Monday, 24 August 2026 | 15:24 WIB

Polisi Selidiki YouTuber Bigmo yang Ajak Anak Promosi Vape

BARU SAJA — Polisi membuka penyelidikan terhadap YouTuber Bigmo. Ia diduga mengajak anak untuk promosi liquid vape. Momen itu terjadi saat siaran langsung di kanal miliknya.Kasus ini mencuat setelah...

Aug 20, 2026 - 17:50
0 2
Polisi Selidiki YouTuber Bigmo yang Ajak Anak Promosi Vape

BARU SAJA — Polisi membuka penyelidikan terhadap YouTuber Bigmo. Ia diduga mengajak anak untuk promosi liquid vape. Momen itu terjadi saat siaran langsung di kanal miliknya.

Kasus ini mencuat setelah potongan siaran langsung tersebar luas di media sosial. Warganet langsung mengecam keras aksi tersebut. Banyak yang menilai ajakan itu tidak layak. Anak di bawah umur seharusnya tidak terlibat dalam promosi produk berisiko.

Kepolisian dikonfirmasi tengah berkoordinasi dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Koordinasi dilakukan demi penanganan yang menyeluruh. Perlindungan anak menjadi fokus utama proses ini.

Kronologi kejadian

Bigmo merupakan kreator konten hiburan yang cukup populer. Ia kerap tampil dengan gaya santai di hadapan penontonnya. Namun dalam siaran terbaru, ia mengajak anak ikut dalam frame. Saat itu, produk liquid vape tengah dipromosikan.

Aksi itu langsung terekam dan menjadi sorotan. Potongan video tersebar cepat di berbagai platform. Publik menilai Bigmo melanggar etika konten. Anak-anak bukan sasaran yang tepat untuk promosi vape.

Vape atau rokok elektrik memang tidak aman bagi anak. Kandungan nikotinnya berdampak buruk pada perkembangan otak. Paparan dini terhadap promosi vape juga bisa memicu keinginan mencoba. Karena itu, banyak pihak menuntut tindakan tegas.

Fakta-fakta kunci

  • Polisi membuka penyelidikan atas kasus ini.
  • KPAI dilibatkan dalam koordinasi penanganan.
  • Rekaman siaran langsung menjadi bahan pemeriksaan awal.
  • Bigmo telah meminta maaf secara terbuka.
  • Konten positif dijanjikan untuk ke depannya.

Permintaan maaf Bigmo

Bigmo akhirnya angkat bicara di tengah tekanan publik. Ia menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Maaf itu ditujukan kepada masyarakat dan orang tua. Ia mengaku menyesali kejadian tersebut.

Dalam pernyataannya, Bigmo berjanji memperbaiki arah konten. Ke depan, ia berkomitmen menghadirkan konten yang lebih positif. Ia juga berjanji lebih berhati-hati dalam membuat konten. Terutama konten yang melibatkan anak-anak.

Namun permintaan maaf itu belum sepenuhnya meredam kritik. Sebagian warganet menilai maaf tersebut datang terlambat. Beberapa pihak tetap meminta proses hukum dilanjutkan. Mereka ingin ada efek jera bagi kreator lain.

Kekhawatiran orang tua

Kasus ini memicu kekhawatiran di kalangan orang tua. Banyak yang khawatir anak-anak meniru perilaku kreator idolanya. Pengawasan konten digital anak pun kembali disorot.

Praktisi perlindungan anak mengingatkan pentingnya literasi digital. Orang tua harus aktif mendampingi anak saat mengakses internet. Anak juga perlu diedukasi soal bahaya vape. Edukasi sejak dini dinilai mampu menekan risiko.

Platform digital juga diminta memperketat pengawasan. Konten yang melibatkan anak harus melalui verifikasi ketat. Promosi produk berbahaya seharusnya tidak lolos tayang. Regulasi ruang digital perlu ditegakkan secara konsisten.

Jerat hukum yang mengancam

Keterlibatan anak dalam promosi produk bisa berujung pada proses hukum. Undang-Undang Perlindungan Anak melarang eksploitasi anak. Larangan itu mencakup eksploitasi ekonomi maupun seksual. Termasuk pemanfaatan anak untuk kepentingan komersial.

Pasal 76I UU Nomor 35 Tahun 2014 menjadi salah satu rujukan. Pasal itu melarang menempatkan anak dalam kondisi eksploitasi. Pelanggar dapat dijerat pidana penjara dan denda. Penyidik akan mendalami penerapan pasal ini.

Selain itu, aturan promosi produk tembakau juga relevan. Iklan vape dilarang menargetkan anak di bawah umur. Penyidik akan memeriksa aspek ini lebih dalam. Barang bukti berupa rekaman menjadi kunci pembuktian.

Peran KPAI

KPAI dikonfirmasi terlibat dalam penanganan kasus ini. Lembaga itu akan memantau jalannya proses hukum. KPAI juga mendalami dampak psikologis pada anak yang terlibat. Pendampingan pemulihan akan diberikan bila diperlukan.

Koordinasi polisi dan KPAI dinilai langkah yang tepat. Penanganan kasus ini tidak hanya fokus pada sanksi. Pemulihan kondisi anak juga menjadi perhatian penting. Kepentingan terbaik anak harus diutamakan.

Perkembangan terbaru

Hingga berita ini diturunkan, penyelidikan masih berjalan. Belum ada keterangan resmi soal status Bigmo. Polisi masih mengumpulkan alat bukti dan keterangan saksi. Masyarakat diminta menunggu perkembangan selanjutnya.

Kasus ini menjadi pelajaran bagi seluruh kreator konten. Ruang digital bukan alasan untuk mengabaikan etika. Konten yang melibatkan anak wajib memikirkan dampaknya. Kepentingan anak tidak boleh dikorbankan demi popularitas.

Imbauan polisi

Polisi mengimbau kreator konten lebih berhati-hati. Jangan jadikan anak sebagai alat promosi. Setiap konten harus melalui pertimbangan etis dan hukum. Konten positif harus menjadi prioritas utama.

Masyarakat diminta aktif melapor bila menemukan konten serupa. Laporan dapat disampaikan melalui kanal resmi kepolisian. Partisipasi publik membantu memperketat pengawasan digital. Polisi menjamin setiap laporan akan ditindaklanjuti.

Perkembangan kasus ini akan terus diupdate. Pantau terus kanal kami untuk informasi terbaru. Kecepatan dan akurasi tetap menjadi prioritas utama.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fitri-handayani

Reporter Breaking News. Siap siaga 24/7 untuk peristiwa besar.

Comments (0)

User