Prabowo Akui Riset Minim, Janji Perbaiki Pendidikan

BARU SAJA — Presiden Prabowo Subianto mengakui investasi riset dan pengembangan (RnD) Indonesia masih sangat rendah. Ia berkomitmen memperbaiki kondisi ini demi kemajuan bangsa.Pernyataan tersebut d...

Aug 07, 2026 - 12:31
0 0
Prabowo Akui Riset Minim, Janji Perbaiki Pendidikan

BARU SAJA — Presiden Prabowo Subianto mengakui investasi riset dan pengembangan (RnD) Indonesia masih sangat rendah. Ia berkomitmen memperbaiki kondisi ini demi kemajuan bangsa.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam forum yang membahas arah pembangunan nasional. Prabowo menegaskan bahwa kualitas pendidikan menjadi fondasi utama untuk meningkatkan daya saing Indonesia di kancah global.

Fakta Kunci: Investasi RnD Tertinggal

  • Investasi RnD Indonesia tercatat di bawah 0,3% dari PDB, jauh dari negara maju yang mencapai 2-3%.
  • Prabowo menargetkan peningkatan signifikan dalam 5 tahun ke depan.
  • Kualitas pendidikan dinilai sebagai kunci untuk mendorong inovasi dan riset.

Data menunjukkan bahwa Korea Selatan dan Israel mengalokasikan lebih dari 4% PDB untuk RnD. Indonesia masih tertinggal jauh, dengan mayoritas riset didominasi oleh sektor publik, bukan swasta.

Komitmen Presiden: Perbaikan Menyeluruh

Prabowo menekankan bahwa perbaikan tidak bisa dilakukan parsial. Ia menyebut perlunya sinergi antara pemerintah, akademisi, dan industri. "Kita harus berani berinvestasi besar-besaran di bidang riset," ujarnya dalam kesempatan tersebut.

Presiden juga menyoroti rendahnya jumlah peneliti per satu juta penduduk. Indonesia hanya memiliki sekitar 200 peneliti, sementara Malaysia dan Thailand sudah di atas 500. Ini menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan.

Pendidikan Sebagai Prioritas Utama

Menurut Prabowo, tanpa pendidikan berkualitas, riset tidak akan berkembang. Ia menginstruksikan kementerian terkait untuk mereformasi kurikulum dan meningkatkan kesejahteraan guru. "Guru yang sejahtera akan melahirkan murid yang berprestasi," tegasnya.

Langkah konkret yang disiapkan meliputi beasiswa riset, pembangunan laboratorium modern, dan insentif pajak bagi perusahaan yang berinvestasi di RnD. Pemerintah juga akan membuka akses data dan kolaborasi internasional.

Reaksi dan Harapan

Pengamat pendidikan menyambut positif komitmen ini. Mereka menilai pengakuan jujur dari presiden adalah langkah awal yang baik. Namun, mereka mengingatkan agar implementasi berjalan transparan dan akuntabel.

Sementara itu, kalangan industri berharap adanya kemudahan regulasi. Banyak perusahaan asing yang enggan berinvestasi riset di Indonesia karena birokrasi yang rumit. Pemerintah diminta memangkas hambatan tersebut.

Target Jangka Panjang

Prabowo menargetkan Indonesia masuk 10 besar negara dengan inovasi terbaik pada 2045. Untuk itu, alokasi anggaran RnD harus dinaikkan secara bertahap. Tahun depan, pemerintah mengalokasikan tambahan dana sebesar 30% untuk pendidikan dan riset.

"Kita tidak boleh kalah dengan negara tetangga. Ini soal masa depan anak cucu kita," pungkas Prabowo. Ia memastikan bahwa setiap rupiah yang diinvestasikan akan diawasi ketat untuk hasil yang maksimal.

Perkembangan ini menjadi sorotan publik. Banyak pihak menunggu realisasi kebijakan di lapangan. Sementara itu, para akademisi berharap pemerintah segera membuka program-program riset terapan yang berdampak langsung pada masyarakat.

Dengan komitmen ini, Indonesia diharapkan mampu bersaing dalam inovasi teknologi, kesehatan, dan energi terbarukan. Semua mata kini tertuju pada langkah konkret berikutnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
lina-marlina

Reporter Daerah. Koordinator jaringan kontributor di 34 provinsi.

Comments (0)

User