Prabowo Akui Pendidikan RI Tertinggal, 388 Ribu Sekolah Jadi PR Besar

BREAKING — Presiden Prabowo Subianto BARU SAJA mengakui skor PISA Indonesia masih jauh tertinggal. Ia menyebut pengelolaan 388 ribu sekolah menjadi tantangan terbesar yang belum terselesaikan.Pengak...

Aug 07, 2026 - 02:00
0 0
Prabowo Akui Pendidikan RI Tertinggal, 388 Ribu Sekolah Jadi PR Besar

BREAKING — Presiden Prabowo Subianto BARU SAJA mengakui skor PISA Indonesia masih jauh tertinggal. Ia menyebut pengelolaan 388 ribu sekolah menjadi tantangan terbesar yang belum terselesaikan.

Pengakuan itu disampaikan dalam taklimat tertutup di Istana Negara. Prabowo berdiri di depan para pimpinan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) dengan nada serius.

“Kita harus jujur. Pendidikan kita belum kompetitif di level global,” ujar Prabowo dalam pertemuan yang berlangsung menit lalu.

Skor PISA: Indonesia di Zona Merah

Hasil Programme for International Student Assessment (PISA) terbaru menempatkan Indonesia di peringkat bawah. Capaian literasi, matematika, dan sains masih di bawah rata-rata negara OECD.

  • Literasi membaca: skor Indonesia stagnan dalam tiga siklus terakhir
  • Matematika: berada di kelompok 10 negara terendah
  • Sains: tidak menunjukkan perbaikan signifikan sejak 2018

Prabowo menegaskan data PISA bukan sekadar angka. Angka itu cermin nyata kualitas guru, kurikulum, dan infrastruktur sekolah di lapangan.

388 Ribu Sekolah: Masalah Geografis yang Kompleks

Kepala Negara membeberkan fakta mengejutkan: Indonesia memiliki 388 ribu sekolah tersebar dari Sabang sampai Merauke. Sebagian besar berada di daerah terpencil dengan akses sulit.

“Bayangkan, ada sekolah yang hanya bisa dicapai dengan berjalan kaki 4 jam. Tidak ada listrik. Tidak ada sinyal internet,” kata Prabowo.

Kondisi geografis ini menjadi alasan utama mengapa pemerataan kualitas pendidikan gagal. Sekolah di Jawa dan Bali maju, sementara di Papua dan NTT tertinggal jauh.

Data Kementerian Pendidikan mencatat lebih dari 70% sekolah di Indonesia Timur kekurangan guru berkualitas. Sebagian besar guru mengajar tanpa pelatihan memadai.

Prabowo Minta Perbaikan Total

Presiden tidak hanya membeberkan masalah. Ia memberikan instruksi tegas kepada jajaran terkait untuk melakukan perbaikan menyeluruh.

  • Reformasi kurikulum: fokus pada kemampuan dasar, bukan hafalan
  • Pelatihan guru massal: target 1,5 juta guru tersertifikasi dalam 3 tahun
  • Digitalisasi sekolah: prioritas untuk 50 ribu sekolah terpencil

Prabowo menekankan bahwa anggaran pendidikan yang sudah besar harus tepat sasaran. Tidak boleh lagi ada dana yang menguap tanpa dampak terukur.

Kadin Diminta Jadi Mitra Strategis

Dalam pertemuan tersebut, Prabowo secara khusus meminta Kadin terlibat aktif. Dunia usaha diminta membantu membangun infrastruktur pendidikan di daerah tertinggal.

“Saya tidak bisa bekerja sendiri. Kadin punya jaringan dan sumber daya. Mari kita bangun sekolah yang layak untuk anak-anak kita,” ajaknya.

Ketua Umum Kadin yang hadir menyambut positif. Mereka berjanji akan mengalokasikan dana corporate social responsibility (CSR) untuk program pendidikan prioritas.

Reaksi Publik dan Pengamat

Pengamat pendidikan yang dihubungi Detik Ini Juga menyebut pengakuan Prabowo sebagai langkah berani. Namun, mereka mengingatkan bahwa perbaikan butuh waktu minimal 10 tahun.

“Ini bukan proyek jangka pendek. Butuh konsistensi dan keberanian politik untuk mengubah sistem yang sudah mengakar,” kata seorang akademisi yang enggan disebut namanya.

Di media sosial, warganet ramai memperbincangkan pernyataan presiden. Tagar #PendidikanIndonesia trending di platform X dengan puluhan ribu cuitan.

Seorang guru di daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) mengaku lega akhirnya ada pengakuan dari pemimpin tertinggi. “Kami sudah berteriak bertahun-tahun. Semoga ini bukan sekadar wacana,” ujarnya.

Langkah Konkret yang Ditunggu

Publik kini menunggu tindak lanjut nyata dari pengakuan tersebut. Tidak cukup hanya bicara di depan Kadin, tetapi harus ada kebijakan yang bisa dieksekusi di lapangan.

Prabowo sendiri menjanjikan evaluasi berkala setiap 6 bulan. Ia akan memantau langsung progres perbaikan di 10 provinsi prioritas.

UPDATE: Istana Kepresidenan mengonfirmasi bahwa rapat koordinasi khusus pendidikan akan digelar pekan depan. Menteri Pendidikan, Menteri Agama, dan Kepala Bappenas dipastikan hadir.

Dengan 388 ribu sekolah yang tersebar di 17 ribu pulau, tantangan ini bukan perkara mudah. Namun, Prabowo menegaskan tidak ada pilihan lain selain memperbaiki kualitas pendidikan demi masa depan bangsa.

“Kita tidak boleh kalah. Anak-anak Indonesia sama pintarnya dengan anak-anak dunia. Yang kurang hanyalah kesempatan dan fasilitas,” tutup Prabowo.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
irwan-setiawan

Reporter Foto. Visual storyteller dengan 12 tahun pengalaman.

Comments (0)

User