Polisi Bongkar Tarif Proyek Buzzer: Hoaks Pilkada Paling Mahal
JAKARTA - Jajaran Polda Metro Jaya baru saja mengungkap skema bisnis gelap sindikat buzzer politik yang menjual jasa penyebaran hoaks secara terstruktur. Besaran bayaran tiap proyek ternyata sangat va...
JAKARTA - Jajaran Polda Metro Jaya baru saja mengungkap skema bisnis gelap sindikat buzzer politik yang menjual jasa penyebaran hoaks secara terstruktur. Besaran bayaran tiap proyek ternyata sangat variatif, bergantung pada bobot dan daya ledak isu yang digarap.
Direktorat Reserse Kriminal Khusus mengonfirmasi bahwa jaringan ini memiliki daftar harga tidak tetap. Satu konten fitnah ringan bisa dihargai puluhan juta, sementara kampanye hitam menjelang pemilihan kepala daerah menembus angka ratusan juta rupiah.
Skema Bisnis Bayangan
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, sindikat ini beroperasi layaknya agensi digital ilegal. Mereka menawarkan paket lengkap: produksi konten provokatif, penyebaran massal lewat ribuan akun anonim, hingga simulasi trending topic buatan. Klien tinggal memilih isu dan menentukan target sasaran.
"Tarifnya sangat cair, tidak ada patokan baku. Semakin panas isu yang diminta, semakin mahal harga yang disepakati," ungkap seorang penyidik yang enggan disebut nama. Pola pembayaran dilakukan secara bertahap, biasanya menggunakan dompet digital untuk menyamarkan jejak transaksi.
Harga Melambung Jelang Kontestasi
Temuan paling mencengangkan adalah lonjakan tajam tarif proyek hoaks selama masa kampanye dan masa tenang pilkada. Isu-isu sensitif seperti politik identitas, intimidasi pemilih, dan tuduhan kecurangan sistematis dibanderol dengan nilai paling tinggi. Satu kontrak kampanye hitam, menurut catatan penyidik, bisa menembus angka 250 juta rupiah dari satu klien.
Polisi juga menemukan bukti bahwa sindikat ini mematok tarif berbeda berdasarkan platform media sosial. Konten video pendek di aplikasi populer dihargai lebih mahal karena potensi viralitasnya jauh lebih besar. Sebaliknya, teks dan gambar statis masuk kategori ekonomi.
Klien Datang dari Mana Saja
Menit demi menit, hasil interogasi para tersangka terus membuka fakta baru. Sindikat ini tidak memandang bulu dalam menerima pesanan. Pelaku usaha, politikus, bahkan figur publik tertentu diduga pernah menggunakan jasa mereka untuk mendegradasi lawan bisnis maupun rival politik.
Detik Ini Juga memperoleh informasi bahwa sedikitnya 15 proyek besar telah dieksekusi sepanjang tahun ini saja. Total perputaran uang dari bisnis haram tersebut diperkirakan melampaui dua miliar rupiah. "Ini masih angka sementara, tim masih mendalami aliran dana dari beberapa rekening penampung," kata sumber internal kepolisian.
Saat ini aparat tengah memburu dua orang otak utama yang masih berkeliaran. Polisi juga bersiaga penuh mengantisipasi kemungkinan sindikat serupa bermunculan, mengingat potensi keuntungan yang begitu menggiurkan jelang pesta demokrasi berikutnya.
Comments (0)