Terapi Akupunktur Telinga Efektif Turunkan Frekuensi Migrain Kronis

BARU SAJA – Kabar baik bagi jutaan penderita migrain kronis. Sebuah penelitian terbaru mengonfirmasi bahwa terapi akupunktur telinga mampu secara signifikan menurunkan intensitas dan frekuensi seran...

Jul 13, 2026 - 17:59
0 0

BARU SAJA – Kabar baik bagi jutaan penderita migrain kronis. Sebuah penelitian terbaru mengonfirmasi bahwa terapi akupunktur telinga mampu secara signifikan menurunkan intensitas dan frekuensi serangan sakit kepala sebelah.

Hasil Penelitian

Studi yang melibatkan ratusan partisipan ini menunjukkan bahwa kelompok yang menerima akupunktur telinga mengalami pengurangan rata-rata 50% dalam frekuensi migrain per bulan, dibandingkan dengan kelompok plasebo.

Para peneliti menemukan bahwa stimulasi titik-titik tertentu di daun telinga dapat memicu pelepasan endorfin, zat kimia alami tubuh yang berfungsi sebagai pereda nyeri.

Cara Kerja

Akupunktur telinga, atau aurikuloterapi, bekerja dengan menusukkan jarum halus pada area spesifik di telinga luar yang diyakini terhubung dengan sistem saraf pusat. Ini merangsang proses penyembuhan alami tubuh.

"Ini adalah terobosan penting untuk manajemen nyeri migrain," kata Dr. Pratama, pemimpin penelitian. "Pasien kami melaporkan penurunan durasi serangan dari rata-rata 8 jam menjadi 3 jam per episode."

Implikasi bagi Penderita

Dengan hasil ini, akupunktur telinga diharapkan menjadi terapi komplementer yang efektif bagi mereka yang tidak responsif terhadap obat-obatan konvensional. Namun, perlu diingat bahwa penelitian masih dalam tahap awal dan perlu uji klinis lebih besar.

Saat ini, tim peneliti sedang menyusun pedoman praktik klinis untuk menerapkan terapi ini secara lebih luas.

Migrain kronis didefinisikan sebagai sakit kepala yang terjadi setidaknya 15 hari per bulan selama lebih dari tiga bulan. Kondisi ini memengaruhi sekitar 1–2% populasi global dan seringkali resisten terhadap pengobatan standar.

Studi ini dipublikasikan dalam jurnal medis terkemuka dan telah menarik perhatian komunitas neurologi dunia. Metode penelitian dilakukan secara acak dan tersamar ganda untuk memastikan validitas hasil.

Seorang pasien yang berpartisipasi dalam uji coba, sebut saja Rina (34), mengatakan, "Setelah bertahun-tahun menderita, akhirnya saya bisa menjalani hari tanpa rasa takut akan serangan. Ini benar-benar mengubah hidup saya."

Meskipun menjanjikan, para ahli mengingatkan bahwa akupunktur telinga sebaiknya dilakukan oleh praktisi terlatih untuk menghindari efek samping seperti iritasi lokal atau pusing ringan.

Kementerian Kesehatan menyambut baik temuan ini dan berencana untuk mengintegrasikan terapi ke dalam program layanan primer jika hasil uji coba berikutnya tetap konsisten.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
irwan-setiawan

Reporter Foto. Visual storyteller dengan 12 tahun pengalaman.

Comments (0)

User