Polisi Usut Kematian di Klinik Mordent, Tiga Bukti Dibawa ke Labfor
BARU SAJA — Tim penyidik merampungkan pengolahan tempat kejadian perkara di Klinik Mordent, lokasi penemuan jasad Sutrimo. Tiga bungkusan kertas berisi barang bukti kunci langsung digelandang ke Pus...
BARU SAJA — Tim penyidik merampungkan pengolahan tempat kejadian perkara di Klinik Mordent, lokasi penemuan jasad Sutrimo. Tiga bungkusan kertas berisi barang bukti kunci langsung digelandang ke Pusat Laboratorium Forensik.
Olah TKP Tuntas, Fokus ke Laboratorium
Proses identifikasi berlangsung intensif selama beberapa jam. Petugas menyisir setiap sudut ruangan tempat korban ditemukan tak bernyawa. Hasilnya, tiga paket bukti disegel dan dibawa menggunakan kendaraan khusus menuju Puslabfor.
Sumber di kepolisian menyebut ketiga bungkusan itu berisi benda-benda yang diduga kuat berkaitan langsung dengan penyebab kematian. “Kami tidak bisa merinci saat ini, tapi bukti-bukti ini sangat vital,” ujar seorang perwira yang menolak disebutkan identitasnya.
Kronologi Penemuan
Sutrimo ditemukan tanpa tanda kehidupan pada pagi hari oleh staf klinik. Pihak klinik langsung melapor ke Polsek setempat. Kurang dari 30 menit, tim Inafis dan Reskrim sudah berada di lokasi untuk memulai penyelidikan.
Hingga kini polisi belum menetapkan status pasti peristiwa ini. Pemeriksaan saksi terus berjalan. Empat orang, termasuk dua pegawai klinik dan seorang pasien terakhir, telah dimintai keterangan. “Kami masih mengumpulkan mozaik kejadian. Belum ada tersangka,” tegas sumber tadi.
Autopsi dan Uji Laboratorium
Jenazah Sutrimo sudah dipindahkan ke RSUD setempat untuk menjalani autopsi. Dokter forensik membutuhkan waktu setidaknya dua hari untuk mengungkap sebab pasti kematian. Sementara itu, tiga bukti yang dikirim ke Puslabfor akan diuji balistik, toksikologi, dan analisis sidik jari.
Polisi berharap hasil laboratorium keluar dalam pekan ini. “Percepatan pengungkapan bergantung pada kecepatan labfor,” imbuh sumber tersebut. Investigasi ini menjadi perhatian publik mengingat klinik tersebut cukup ramai dikunjungi warga sekitar.
Langkah Selanjutnya
Penyidik kini menanti hasil resmi dari dua jalur ilmiah: autopsi dan laboratorium forensik. Jika ditemukan indikasi tindak pidana, polisi siap menaikkan status penanganan ke tahap penyidikan penuh. Masyarakat yang memiliki informasi relevan diminta segera melapor ke kantor polisi terdekat.
Kasus ini masih diliputi tanda tanya. Namun satu hal pasti: tiga bungkusan bukti itu menjadi kunci pembuka tabir kematian misterius di Klinik Mordent.
Comments (0)