ISLAMABAD — Produsen sistem pesawat nirawak (drone) asal Amerika Serikat, Powerus, resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Angkatan Darat Pakistan. Kesepakatan strategis ini mencakup pesanan awal unit nirawak untuk memperkuat kapabilitas pertahanan negara Asia Selatan tersebut.
Co-founder Powerus, Brett Velicovich, mengonfirmasi kesepakatan tersebut kepada media. Meski nilai kontrak dan rincian spesifikasi drone dirahasiakan demi alasan keamanan operasional militer, perjanjian ini mencakup pengembangan dan pengadaan sistem pesawat tanpa awak (unmanned aerial systems) yang komprehensif.
Kronologi Pertemuan dan Rangkaian Kesepakatan
Langkah ekspansi teknologi pertahanan ini dicapai setelah serangkaian agenda diplomasi bisnis militer intensif di Islamabad. Berikut adalah urutan kronologis terbangunnya kemitraan strategis tersebut:
- Kunjungan Delegasi Tingkat Tinggi: Delegasi Powerus yang dipimpin langsung oleh Brett Velicovich tiba di Pakistan untuk menjajaki peluang transfer teknologi dan integrasi sistem pertahanan nirawak.
- Audiensi dengan Panglima Militer: Delegasi menggelar pertemuan bilateral langsung dengan Panglima Angkatan Bersenjata sekaligus Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan, Jenderal Asim Munir.
- Pembahasan Rantai Pasok Pertahanan: Kedua pihak mematangkan rencana kerja sama pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista), produksi bersama komponen lokal, serta peningkatan kapasitas jangka panjang bagi militer Pakistan.
- Finalisasi MoU dan Pesanan Awal: Pertemuan ditutup dengan pengesahan nota kesepahaman kerja sama teknologi nirawak dan pemesanan batch perdana unit drone untuk militer Pakistan.
"Tujuan utama kami adalah membangun kemitraan teknologi bersama, memadukan teknologi terbaik dari Amerika Serikat dengan keunggulan teknis dari Pakistan, sekaligus membuka jalan pembangunan manufaktur lokal," ujar Brett Velicovich.
Keterkaitan dengan Entitas Bisnis Keluarga Donald Trump
Langkah korporasi Powerus ini menuai sorotan luas menyusul rencana merger perusahaan dengan Aureus Greenway Holdings, entitas publik yang tercatat memiliki keterkaitan erat dengan keluarga mantan Presiden AS Donald Trump. Proses konsolidasi bisnis ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada awal Oktober mendatang.
Berdasarkan dokumen keterbukaan informasi otoritas pasar modal Amerika Serikat, dua putra Donald Trump, yakni Donald Trump Jr. dan Eric Trump, tercatat memiliki kepemilikan saham di Aureus melalui entitas investasi bernama American Ventures. Setelah penggabungan perusahaan selesai, American Ventures diperkirakan bakal menguasai sekitar 9,9 persen saham kepemilikan manfaat (beneficial ownership) pada entitas gabungan Powerus.
Peluang Transfer Teknologi dan Pasar Swasta
Chief Executive Officer (CEO) sekaligus Founder Powerus, Andrew Fox, menegaskan bahwa sektor industri pertahanan swasta di Pakistan menawarkan prospek pertumbuhan yang signifikan karena masih dalam tahap berkembang.
- Ruang Inovasi Luas: Kebutuhan modernisasi pertahanan di Pakistan membuka ruang percepatan adaptasi teknologi militer mutakhir dari Barat.
- Produksi Berkelanjutan: Kerja sama ini membuka peluang riset bersama serta potensi fasilitas perakitan drone di dalam negeri Pakistan pada masa depan.
- Portofolio Gabungan: Powerus menyediakan ekosistem drone multi-domain, mencakup drone udara militer hingga wahana maritim tanpa awak untuk kebutuhan industri dan pengawasan perbatasan.
Kemitraan ini diproyeksikan menjadi tonggak penting bagi Powerus dalam memperluas penetrasi pasar pertahanan global di kawasan Asia Selatan, sembari memperkuat hubungan bilateral teknologi militer antarkedua negara.
Comments (0)