Pramono Anung Sambangi Setkab, Nostalgia Bersama Teddy Indra Wijaya
Jakarta – Suasana hangat menyelimuti kantor Sekretariat Kabinet pada Senin sore, 27 Juli 2026. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung kembali menjejakkan kaki di gedung yang pernah menjadi tempatnya men...
Jakarta – Suasana hangat menyelimuti kantor Sekretariat Kabinet pada Senin sore, 27 Juli 2026. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung kembali menjejakkan kaki di gedung yang pernah menjadi tempatnya mengabdi selama lima tahun. Kali ini, ia datang bukan sebagai pejabat tinggi negara, melainkan sebagai tamu yang rindu bernostalgia.
Pramono disambut langsung oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya di lobi utama. Keduanya tampak akrab, saling melempar senyum dan menjabat tangan cukup lama. Bagi Pramono, pertemuan ini bukan sekadar kunjungan kerja biasa. Pada periode 2014 hingga 2019, ia sendiri menjabat sebagai Sekretaris Kabinet di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo. Jejak kariernya masih terasa kuat di setiap sudut ruangan.
Mengenang Masa Jabatan
Begitu memasuki ruang kerja utama, Pramono langsung disergap oleh sejumlah pegawai senior Sekretariat Kabinet. Mereka adalah staf yang pernah bekerja bersamanya hampir satu dekade lalu. Suasana berubah menjadi reuni kecil yang diwarnai tawa dan cerita lama. “Rasanya seperti pulang ke rumah sendiri,” ujar Pramono sambil menepuk bahu salah seorang staf yang pernah menjadi asisten pribadinya.
Pramono tak kuasa menahan rasa kagum melihat sejumlah perubahan di lingkungan kerja Setkab. Beberapa ruangan telah direnovasi, sistem administrasi semakin modern, dan wajah-wajah baru turut mewarnai birokrasi. Meski demikian, ia menyebut roda pemerintahan yang solid tetap menjadi ciri khas lembaga ini. Teddy, yang mendampingi sepanjang tur singkat tersebut, mengangguk setuju.
Silaturahmi dan Sinergi
Selain bernostalgia, pertemuan ini juga menjadi ajang diskusi ringan seputar pembangunan Jakarta. Pramono memaparkan beberapa program prioritas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang tengah berjalan, terutama terkait penataan transportasi publik dan pengelolaan banjir. Teddy menyimak dengan antusias dan sesekali memberikan masukan dari sudut pandang koordinasi antarkementerian. “Ibu kota adalah etalase bangsa, kolaborasi dengan pusat mutlak diperlukan,” kata Teddy.
Obrolan berlangsung santai namun tetap bermuatan substansi. Keduanya sepakat bahwa hubungan baik antara pemerintah daerah dan pusat harus terus diperkuat, terutama menjelang berbagai agenda nasional di penghujung tahun. Beberapa kali tawa pecah saat Pramono menceritakan pengalamannya menghadapi dinamika warga ibu kota yang unik dan penuh kejutan.
Pesan untuk Generasi Birokrat
Di penghujung kunjungan, Pramono menyempatkan diri berbicara singkat dengan sejumlah pegawai muda. Ia berpesan agar mereka menjaga integritas dan terus mengasah kemampuan di tengah perubahan zaman yang sangat cepat. “Birokrat harus adaptif, tetapi jangan pernah kehilangan hati nurani,” tegasnya di hadapan sekitar dua puluh pegawai yang berkumpul di aula kecil.
Teddy pun mengapresiasi kunjungan Pramono. Menurutnya, kehadiran mantan Sekretaris Kabinet tersebut menjadi penyemangat tersendiri bagi para pegawai. Ia berharap silaturahmi serupa bisa terus terjalin secara rutin, tidak hanya untuk bernostalgia, tetapi juga untuk saling memberi perspektif segar dalam menjalankan roda pemerintahan. Setelah sekitar dua jam berbincang, Pramono meninggalkan gedung Setkab dengan senyum yang mengembang, seakan tak sabar untuk kembali lagi.
Comments (0)