Prabowo Pimpin Sidang Penuh Kabinet Perdana Siang Ini
BARU SAJA — Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta Pusat, siang ini. Seluruh menteri dan kepala lembaga setingkat menteri hadir penuh tanpa te...
BARU SAJA — Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta Pusat, siang ini. Seluruh menteri dan kepala lembaga setingkat menteri hadir penuh tanpa terkecuali.
Sidang yang dimulai pukul 14.00 WIB ini menjadi forum perdana evaluasi menyeluruh 100 hari kerja kabinet. Sejumlah isu krusial langsung digelar di meja rapat tanpa basa-basi.
Agenda Utama: Pangan, Energi, dan Hilirisasi
Tiga isu besar mendominasi pembahasan hari ini. Presiden menekankan tidak boleh ada lagi keterlambatan realisasi program yang sudah masuk cetak biru nasional.
- Ketahanan pangan: Percepatan cetak sawah 1 juta hektare di Kalimantan Tengah dan Papua Selatan.
- Energi: Peningkatan produksi minyak nasional ditarget tembus 1 juta barel per hari dalam dua tahun.
- Hilirisasi: Pelarangan ekspor konsentrat tembaga mulai Januari 2027 dipastikan tidak mundur.
Instruksi Tegas Presiden
Suasana sidang dilaporkan berlangsung serius. Presiden Prabowo memberikan arahan langsung kepada jajaran menteri ekonomi.
"Saya tidak ingin mendengar alasan. Target sudah jelas, eksekusi harus jalan. Yang tidak sanggup, silakan mengundurkan diri sekarang juga," demikian petikan pernyataan Presiden yang dikonfirmasi sejumlah peserta sidang.
Pernyataan itu sontak membuat ruangan hening. Peserta sidang mencatat, Presiden menyoroti lambannya realisasi investasi di sektor energi baru terbarukan.
Menteri Keuangan Paparkan Data Terkini
Menteri Keuangan memaparkan capaian penerimaan negara dan realisasi belanja. Data menunjukkan serapan anggaran perlindungan sosial masih di bawah 40 persen per pertengahan kuartal.
"Kita harus genjot penyaluran bansos tepat sasaran. Jangan sampai ada gejolak di lapangan hanya karena birokrasi lamban," ujar seorang pejabat yang enggan disebut nama.
Keamanan Nasional Juga Dibahas
Tidak hanya ekonomi, isu keamanan Papua dan penanggulangan terorisme turut menjadi pembahasan. Presiden meminta pendekatan kesejahteraan diperkuat di wilayah rawan konflik.
"Kita butuh solusi permanen, bukan sekadar operasi militer. Kesejahteraan adalah pertahanan terbaik," begitu arahan Presiden yang disebutkan sumber internal.
Kehadiran Penuh Tanpa Kecuali
Seluruh 48 menteri dan kepala badan tercatat hadir fisik sejak 30 menit sebelum sidang dimulai. Ini menunjukkan soliditas kabinet dan keseriusan menjalankan arahan Presiden.
Sidang diperkirakan berlangsung hingga malam hari. Sejumlah keputusan strategis dinanti publik, termasuk kemungkinan perombakan terbatas jajaran wakil menteri yang kinerjanya dinilai kurang memuaskan.
UPDATE: Istana menyatakan hasil sidang akan diumumkan kepada publik dalam konferensi pers terpisah besok pagi.
Comments (0)