambutan perpisahannya, Purbaya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh birokrat dan analis di lingkungan Kementerian Keuangan yang dinilainya telah bekerja dengan dedikasi luar biasa.
"Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kerja keras, dedikasi, dan loyalitas tanpa henti dari seluruh keluarga besar Kementerian Keuangan. Pertahankan integritas, jaga kredibilitas institusi ini, dan teruslah menjadi benteng pertahanan ekonomi Indonesia," tegas Purbaya di hadapan para hadirin.
Purbaya menegaskan bahwa tantangan perekonomian ke depan membutuhkan koordinasi yang semakin solid, baik di internal kementerian maupun bersama Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Komitmen Suahasil Nazara Melanjutkan Estafet Fiskal
Sementara itu, Menteri Keuangan yang baru, Suahasil Nazara, menyatakan kesiapannya untuk meneruskan fondasi kebijakan yang telah dibangun dengan kokoh. Suahasil menekankan sejumlah fokus prioritas yang akan segera digarap, antara lain:
- Penguatan Disiplin Fiskal: Memastikan rasio defisit APBN tetap berada dalam batas aman dan berkelanjutan.
- Optimalisasi Penerimaan Negara: Mendorong reformasi perpajakan dan optimalisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) secara adil.
- Efisiensi Belanja Negara: Memastikan alokasi anggaran tepat sasaran demi pengentasan kemiskinan dan percepatan pembangunan infrastruktur.
- Transformasi Digital Birokrasi: Meningkatkan transparansi dan kemudahan layanan publik melalui teknologi informasi.
Dengan peralihan kepemimpinan ini, pasar dan pelaku industri keuangan diharapkan memperoleh kepastian bahwa arah kebijakan fiskal Indonesia tetap berorientasi pada stabilitas makroekonomi dan pertumbuhan yang inklusif.
Comments (0)