Program Buku Nasional Terancam Mandek Akibat Efisiensi
BARU SAJA – Perpustakaan Nasional (Perpusnas) mengungkapkan program distribusi buku ke berbagai daerah terancam mandek akibat kebijakan efisiensi anggaran. Breaking! Lembaga ini menyampaikan kekhawa...
BARU SAJA – Perpustakaan Nasional (Perpusnas) mengungkapkan program distribusi buku ke berbagai daerah terancam mandek akibat kebijakan efisiensi anggaran. Breaking! Lembaga ini menyampaikan kekhawatiran tersebut langsung kepada DPR dalam rapat dengar pendapat.
Ancaman pada Distribusi Buku
Program yang mencakup pengiriman buku ke desa, taman baca, puskesmas, dan taman literasi kini berada di ujung tanduk. Setiap titik penerima sebelumnya mendapat jatah 1.000 buku. Namun, efisiensi membuat proses pengadaan dan distribusi melambat drastis.
- Desa, taman baca, puskesmas, dan taman literasi menjadi sasaran utama.
- Masing-masing titik menerima 1.000 eksemplar buku.
- Efisiensi anggaran menghentikan kelanjutan program.
- Perpusnas sudah mengkonfirmasi kondisi darurat literasi ini ke DPR.
Dampak Langsung di Lapangan
Saksi mata dari beberapa daerah melaporkan bahwa stok buku di gudang Perpusnas menumpuk tanpa tersalurkan. Para pengelola taman baca mengeluhkan keterlambatan yang menghambat aktivitas membaca masyarakat. Evakuasi program ini diperlukan agar tidak terjadi kekosongan literasi di pelosok.
Perkembangan terbaru: DPR akan membahas ulang alokasi anggaran Perpusnas dalam rapat berikutnya. Siaga! Jika tidak ada perubahan, jutaan buku tidak akan sampai ke tangan pembaca di daerah.
Fakta Kunci
- Setiap desa, puskesmas, dan taman literasi berhak atas 1.000 buku.
- Efisiensi membuat pengiriman menit terhenti.
- Perpusnas meminta konfirmasi dukungan dana darurat.
- Ribuan titik distribusi terancam mandek.
Update: Hingga berita ini diturunkan, belum ada keputusan resmi dari DPR. Namun, tekanan publik mendorong percepatan solusi. Simak terus perkembangan di portal ini.
Comments (0)