BARU SAJA — Aparat Kepolisian Sektor Kebayoran Baru tengah menggelar penyisiran digital secara intensif. Mereka berburu rekaman kamera pengawas di sekitar Klinik Mordent guna mengungkap teka-teki kematian Sutrimo yang terjadi pada Senin malam (12/6). Tim identifikasi sudah mengamankan lebih dari tiga unit DVR beserta data rekam medis pasien.
Penyisiran CCTV dan Pengumpulan Bukti
Sejak pagi tadi, petugas menyisir sejumlah titik strategis. Lokasi yang menjadi fokus adalah gerbang utama klinik, lorong depan ruang perawatan, serta parkiran belakang. Langkah tersebut diambil lantaran rekaman visual diyakini mampu mengungkap kronologi sesungguhnya. "Kami butuh gambar utuh pergerakan korban sebelum ia ditemukan tak bernyawa," ujar seorang perwira yang enggan disebut namanya.
Selain CCTV, polisi juga menyita berkas rekam medis Sutrimo. Mereka menelusuri riwayat penyakit, daftar obat yang dikonsumsi, serta nama tenaga medis yang bertugas. Data itu nantinya disandingkan dengan hasil autopsi untuk mencari tahu penyebab pasti kematiannya.
Fakta Kunci Penyelidikan
Berikut sejumlah poin penting yang berhasil dihimpun tim liputan:
- Kronologi singkat: Sutrimo datang ke klinik pada Senin sore. Ia mengeluhkan sesak napas dan nyeri dada.
- Waktu kematian: Diperkirakan antara pukul 20.00—22.00 WIB, kurang dari empat jam setelah penanganan pertama.
- Barang bukti: Polisi telah mengamankan infus, alat suntik, dan ampul obat yang digunakan.
- Saksi: Tiga perawat dan seorang dokter jaga sudah dimintai keterangan.
- Status klinik: Pelayanan Klinik Mordent dihentikan sementara. Garis polisi terpasang di depan pintu masuk.
Respons Pihak Klinik
Manajemen Klinik Mordent menyatakan akan kooperatif penuh. Mereka juga sudah menyerahkan seluruh rekaman internal dan dokumen terkait. "Kami percaya penyebab kematian ini bukan akibat kelalaian. Namun, kami serahkan sepenuhnya pada proses hukum," kata juru bicara klinik melalui pesan singkat.
Di sisi lain, keluarga Sutrimo menolak berkomentar. Mereka hanya berharap polisi segera mengungkap fakta di balik peristiwa ini. "Kami ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi pada bapak kami," lirih Dina, anak kedua korban, di kediamannya di Cilandak.
Langkah Selanjutnya
Penyidik Satuan Reskrim Polres Jakarta Selatan akan menggelar rekonstruksi ulang adegan pada Rabu mendatang. Kasus ini masih berstatus penyelidikan dan belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka. "Kami masih menunggu hasil autopsi dan analisis digital forensik dari barang bukti yang sudah terkumpul," terang Kepala Satuan Reskrim di lokasi.
Comments (0)