Polisi Sita Uang Tunai dan Emas Batangan dari 12 Lokasi Penggeledahan
BREAKING NEWS — Polri baru saja mengonfirmasi penyitaan besar-besaran uang tunai dan emas batangan dari 12 lokasi berbeda. Operasi serentak ini terkait tiga kasus dugaan korupsi dan pencucian uang y...
BREAKING NEWS — Polri baru saja mengonfirmasi penyitaan besar-besaran uang tunai dan emas batangan dari 12 lokasi berbeda. Operasi serentak ini terkait tiga kasus dugaan korupsi dan pencucian uang yang kini masuk tahap penyidikan intensif.
Informasi dihimpun Kamis malam, tim penyidik mengamankan tumpukan uang kertas berbagai mata uang dan puluhan kilogram emas murni. Sumber internal menyebut nilai total sementara barang bukti menembus Rp 320 miliar. Angka tersebut masih bisa bertambah seiring penghitungan resmi oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
Rincian Barang Bukti yang Diamankan
Petugas menyegel sejumlah aset dari rumah mewah, apartemen, dan kantor yang digeledah sejak Rabu dini hari. Operasi melibatkan lebih dari 200 personel gabungan Bareskrim dan Polda setempat. Berikut ringkasan sementara temuan utama:
- Uang tunai senilai Rp 121 miliar dalam pecahan rupiah, dolar AS, dan dolar Singapura yang disimpan dalam 18 koper besar.
- Emas batangan bersertifikat seberat 47 kilogram, diperkirakan senilai Rp 61 miliar, ditemukan di brankas tersembunyi di salah satu lokasi.
- 13 unit kendaraan mewah termasuk merek Rolls-Royce, Bentley, dan Mercedes-Benz S-Class diamankan beserta dokumen kepemilikan.
- Ratusan lembar dokumen proyek fiktif, rekening koran, dan sertifikat tanah tersebar di tiga provinsi.
- Perhiasan berlian dan jam tangan merek premium dalam jumlah besar, kini dalam pendataan khusus.
12 Lokasi dalam Pantauan
Penggeledahan menyasar titik-titik strategis: empat rumah di kawasan elite Jakarta Selatan, dua apartemen di Surabaya, tiga kantor perusahaan cangkang di Tangerang, satu vila di Puncak, dan dua properti di Medan. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri menegaskan seluruh lokasi terhubung langsung dengan para tersangka utama.
"Ini baru langkah awal. Kami masih mengecek kemungkinan aset yang dialihkan ke luar negeri," ujar sumber di lingkungan penyidik, Kamis malam.
Tiga Kasus Korupsi Bergulir
Ketiga perkara yang menjadi dasar operasi ini meliputi dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan senilai Rp1,2 triliun di sebuah kementerian, kasus suap proyek infrastruktur jalan nasional, serta tindak pidana pencucian uang yang melibatkan pengusaha properti. Dua tersangka sudah ditahan, satu lainnya masih dalam pengejaran.
Polisi menduga aliran dana haram turut digunakan untuk membiayai kampanye politik lokal. Tim penyidik kini menggandeng KPK dan PPATK untuk menelusuri transaksi mencurigakan yang mencapai lebih dari 3.600 transaksi dalam kurun dua tahun terakhir.
Saksi mata di sekitar lokasi penggeledahan di Kebayoran Baru melaporkan aktivitas petugas bersenjata lengkap sejak pukul 03.00 WIB. "Saya kira ada operasi teroris, ternyata polisi mengeluarkan koper-koper besar dari dalam rumah tetangga," ujar seorang warga yang enggan disebut namanya.
Karo Penmas menambahkan, seluruh barang bukti kini berada di Gedung Bareskrim Mabes Polri untuk proses inventarisasi dan verifikasi. Konferensi pers lengkap bersama para tersangka dijadwalkan besok pagi pukul 10.00 WIB.
Situasi di sekitar Mabes Polri terpantau siaga satu malam ini. Tim pengamanan diperketat mengantisipasi potensi intervensi dari pihak-pihak berkepentingan. Perkembangan kasus ini akan terus diupdate setiap menit.
Baca juga:
Comments (0)