Polisi Resmi Tahan Pemukul Pengendara di Jagakarsa, Pelaku Minta Maaf Langsung

Beritatercepat.com, Jakarta - Kasus aksi pemukulan yang melibatkan pengendara sepeda motor memasuki babak baru. Pelaku yang diketahui mengendarai Kawasaki Ninja, Fredik Risya Samuel (37), kini resmi

Jul 07, 2026 - 22:56
0 0
Polisi Resmi Tahan Pemukul Pengendara di Jagakarsa, Pelaku Minta Maaf Langsung

Beritatercepat.com, Jakarta - Kasus aksi pemukulan yang melibatkan pengendara sepeda motor memasuki babak baru. Pelaku yang diketahui mengendarai Kawasaki Ninja, Fredik Risya Samuel (37), kini resmi berstatus tersangka dan telah ditahan oleh pihak kepolisian. Penetapan status ini dilakukan setelah serangkaian pemeriksaan oleh penyidik Unit Reskrim Polsek Jagakarsa.

Dalam perkembangan yang cukup signifikan, tersangka Fredik dipertemukan langsung dengan korban bernama Abdul Aziz di Mapolsek Jagakarsa pada Senin (6/7/2026). Momen pertemuan tersebut menjadi ajang klarifikasi sekaligus permintaan maaf secara terbuka dari pelaku. Berdasarkan pantauan media kami di lokasi, Fredik yang saat itu sudah mengenakan seragam tahanan berwarna oranye tampak menunduk saat menyampaikan permohonan maafnya. Ia mengakui tindakan agresif yang dilakukannya di jalan raya merupakan sebuah kesalahan besar.

"Pak, saya minta maaf atas kesalahan saya, atas kekhilafan saya, atas pemukulan kejadian kemarin," ujar Fredik dengan nada penuh penyesalan.

Kejadian yang sempat viral di media sosial ini bermula dari insiden di lalu lintas yang berujung pada kekerasan fisik. Meskipun permintaan maaf telah disampaikan, pihak kepolisian tetap melanjutkan proses hukum yang berlaku. Fredik dijerat dengan pasal penganiayaan dan terancam hukuman penjara.

Trauma Psikologis Dialami Korban

Sementara itu, di balik permintaan maaf yang telah diucapkan, dampak dari kejadian ini rupanya masih sangat membekas di benak korban. Abdul Aziz mengaku hingga saat ini masih merasakan trauma psikologis yang cukup mendalam, terutama saat harus beraktivitas pada malam hari.

Kepada tim peliput media kami, Abdul Aziz menceritakan bahwa momen pengeroyokan tersebut terus terbayang, membuatnya merasa was-was saat melintas di jalanan sepi. Ia belum sepenuhnya pulih dari rasa takut dan cemas pasca kejadian. "Saya masih suka takut sendiri, apalagi kalau pulang malam. Kejadian itu selalu terlintas di pikiran saya," ungkapnya.

Laporan yang dihimpun media kami menyebutkan bahwa pihak keluarga korban pun terus memberikan dukungan moral untuk memulihkan kondisi psikis Abdul Aziz. Kasus ini menjadi pengingat bagi seluruh pengguna jalan bahwa sekecil apa pun gesekan di lalu lintas, tindakan main hakim sendiri atau aksi kekerasan fisik adalah tindakan melanggar hukum yang memiliki konsekuensi serius.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
pandu-rangga

Editor Ekonomi. Editor ekonomi breaking dan update pasar terkini.

Comments (0)

User