Pramono Jamin Gaji ASN DKI Aman Meski DBH Dipangkas

BREAKING - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, BARU SAJA memastikan gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov DKI tetap aman dan terbayar penuh, meskipun pemerintah pusat memangkas Dana ...

Aug 07, 2026 - 19:07
0 0
Pramono Jamin Gaji ASN DKI Aman Meski DBH Dipangkas

BREAKING - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, BARU SAJA memastikan gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov DKI tetap aman dan terbayar penuh, meskipun pemerintah pusat memangkas Dana Bagi Hasil (DBH) untuk Jakarta. Pernyataan tegas ini disampaikan Pramono di tengah kekhawatiran para pegawai terkait dampak pemangkasan anggaran terhadap hak-hak mereka.

Pramono menegaskan bahwa kewajiban Pemprov DKI kepada seluruh ASN tetap menjadi prioritas utama. Pembayaran gaji, tunjangan, dan hak-hak pegawai lainnya dijamin tidak akan terganggu oleh kebijakan pemangkasan DBH yang baru saja diumumkan. "Semuanya terpenuhi," ujarnya singkat namun pasti.

Jaminan Penuh untuk ASN

Dalam pernyataannya, Pramono menjelaskan bahwa Pemprov DKI telah melakukan perhitungan ulang terhadap postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk memastikan seluruh kewajiban kepada ASN tetap berjalan. Ia menegaskan bahwa tidak ada satu pun pos belanja pegawai yang akan dikurangi atau ditunda.

  • Gaji pokok dan tunjangan melekat dipastikan dibayar tepat waktu setiap bulan.
  • Tunjangan kinerja (tukin) tetap dibayarkan sesuai ketentuan yang berlaku.
  • Hak-hak lain seperti THR dan gaji ke-13 juga tetap dianggarkan.

Pramono juga menginstruksikan jajarannya, terutama Badan Keuangan Daerah (BKD), untuk memprioritaskan belanja pegawai dalam pengelolaan kas daerah. Ia menekankan bahwa kesejahteraan ASN adalah fondasi pelayanan publik yang berkualitas.

Langkah Antisipasi Pemprov DKI

Untuk menghadapi pemangkasan DBH, Pemprov DKI telah menyiapkan sejumlah langkah strategis. Pramono mengungkapkan bahwa pihaknya akan melakukan efisiensi pada belanja non-prioritas, seperti perjalanan dinas, rapat, dan kegiatan seremonial yang tidak mendesak.

Selain itu, Pemprov DKI juga akan mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pajak dan retribusi. "Kami akan genjot penerimaan dari pajak kendaraan, pajak bumi dan bangunan, serta retribusi lainnya agar ketergantungan pada dana pusat berkurang," jelas Pramono.

Langkah lain yang ditempuh adalah menunda proyek-proyek fisik yang belum menjadi prioritas mendesak. Namun, Pramono menegaskan bahwa proyek yang berkaitan langsung dengan layanan publik, seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dasar, tetap berjalan sesuai rencana.

Kepastian di Tengah Ketidakpastian

Pemangkasan DBH ini merupakan bagian dari kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat. Namun, Pramono memastikan bahwa Pemprov DKI tidak akan mengorbankan hak ASN demi menutup kekurangan anggaran. "ASN adalah ujung tombak pelayanan. Kami tidak akan membiarkan mereka dirugikan," tegasnya.

Para ASN DKI pun menyambut baik pernyataan ini. Seorang pegawai yang enggan disebutkan namanya mengaku lega dengan jaminan tersebut. "Kami sempat khawatir, tapi dengan pernyataan Pak Gubernur, kami merasa tenang," katanya.

Kepastian ini juga menjadi sinyal positif bagi kelangsungan roda pemerintahan di Jakarta. Dengan gaji yang tetap terbayar, diharapkan kinerja ASN dalam memberikan pelayanan kepada warga tidak menurun.

Hingga berita ini diturunkan, Pemprov DKI masih terus melakukan koordinasi dengan Kementerian Keuangan terkait detail pemangkasan DBH. Pramono berjanji akan memberikan update lebih lanjut jika ada perkembangan baru.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
lina-marlina

Reporter Daerah. Koordinator jaringan kontributor di 34 provinsi.

Comments (0)

User