Polisi Kantongi Identitas Pengirim Ancaman Teror Bom SD Jagakarsa

BARU SAJA, polisi berhasil mengantongi identitas pelaku ancaman teror bom yang menyasar SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Pengirim pesan teror tersebut diduga sengaja mengganggu kegi...

Jul 13, 2026 - 16:39
0 0
Polisi Kantongi Identitas Pengirim Ancaman Teror Bom SD Jagakarsa

BARU SAJA, polisi berhasil mengantongi identitas pelaku ancaman teror bom yang menyasar SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Pengirim pesan teror tersebut diduga sengaja mengganggu kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pagi tadi.

BREAKING: Aparat langsung mengevakuasi ratusan siswa dan guru begitu ancaman masuk. Tim penjinak bom dari Gegana Polda Metro Jaya diterjunkan untuk menyisir seluruh area sekolah.

Kronologi Singkat

Ancaman bom dilaporkan masuk melalui pesan singkat yang diterima pihak sekolah sekitar pukul 08.15 WIB. Pesan itu menyebutkan adanya bahan peledak yang disimpan di dalam lingkungan SDN Srengseng Sawah 15.

  • Pesan diterima saat MPLS berlangsung, melibatkan seluruh siswa baru dan lama.
  • Kepala Sekolah langsung melapor ke Polsek Jagakarsa dan memerintahkan evakuasi.
  • Dalam 10 menit, seluruh penghuni sekolah dikosongkan dan dikumpulkan di titik aman lapangan terbuka.
  • Gegana tiba 25 menit kemudian dan menyisir ruang kelas, kantor, serta halaman.
  • Hasil penyisiran: tidak ditemukan bahan peledak, namun status sekolah dinyatakan siaga.

Identitas Pelaku Terungkap

Tim siber Polda Metro Jaya bergerak cepat melacak nomor pengirim ancaman. Dalam waktu kurang dari tiga jam, tim berhasil memastikan identitas pemilik nomor — seorang pria dewasa yang diduga memiliki motif pribadi terhadap salah satu guru di sekolah tersebut.

“Identitas sudah kami kantongi. Saat ini tim sedang memburu yang bersangkutan,” ujar Kapolsek Jagakarsa Kompol Joko Santoso, KONFIRMASI kepada awak media siang ini. Pelaku diketahui bukan warga sekitar sekolah dan masih berada di wilayah Jabodetabek.

Evakuasi dan Trauma Siswa

Proses evakuasi berjalan terkendali meski sejumlah siswa kelas 1 dan 2 terlihat menangis histeris. Petugas kepolisian dibantu guru kelas langsung melakukan pendampingan psikologis darurat. “Kami beri pengertian bahwa ini bagian dari latihan keamanan. Agar tidak menimbulkan trauma berkepanjangan,” tambah Kompol Joko.

Kegiatan MPLS untuk sisa hari ini resmi dibubarkan. Dinas Pendidikan Jakarta Selatan menurunkan tim konseling untuk mendampingi warga sekolah selama tiga hari ke depan.

Saat ini, polisi masih menjaga ketat area sekolah. Investigasi terus dikembangkan untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan atau aktor lain di balik ancaman ini.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
yoga-mahendra

Editor Breaking News. Mantan assignment editor TV nasional.

Comments (0)

User